Yang Berlarian di Kepala


Duhur itu, mobil kami bergerak meninggalkan pusat kota Timika. Kami berencana menuju Kuala Kencana. Ini kota yang dibangun Freeport sebagai tempat keberadaan kantor mereka dan perumahan para pegawainya.

Letaknya 20 km dari tempat kami menginap atau sekitar setengah jam perjalanan.  “Sampai di sana nanti kita ke alun-alun dan supermarketnya,” kata Mas Alef. Di sepanjang perjalanan itu Mas Alef banyak bercerita tentang Kuala Kencana dan Tembagapura. Kota yang disebut terakhir ini masih empat jam perjalanan dari Timika. Di sana adalah tempat tambang dan mes pekerja PT Freeport Indonesia.

Continue reading Yang Berlarian di Kepala

Di Balik Jendela 5F


Danau Habema dilihat dari ketinggian (Foto milik pribadi).

Tidak pernah terbayangkan pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki ke Timika. Sebuah tempat yang sangat terkenal di seantero Indonesia karena ada Freeportnya. Perusahaan pertambangan emas yang dulu dimiliki perusahaan Amerika Serikat dan sekarang 51% sahamnya dikuasai pemerintah Republik Indonesia.

Timika merupakan ibu kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Ibu kota Provinsi Papua Tengah berada di Nabire. Saya mengetahuinya karena saya ditugaskan di Papua. Kalau tidak, pelajaran geografi pulau Papua hanya sebatas Jayapura dan Merauke.

Continue reading Di Balik Jendela 5F