
di depan pintu-Mu
aku baca takdir kehidupan
di mata jiwamu
aku buka tabir pengharapan
***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Stasiun Cawang, 6 September 2017
Dedaunan di ranting cemara: Sosial, Budaya, Pajak, Sejarah, semua punya catatannya.

di depan pintu-Mu
aku baca takdir kehidupan
di mata jiwamu
aku buka tabir pengharapan
***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Stasiun Cawang, 6 September 2017

Di setumpuk cairan melava
ada bayang-bayang renjana
membuat spasi purwapada
tembang-tembang menjelma nada
menyela sedemikian rupa
aku sekadar titik tinta diabaikan mata
***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Citayam, 1 September 2017

Anak kecil yang disiram cahaya,
matanya tenggelam di lautan gembira.
Hai, mana binar matamu yang tadi?
Jangan ikut ujung senja yang mau pergi.
Tetaplah di sini.
Bersama hati dan Puisi.
***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Citayam, 31 Agustus 2017

Sampai catatan ini ditulis, pajak.go.id menduduki peringkat 136 situs web di Indonesia berdasarkan peringkat situs web yang disusun oleh Alexa.
Situs web pajak.go.id adalah salah satu wajah institusi besar ini. Tentu perlu dikelola sedemikian rupa agar baik dari sisi tampilan dan konten. Terutama untuk pengampu kepentingan utamanya: masyarakat dan wajib pajak. Maka dalam pengelolaannya, semua berpijak kepada prinsip “kemudahan buat wajib pajak.” Artinya situs web dapat memudahkan dan memberikan apa yang dicari wajib pajak serta mampu memenuhi ekspektasi wajib pajak.
Banyak kerja yang dilakukan untuk mewujudkan itu. Dalam Sasaran Strategis Direktorat Jenderal Pajak 2015-2019 peningkatan kualitas tampilan dan konten merupakan pelayanan prima kepada wajib pajak. Penjabaran sasaran strategisnya dalam bentuk Inisiatif Strategis 3 berupa Ekspansi Fungsionalitas Situs Web.
Suatu ketika pada 1 Agustus 2017 Kak Cut Ratna Marlina menanyakan kepada saya, “Jadi perlu slot khusus di acara?” Acara yang dimaksud adalah acara Reuni Alumni STAN Prodip Keuangan Spesialisasi Pajak tahun lulus 1997. Niatnya acara ini akan diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol Jakarta pada 2 September 2017. Tepat 20 tahun setelah kami diwisuda.
Kak Cut Ratna Marlina ini adalah anggota kepanitiaan reuni yang luar biasa gigihnya dalam mengusahakan terselenggaranya acara tersebut. Perihal nama sebenarnya adalah Hajjah Ratna Marlina saja. Namun dikarenakan pada Juni 2017 lalu dipromosikan sebagai kepala seksi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Banda Aceh maka teman-teman menahbiskannya dengan “Cut”. Lengkap sudah hidupnya.
Malam ini Kanda Dinda, aku berdiri di hadapan kalian, membaca sajak-sajak. Ini bukan sembarang sajak. Aku menulisnya di suatu malam. Sehabis hujan yang kaget. Aku ingin kita mendengarnya. Untuk diingat, untuk nanti, untuk sampai akhir masa. Pada ingatan-ingatan panjang kita.
Malam ini Kanda Dinda, 20 tahun bukan waktu yang pendek buat para pemimpi. Tapi bukan waktu yang lama buat para pecinta. Kita pemimpi dan pecinta. Mimpi untuk malam-malam kita. Cinta untuk jiwa-jiwa kita.
Malam ini Kanda Dinda, ingatkah kalian pada tebing masa ketika kita pertama kali menaiki gerbang itu. Kita kumpulan pasukan tak bertenaga tapi punya otak dan jiwa. Kita punya sesuatu untuk diperjuangkan. Mati-matian. Asa yang menggema di setiap dada.
Malam ini Kanda Dinda, ingatan kita ditaruh pada keranjang waktu ketika kita ditebarkan bagai benih, ditabur dari angkasa. Dilesakkan angin. Dibenam pada tanah harapan. Kita mendekat. Kita menjauh. Lalu menjadi apa-apa yang kita inginkan.
Malam ini Kanda Dinda, sebentuk pertanyaan datang menyeduh kepala kita. Masih berkobarkah api cita-cita ideal yang menjulang-julang, atau sudah tersiram salju realita? Rupanya merapi tantangan menyongsong di muka.
Malam ini Kanda Dinda, kita menyerah? Tidak. Kita tak menyerah. Kita melulu berdamai dengan waktu yang kita usung. Kita bongkar satu per satu batu halangan sepadan kebolehan masing-masing, Kanda. Kita manusia biasa Dinda. Tapi kita yakin Dinda, selama di dada kita bersemayam puncak jaya keteguhan, matahari istikamah, ketawakalan para rasul, manusia biasa pandai menyusun mimpi-mimpi besar dengan izin-Nya.
Malam ini Kanda Dinda, kita tak sama lagi dengan saat pertama itu. Tapi kita punya satu yang tak musnah. Persahabatan. Malam ini kita berkumpul untuk mengejanya. Diam-diam. Mengimlanya. Pelan-pelan. Meneriakinya. Keras-keras.
Malam ini Kanda Dinda, barangkali sebagian kita menjadi apa-apa, sebagian kita lainnya tidak menjadi apa-apa. Tetapi jangan pernah lupakan bahwa kita adalah teman. Karena kita merasakan mengkudu yang sama. Madu yang tak beda.
Malam ini Kanda Dinda, kita menjadi hujan yang tak pernah ingkar dengan September, Oktober, November, dan Desember. Kita menjadi merpati yang tak pernah lupa kembali ke sarang. Kita menjadi malam yang selalu ingat akan pagi.
Malam ini Kanda Dinda, tak semudah membilang kun fayakun atas wujud lempung pertemanan kita yang samudra. Badai sering datang. Tetapi kita ingat, setelahnya, selalu ada cakrawala terang benderang dan ombak yang mengantuk. Terkadang kita merenggang bagai karet. Terkadang kita menguat bagai besi.
Malam ini Kanda Dinda, kita dengarkan apa yang Ibnu Athoillah tulis berabad-abad yang lampau. Sahabat sejatimu adalah yang bersahabat denganmu dalam kondisi ia mengetahui aibmu. Tidak lain adalah Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Sebaik-baik sahabatmu adalah yang mengharapmu bukan karena keuntungan yang dia harap darimu.
Malam ini Kanda Dinda, ujung cahaya menebas halimun pikir kita untuk satu perihal: tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.
Untuk itu, Malam ini Kanda Dinda, di 20 tahun yang ditaburkan angin waktu, bolehlah hamba menjadi Harun-nya Musa, Abubakar-nya Muhammad, Plato-nya Socrates buatmu, buat kalian, sampai di suatu masa. Masa yang tak bisa kita miliki lagi.
***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
Puisi ini ditulis pada 31 Agustus 2017
Puisi ini dibacakan pada 2 September 2017 dalam acara Reuni Alumni STAN Prodip Keuangan Spesialisasi Pajak Angkatan 94-97 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta.
#breakingthedistance
#reunipajak2dekade
#pajak97

Bayang-bayangku membayang
Kata-kataku melayang
Harapan-harapanku terbang
pada cahaya terakhir
di laguna kesenyapan
aku berpesta-pora
untuk ikan-ikanku sayang
Kemarilah
datanglah
mendekatlah
salam dari paruhku yang panjang
tempat aku kehilangan R
***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Citayam, 30 Agustus 2017
Tetap saja, di suatu malam yang sangit, ketika aku disodorkan sebuah pilihan tentang suka cita pertemuan atau duka lara perpisahan dan yang aku jawab pertama adalah pilihan, ternyata itu tak bertahan lama, sisanya waktu sedemikian tega menyayat dan mengganti isi-isi sel yang memenuhi saluran darah di sekujur tubuh dengan derita jarak itu.
Maka serta merta yang kupikirkan adalah derak-derak roda di atas rel yang menjadi nafas kehidupan cerita-cerita, hingga jam-jam yang tak seberapa itu mampu melarikan diri dari penjaranya. Maka, tidak ada lagi tertawa yang sepanjang perjalanan kurekam di benak melainkan tawa-tawa malam, tawa-tawa bulan, tawa-tawa nokturnal, tawa-tawa kopi, tawa-tawa selimut, tawa-tawa kegelapan lorong kereta, hingga kau membangunkanku dengan mimpimu.
Seketika itu aku menjadi priyayi dengan ring terpasang di jantungnya, meledak, ringnya lepas menggelinding dan melekat di jemarimu. Jari-jari dengan pergelangan dan punggung tangan sejarah yang tak pernah bisa dibenamkan masa. Kuusap bulan sabit, di tempatnya bersemayam, untuk menjadi pagi dan malam yang disiram endorphin ke sekujur tubuhmu, tubuh Puisi.
***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Citayam, 27 Agustus 2017

Direktorat Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (Direktorat P2humas) Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Editor Situs di Hotel Grand Keisha, Sleman, Yogyakarta (Rabu, 23/8). Rakor yang berlangsung hingga 25 Agustus 2017 ini digelar untuk terus memperkuat pengaruh situs resmi Direktorat Jenderal Pajak (pajak.go.id) di dalam mengedukasi publik tentang pajak dengan selalu meningkatkan kualitas layanan pemberian informasi kepada wajib pajak melalui pajak.go.id.
Saat ini, pajak.go.id merupakan kanal yang diandalkan wajib pajak dalam mencari informasi tentang perpajakan. Dari ranking Alexa,pajak.go.id menempati urutan ke-136 sebagai situs di Indonesia yang paling sering dikunjungi.
Rinai membasahi jendela. Ada yang mengetuk bening-bening kaca yang hening. Sehening sandaran di sebuah bahu. Tapi jantung kita tak pernah bisa hening. Degupnya menggema ke Ankara dan tepian bumi. Mengisyaratkan pertautan sederhana. Antara kau yang hujan dan aku yang tanah kering.
***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Yogyakarta, 25 Agustus 2017