Akar Masalah Rasio Pajak Rendah, Ini Kata Ditjen Pajak


Indikator rasio pajak yang masih rendah membuat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak masih terus berupaya meningkatkan penerimaan perpajakan. Muncullah kemudian Reformasi Perpajakan untuk mencari akar permasalahannya.

“Ternyata akar masalahnya ada di masyarakat kita yang belum memiliki budaya atau kesadaran membayar pajak,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama saat membuka acara Training of Trainers Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan di Grand Mulya Hotel, Bogor, Rabu (12 Juli 2017).

Menurut Yoga, sekolah-sekolah zaman dulu tidak mengajarkan pajak. Tapi sekarang dengan adanya inklusi kesadaran pajak, hal pajak bisa diajarkan, walaupun bukan pekerjaan yang sekali jadi. “Inklusi kesadaran pajak ini juga menjadi perhatian penuh Tim Reformasi Perpajakan,” lanjut Yoga.

Langkah-langkah inklusi kesadaran pajak ini menurut Yoga sampai dengan saat ini sudah terkapitalisasi di level tinggi. Maka diharapkan pada tataran teknisnya upaya-upaya inklusi kesadaran pajak ini akan menjadi bagus. “Ini kita sedang berinvestasi. Mudah-mudahan kita bisa mengubah wajah kepatuhan perpajakan Indonesia dalam 10 tahun lagi. Ini tentu dimulai dari teman-teman semua yang hadir dalam acara ini,” papar Yoga.

Pada acara ini Yoga juga memberikan apresiasi kepada wakil dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi atas dukungannya selama ini dalam inklusi kesadaran pajak. “Dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kita sudah menandatangani memo of understanding (MoU).”

Seperti diketahui kelanjutan MoU antara Ditjen Pajak dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi ini diimplementasikan dalam bentuk integrasi materi kesadaran pajak dalam bahan ajar Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) di perguruan tinggi seluruh Indonesia, yang terdiri dari mata kuliah: Bahasa Indonesia, Pancasila, Kewarganegaraan, Agama Islam, Agama Kristen, Agama Katolik, Agama Hindu, Agama Budha, dan Agama Khonghucu.

Selama tiga hari mulai 12 sampai 14 Juli 2017 sebanyak 50 peserta yang terdiri dari 36 peserta hasil seleksi di lingkungan unit kerja Ditjen Pajak dan 14 dosen MKWU dari perwakilan setiap Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) I-XIV akan mengikuti Training for Trainer Level 1.

Nantinya peserta pelatihan tingkat satu ini akan mengimplementasikan pembelajaran kepada peserta lainnya pada Training for Trainer Level 2 dengan peserta adalah pegawai perwakilan dari unit kerja Kantor Pelayanan Pajak atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan serta dosen perwakilan dari perguruan di wilayah Kopertis. (RZ)

Sumber Berita:
http://www.pajak.go.id/content/news/akar-masalah-rasio-pajak-rendah-ini-kata-ditjen-pajak

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s