Menjumpai Pertengkaran yang Entah Mempertengkarkan Apa


Interior Bandara Mozes Kilangin (Foto milik pribadi)

Namanya Bandara Mozes Kilangin. Awalnya didirikan untuk operasional Freeport di tahun 1970. Kemudian bandara ini dialihfungsikan untuk penerbangan umum pada 2008. Modernisasi dan perluasan bandara dilakukan sejak 2014. Bandara di sisi utara landasan tetap menjadi sarana pendukung utama Freeport dan bandara di sisi selatan landasan menjadi pintu keluar masuk penumpang komersial. Jelas, Bandara Sentani kalau jauh dibandingkan Bandara Mozes Kilangin. Selain luas dan megah, bandara ini memiliki desain dengan perpaduan arsitektur lokal dan modern.

Saya merasakan keunikan tersendiri saat mendengar untuk pertama kalinya nama Mozes Kilangin disebut. Setelah saya menelusurinya di internet, saya mengetahui kalau nama ini diambil dari nama seorang tokoh penting suku Amungme, sebuah suku yang mendiami wilayah pegunungan Mimika. Ia orang Amungme pertama kali yang berhasil tamat pendidikan guru. Ia juga yang memperjuangkan nasib masyarakat adat dan menjadi penengah antara suku, perusahaan, dan pemerintah.

Continue reading Menjumpai Pertengkaran yang Entah Mempertengkarkan Apa

Di Balik Jendela 5F


Danau Habema dilihat dari ketinggian (Foto milik pribadi).

Tidak pernah terbayangkan pada akhirnya saya bisa menginjakkan kaki ke Timika. Sebuah tempat yang sangat terkenal di seantero Indonesia karena ada Freeportnya. Perusahaan pertambangan emas yang dulu dimiliki perusahaan Amerika Serikat dan sekarang 51% sahamnya dikuasai pemerintah Republik Indonesia.

Timika merupakan ibu kota Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Ibu kota Provinsi Papua Tengah berada di Nabire. Saya mengetahuinya karena saya ditugaskan di Papua. Kalau tidak, pelajaran geografi pulau Papua hanya sebatas Jayapura dan Merauke.

Continue reading Di Balik Jendela 5F