Ini Soal Bertengkar dengan Istri, Pergilah ke Tempat Ini.


image

Di suatu hari saya pulang ke rumah dalam keadaan letih dan penuh beban. Saya membuka pintu ketika tiba-tiba istri saya menunggu penuh tanda marah dan emosi.

Dia langsung menjejali saya dengan berbagai pertanyaan. Saya tidak bisa menguasai diri, lalu menghadapinya dengan emosi dan marah yang sama.

Malam sudah larut, sementara debat dan marah terus berlanjut sampai menjelang Subuh. (Lama kaliiiiii…). Akhirnya, istri saya mengambil inisiatif meninggalkan rumah dan pergi ke rumah orang tuanya. (Ini seperti lagu jadul. Lagu tahun 90an. Sepertinya lagu Betharia Sonata. Pulangkan saja aku pada ibuku.)

Baca Lebih Lanjut.

Cara Mudah Menangkap Dan Memenjarakan Ide Menulis



Stephen King via Whatculture.com

For King, if an idea is truly good, if it just needs to be written, it won’t leave.

~~~J.D. Bentley.

Mencari ide menulis bisa dari banyak hal. Dari membaca, mengunjungi suatu tempat, mendengarkan ceramah, jalan-jalan, pembicaraan dengan orang lain, saat bekerja, sampai saat di kamar mandi.

Tapi memang mencari inspirasi menulis itu rada-rada susah. Sabtu kemarin adalah hari paling menggelisahkan. Saya bengong-bengong di atas kasur, bingung mau menulis apa. Sampai-sampai muncul pikiran buruk kalau-kalau saya sudah tidak bisa menulis lagi.

Baca Lebih Lanjut.

CERITA SERU DI BALIK PENEMUAN INI



Ini cara mencari koran Republika versi cetak atau epaper edisi lama atau di tanggal yang lebih tua. Atau bisa juga cara mendownload (mengunduh) epaper Republika. Kok bisa-bisanyua saya menulis begini? Ada cerita serunya ternyata.

Jadi suatu ketika saya mengirimkan sebuah resensi ke Koran Republika di pertengahan November 2015. Kemudian setelah saya kirim saya tidak mengingat-ingat dan memantau-mantau lagi. Tiba-tiba sore ini saya ingat tentang resensi tersebut. Seperti biasa saya Googling terlebih dahulu. Ternyata hasil pencarian itu mengarah di situs Republika Online.

Resensi saya itu ada di halaman ini. Tepatnya di Home-Koran-Dialog Jumat tertanggal 20 November 2015. Sebagai sebuah petunjuk maka resensi saya ini sudah dimuat di halaman offline atau versi cetak (epaper) Koran Republika. Masalahnya saya tak punya korannya. Bagaimana caranya saya melacak keberadaan Koran Republika yang sudah seminggu lewat itu?

Baca Lebih Lanjut.

Dokter Cilik dan Stetoskop Ajaibnya



Judul            : Syifa dan Stetoskop Ajaib

Penulis        : Sri Widiyastuti

Penerbit        : DAR! Mizan

Tahun        : 2015

Tebal            : 124 Halaman

ISBN            : 978-602-242-743-8

Syifa anak kelas tiga sekolah dasar yang bercita-cita menjadi dokter. Mama Syifa mengikutkan Syifa ke ekstrakurikuler dokter kecil di sekolahnya. Suatu ketika, ia mengikuti lomba dokter kecil tingkat sekolah dasar yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Tak menyangka ia menjadi juara pertama lomba itu. Sebagai hadiahnya Syifa mendapatkan piala dan sebuah stetoskop berwarna merah. Ajaib, alat yang biasa dipakai dokter dan digunakan untuk memeriksa suara dalam tubuh ini ternyata bisa bicara dan bergerak-gerak. Benda itu hidup.

Ayaya, stetoskop ini namanya Stevi. Dulu Stevi memiliki seorang tuan yang sudah menjadi dokter spesialis. Stevi mencari tuan barunya. Syifalah orangnya. Akhirnya Syifa dan Stevi menjalin persahabatan dan memulai petualangan-petualangan barunya.

Baca Lebih Lanjut.

15 MINGGU KETIGA FREELETICS. DONE!



It hurts now, but one day it will be your warm up.

Itu salah satunya. Ada lagi kalimat yang lain.

Enjoy the difficult. Because the best view only comes after the hardest climb.

Faktanya memang demikian.

Akhirnya 15 minggu yang ketiga Freeletics ini usai saya jalani. Berarti ada 45 minggu saya menekuni secara serius olahraga individual ini. Di luar tiga minggu percobaan tentunya. Di 15 minggu awal adalah Freeletics Cardio & Strength yang fokus pada penurunan berat badan. Sukses menghancurkan lemak sebanyak 16 kg. Sedangkan di 15 minggu kedua dan ketiga adalah Freeletics Strength yang fokus pada penguatan otot. Berat badan tetap bertahan di kisaran 60 kg-an.

Banyak yang saya dapatkan. Yang paling serius adalah mengatasi rasa bosan dan lelah. Tapi akhirnya bisa juga melalui semua itu. No pain no gain-lah. Saya memang merasa capek dan lelah menjalani itu. Pertanyaan “what for” selalu menggantung di kepala saat menghabiskan detik-detik dalam hitungan waktu Freeletics. Tapi saya selalu ingat kalimat motivasi ini.

Baca Lebih Lanjut.

APPLE VS GOOGLE: Perseteruan Korporasi Besar yang Melahirkan Revolusi Teknologi Digital



Judul Buku    :     Apple vs Google: Perseteruan Korporasi Besar yang Melahirkan Revolusi Teknologi Digital

Penulis        :    Fred Vogelstein

Penerbit    :     Bentang

Cetakan    :     2015

Tebal        :     viii + 372 hal

Kematian perusahaan ternama di industri teknologi ini benar adanya dan sudah memakan banyak korban. Akankah terulang lagi?

Apple dan Google terkenal sebagai perusahaan peraup laba terbesar dan pencipta inovasi penting. Apple dengan iPhone dan Google dengan Androidnya. Jauh sebelum itu Apple menciptakan Macintosh dan iPod. Google dengan mesin pencari kelas wahid. Memang ada beda. Ini seperti sesuatu yang tidak bisa dipertarungkan. Yang satu menghasilkan perangkat keras, sedangkan yang lainnya dengan perangkat lunaknya.

Lalu apa yang diperebutkan oleh dua perusahaan terbesar di dunia ini? Platform. iPhone dan Android sedang memperebutkannya. Pemenang perseteruan ini biasanya mendapatkan pangsa pasar dan laba melebihi 75%. Yang kalah hanya bisa berjuang agar bisa bertahan.

Baca Lebih Lanjut.

KPP PRATAMA TAPAKTUAN: Di sini, Tiada Henti Membongkar Tacit Knowledge



Hujan turun deras di sore itu seperti air yang disiram ke jalanan kering karena debu kemarau. Langit gelap membungkus. Samudra Hindia menjadi kelabu tak berdaya. Ombaknya memukul-mukul pantai dengan kencang nyaris tanpa kasihan. Angin berhembus yang menggoyangkan dahan-dahan pohon ikut menemani. Tapi gedung megah berlantai tiga ini berdiri kokoh dengan kaki-kakinya menghunjam ke tanah, dalam-dalam. Tak peduli.

Inilah gedung baru Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tapaktuan. Dibangun sejak 2013 dan selesai di pertengahan 2014. Merupakan bangunan termegah di tiga kabupaten yang menjadi wilayah kerjanya: Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, dan Simeulue.

Baca Lebih Lanjut.

Penyebab Perut Buncit, Hati-hati dengan Kebiasaan ini



Foto Istimewa

Lemak sebenarnya tidak jahat, melainkan tetap dibutuhkan oleh tubuh. Namun, jika berlebihan – inilah yang jadi salah satu penyebab perut buncit. Perut buncit akibat tumpukan lemak sendiri juga tidak baik bagi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Lemak yang menumpuk pada perut disebut sebagai Lemak Visceral. Lemak tersebut bisa mengakibatkan peradangan yang akhirnya memicu penyakit diabetes dan juga penyakit jantung. Oleh karena itu, ketika perut Anda membuncit, Anda patut waspada. Siapkan pula proteksi diri terhadap kemungkinan penyakit yang bisa saja menyerang Anda, antara lain dengan mendaftarkan diri ke asuransi ataupun BPJS Kesehatan sedini mungkin.

Kemudian, mari lihat apa saja penyebab perut buncit:

Baca Lebih Lanjut.

Ciri Kanker pada Anak, Perhatikan Bagian Tubuh ini



Foto Istimewa

Ciri kanker pada anak sebenarnya jauh lebih baik untuk dideteksi sejak dini. Jangan berpikir kanker hanya akan menunjukkan gejalanya ketika seseorang berada di usia dewasa, justru tanda-tandanya lebih mudah dikenali ketika masih dini. Dengan begitu, pengobatan yang diperlukan juga tentu jauh lebih mudah dan murah, bukan? BPJS Kesehatan pun akan lebih mampu digunakan karena kemungkinan perawatan yang diperlukan tidaklah begitu rumit.

Jadi, sebagai orangtua, Anda bisa memberikan perhatian yang lebih pada anak-anak. Perhatikan bagian tubuh berikut ini pada buah hati Anda, apakah ada tanda-tanda dan ciri kanker pada anak. Nah, apa saja ciri-ciri yang patut Anda waspadai tersebut?

Baca Lebih Lanjut.

Yang Berjasa, Yang Disingkirkan



Hoxsey via altcancer.net

Kanker merenggut tubuhnya. Penampilannya seperti mayat hidup. Kulit burik mengelantung lepas dari leher kurus. Kepalanya botak. Morfin telah banyak disuntikkan ke tubuhnya untuk meredakan sakit. Di bahunya ada sekumpulan daging rusak tersembunyi dengan diameter 6 inci. Gosong terpanggang sinar x yang gagal menghentikan laju kembang penyakitnya.

Itu yang digambarkan dalam buku lama yang ditulis di tahun 1999 oleh Jonathan Eisen, Guru Besar Universitas California, berjudul Suppresed Inventions & Other Discoveries. Buku yang sudah lama saya miliki terjemahannya dan baru saya baca di akhir Oktober 2015 ini.

Dr. Harry Hoxsey optimis mampu menyembuhkan pasien ini. Apalagi ia sudah menangani pasien yang kondisinya jauh lebih buruk daripada sakit yang diderita sang pensiunan sersan ini. Dr. Harry mengoleskan ramuan bubuk kuning tebal ke bahunya dan memberikan beberapa obat yang harus diminum tiga kali sehari. Sebuah pengobatan tanpa ada rasa sakit seperti dengan sinar x itu.

Baca Lebih Lanjut.