taring


taring

dik…,istriku yang baik

izinkan aku bercerita nestapa di atas kertas pikiranku

yang mengelana tak karuan di shubuh ini

di belantara jakarta, di atas getaran kaca jendela bus,

semata-mata untuk aku dapat tepat waktu menaruh jari di mesin absen,

dengarkan saja ya dik…jangan kau sela

aku hanya mau curhat, agar bebanku lepas, dan tidak menjadi gila

dik, di negeri ini yang laku adalah skeptis, tak patut disalahkan

karena sepertinya orang sudah putus asa

dengan apa yang dikatakan para pemimpinnya

ketika mereka berkata timur, lakunya adalah barat

ketika mereka menulis langit, lagaknya adalah bumi

bahkan jabatan adalah mata air kesenangan untuk diperas

hingga darah yang tersisa, itu pun kalau ada

jika tak ada maka daging-daging yang menjijikkan itu

tak akan tersisa dimakan, oh…kanibalisme menjelma tiba-tiba

jika kau katakan kepada mereka, “amanahlah kalian!”

kau akan jumpai wajah mereka serupa para petaubat

yang mendengarkan ceramah ustadz di pagi hari

sejuk, kalem, indah, seperti ada cahaya yang keluar dari ubun-ubun mereka

tapi dibalik itu, kau tahu dik, ada taring-taring tersembunyi di balik bibirnya

aku takut jadinya…”untung di pagi ini leherku utuh seperti biasanya”

dik, jadinya apa? kau sampai bosan menerima pengemis di depan rumah dan di mana-mana

seperti tiada habisnya dan semakin hari semakin bertambah

bayi dan anak-anak yang seharusnya menikmati hangatnya pelukan kita

menjadi penguasa jalanan,

lalu alam kita ludes dik, ikan-ikan takut di setrum, dibom, dipukat , jalanan karut,

sekolah pada ambruk, banyak orang sakit, fisik, batik, dan suluknya

birokrasi bertambah ribet, kejujuran hanya dilipat di atas jok mobil,

orang-orang semakin keras kepala, tak ada tuh dik, keramahan yang pernah kita nikmati

walau hanya ada di buku-buku pendidikan moral sekolah kita dulu…

iiihh, kejam sekali mereka.

dik…aku benci mereka, benci sebenci-bencinya

tapi tahu tidak dik, entah kenapa mulutku ada yang tidak biasa

sebelum berangkat tadi, saat kau masih tertidur pulas di ranjang

aku berkaca, ada tumbuh taring dik…tumbuh taring!!!

aku ingat, kemarin, tasku bertambah berat dik, ada kertas warna merah, banyak-banyak sekali

tuh masih di sana…di dalam tas. aku menangis dik, aku tak mau jadi mereka

tapi aku tetap jadi mereka.

sebelum shubuh nurani berperang, hati menjadi kurusetra

dik, pagi ini aku mau kembalikan semuanya

dan aku akan benturkan kepalaku ini di lantai masjid yang dingin dhuha nanti

akankah aku temukan DIA?

**

Riza Almanfaluthi

Diikutkan dalam lomba menulis puisi Alamanah Fair Kementerian Keuangan.

EMAS BATANGAN ITU BERNAMA BUKU


EMAS BATANGAN ITU BERNAMA BUKU

 

Tak dinyana saya menemukan banyak buku bagus waktu pergi ke toko buku Gramedia di ITC Cibinong, Rabu petang (29/6). Selain bagus sudah barang tentu murahnya itu yang  membuat saya tertarik sekali. Seperti biasa yang saya cari pertama kali di toko itu adalah bukan buku-buku yang terpajang di rak-rak utama di bagian dalam toko. Tetapi pada buku-buku yang tergeletak tak beraturan di lapak-lapak khusus buku murahnya.

Bayangkan buku Membongkar Kegagalan CIA dijual cuma 35 ribu perak. Namun bukan buku itu yang saya pilih, karena saya sudah baca bukunya di Perpustakaan Kantor Pusat DJP. Selain itu ada buku-buku yang seharga semangkuk bakso atau satu gelas jus buah. Berkisar angka 5 ribu sampai dengan 10 ribu rupiah. Nah yang ini baru saya beli. Murah tapi tidak murahan. Dan perasaan saya saat membelinya seperti membeli satu kilogram emas batangan yang dijual cuma dengan harga 1 gram saja.

Ada lima buku yang saya beli. Bukunya tebal-tebal lagi.

  1. Pahlawan Zaman Kita, sebuah novel yang ditulis oleh Penulis Rusia, Mikhail Lermontov , harganya cuma 10 ribu rupiah. Tebal 200 halaman.  
  2. The Long Tail: Ekonomi Baru dalam Bisnis dan Kultur, Bagaimana Pilihan Tak Terbatas Menciptakan Permintaan Tak Terbatas, Chris Anderson, harganya sama cuma ceban. Tebal lebih dari 287 halaman.
  3. Bidik, Novel Dengan Dua Sisi. Sisi 1: Lomotions, Sisi 2: Loko Motive. Sebuah novel yang ditulis oleh Nugroho Nurarifin.  Harganya goceng saja, lima ribu rupiah. Tebal 264 halaman.
  4. Orang Batak Berpuasa, buku yang ditulis oleh Baharuddin Aritonang. Harganya cuma 10 ribu rupiah saja.
  5. Proses Kreatif, Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang, Jilid 3. Merupakan buku yang direkomendasikan oleh Tutor pada waktu workshop menulis untuk dimiliki. Sayangnya yang ada cuma jilid ke-3. Tidak ada jilid ke-1 dan ke-2 nya. Harganya? 10 ribu rupiah. Tebal 224 halaman.

Sampai tulisan ini dibuat buku yang sudah saya baca adalah Novelnya Mikhail Lermontov dan buku yang sedang saya baca adalah The Long Tail. Tiga lainnya belum terbaca sama sekali.

Tidak sampai satu bulan kemudian, Ahad kemarin (24/7) saya balik lagi ke toko buku itu. Dan ternyata, waow, buku-buku murahnya tambah banyak lagi dan baru-baru. Maksud baru di sini adalah buku lama yang di bulan sebelumnya belum ada di lapak buku murah. Dan ternyata lagi, jilid 1 dan jilid 2 dari buku Proses Kreatif sudah ada. Sudah pasti saya angkut dua buku itu dengan harga masing-masing cuma 15 ribu rupiah.

 

Tak disangka pula saya menemukan bukunya Jung Chang, Angsa-angsa Liar. Tahu siapa Jung Chang? Dia yang menulis buku bagus tentang Mao. Buku tebal yang berjudul Mao, Kisah-kisah yang Tak Diketahui sudah saya baca habis. Waktu itu saya penasaran sama Jung Chang yang bisa bercerita detil tentang Mao dengan segala kekejamannya itu. Eh, malah ketemu buku lainnya itu yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, Wild Swan.

Di toko itu, harganya cuma 20 ribu rupiah. Dulu harga buku barunya 100 ribu rupiah.

Walaupun banyak sekali buku murah yang bagus-bagus, saya memutuskan  hari Ahad itu saya beli buku tiga saja. Ada loh buku tentang India dan Cina, juga tentang Perang Troya. Tetapi  nafsu saya harus ditahan dulu. Insya Allah bulan depan.

Yang mengejutkan saya kira buku Proses Kreatif itu hanya sampai jilid 3, baru saja googling ada juga jilid empatnya.

Semoga saja sudah ada edisi murahnya bulan depan.

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

16.19 25 Juli 2011

 

 

tags: gramedia, itc cibinong, membongkar kegagalan cia, perpustakaan kantor pusat djp, djp, pahlawan zaman kita, rusia, mikhail lermontov, the long tail, chris anderson, bidik: novel dengan dua sisi, lomotions, loko motive, bidik, nugroho nurarifin, orang batak berpuasa, baharuddin aritonang,  proses kreatif: mengapa dan bagaimana saya mengarang, jung chang, angsa-angsa liar,  mao zedong, mao tse tung,  mao: kisah-kisah yang tak diketahui, mao: untold story, wild swan, india, perang troya.

26 PERMINTAAN


26 PERMINTAAN

 
 

“Mi…saya sudah mengumpulkan doa-doa yang hendak Abi panjatkan di sana. Yang pertama apa coba?”    tanya saya.

    “Paling nikah lagi,” jawabnya.

    “Kok tahu?” tanya pura-pura.

    “Tahulah, tetapi nanti Umi akan balas dengan doa yang lain.”

    “Jangan begitu. Tetapi jawaban Umi salah besar. Bukan itu.”

“Emangnya apa?”

“Abi dan keluarga bertemu muka dengan Allah,” jawab saya, “Itu yang pertama.”

“Yang kedua?”

“Abi, Umi, dan anak-anak bisa satu kavling dengan kanjeng Nabi Muhammad saw.”

“Mustahil…” jawabnya.

“What…? Enggak boleh ngomong kayak gitu. Kalau doa saja sudah dimulai dengan sebuah ketidakyakinan bagaimana doa akan bisa terkabul?”

“Bukan begitu sih, susah soalnya,” elaknya.

“Namanya juga doa. Ya minta saja yang paling tinggi. Dan bukankah kanjeng nabi juga sudah memberitahu jalannya untuk bisa deket-deketan sama beliau? Sayangi anak yatim salah satunya. Tidak ada yang mustahil jika kita minta kepada Allah.”

*

Dialog itu terjadi setelah mendengarkan ceramah manasik haji yang disampaikan oleh Ustadz Muchtar Ilyas di Masjid Muammar Qaddafy, Sentul, Bogor, Sabtu (23/7). Katanya di Indonesia itu tidak ada tempat mustajab untuk terkabulnya doa, yang ada hanyalah saat-saat mustajab. Saya jadi teringat saat-saat itu antara lain adalah di antara adzan dan iqomat, sujud terakhir, di antara dua khutbah jum’at, antara hujan deras dan hujan gerimis, menjelang berbuka puasa. Sedangkan di tanah suci, lanjutnya lagi, selain saat-saat mustajab juga terdapat tempat-tempat mustajab doa salah satunya di multazam.

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu, silakan berdoa dan minta apa saja kepada Allah di sana. Pakai bahasa Indonesia jika tidak hafal doa-doa dalam bahasa Arab itu. Karena percuma saja kalau kita berdoa tetapi tak tahu apa arti dan maksud dari doa tersebut. Jadi tak masalah berdoa pakai bahasa Indonesia. Setiap kita bukankah punya masalah masing-masing? Maka kumpulkan setiap permintaan, keinginan, dan doa itu, catat, dan kalau bisa dilaminating,” katanya.

    Akhirnya saya berkeinginan untuk merekapitulasi segala keinginan saya dalam bentuk doa yang akan dipanjatkan di sana. Pun, beberapa hari lagi akan datang Ramadhan Mubarak, maka tidak ada salahnya kalau saya rekap segala harap saya itu untuk kelak saya panjatkan kepadaNya di saat yang paling tepat. Kayak kucing yang tekun mengintai mangsanya dan tahu betul kapan saatnya menerkam.

    Yang terpenting pula adalah doa itu senantiasa dipanjatkan secara kontinyu dan terus menerus. Ibarat kucing yang terus lengket dikaki kita, mengeong terus, tak mau pergi sebelum ia benar-benar diberi kepala ikan oleh kita.

Ini dari hati nurani yang paling dalam, setelah dipikir-pikir sejenak dan lama, lalu sebagiannya ditulis spontan dalam waktu sepeminuman teh. Semoga dikabulkan semuanya oleh Allah.

  1. Saya dan keluarga dapat menatap wajah Allah;
  2. Saya dan keluarga satu kavling surga di Firdaus dengan nabi Muhammad saw dan dekat dengan beliau;
  3. Bapak dan ibu selamat dunia akhirat;
  4. Kami sekeluarga dijauhkan dari neraka;
  5. Menjadi orang yang senantiasa mencintai Allah dan dicintai Allah;
  6. Ditutupinya aib-aib dari pandangan manusia di dunia dan akhirat;
  7. Istri shalihat;
  8. Anak shalih dan shalihat;
  9. Anak seketurunan ke bawah cerdas, kuat fisik, mental, harga dirinya, dan sehat-sehat;
  10. Diberikan rizki yang halal, banyak, baik, berlipat-lipat, dan berkah;
  11. Dijauhkan dari hutang;
  12. Bapak diberikan kesembuhan dan khusnul khotimah;
  13. Umur yang panjang dan berkah;
  14. Diberikan akhir yang baik.
  15. Senantiasa bermanfaat bagi yang lain;
  16. Menjadi orang yang gampang berbagi, dengan dunia dipegang di tangan bukan di hati;
  17. Menjadi orang yang pemaaf;
  18. Menjadi orang yang tidak mudah marah;
  19. Menjadi orang yang punya stok sabar yang berlimpah;
  20. Menjadi teman dan tetangga yang baik serta diberikan teman dan tetangga yang baik;
  21. Senantiasa ditunjukkan yang benar itu benar untuk dapat mengikutinya, dan yang salah itu salah sehingga dapat menjauhinya;
  22. Menjadi orang yang mampu untuk menyuarakan kalau hak itu adalah hak, kalau salah itu adalah salah;
  23. Diberikan hati yang peka terhadap penderitaan saudara sedarah dan seiman;
  24. Menjadi orang yang mudah untuk melakukan amal kebaikan;
  25. Dijauhkannya saya dan keluarga dari bala dan musibah;
  26. Masjid Al-Ikhwan senantiasa menjadi masjid yang penuh keberkahan, begitupula dengan RT.11, RW.17, DJP tempat saya bekerja, dan negeri Indonesia yang tercinta.

Itu yang terpikirkan. Itu saja sudah banyak banget. Dan kalau ditulis semua yang baca pasti bosan. Tetapi tak apa celamitan pada Allah asalkan tidak pada manusia. Allah Al Ghoniy. Allah maha kaya. Allah suka sekali diminta. Kalau tidak minta-minta padanya kita kayak jadi orang sombong. Dan dari ke-26 pinta itu inginnya saya rangkum menjadi doa seperti ini:

“Ya Allah jadikan aku orang yang selalu dikabulkan doanya oleh Allah SWT.”

    Jadi tak perlu doa banyak-banyak di waktu dan tempat yang mustajab itu. Cukup itu saja. Kalau diterima Allah, wah di mana saja dan kapan saja bisa doanya selalu terkabul. Enaknya…dan pengennya… . Dasar manusia, pengen enaknya aja. Kanjeng Nabi enggak seperti itu.

    Detik ini ya Allah, kabulkanlah 26 permintaan saya itu dan kabulkan doa seluruh kawan-kawan saya di mana pun ia berada. Amin.

***

 
 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Ada 2 dan 1 surat terkungkung dalam besi terkunci rapat,

dan aku tak punya kuncinya

21.58 24 Juli 2011

 
 

    Tags: muchtar ilyas, bpih, Masjid Muammar Qaddafy, Sentul, Bogor, firdaus,

PROSEDUR PERPANJANGAN SIM DI MOBIL SIM KELILING


PROSEDUR PERPANJANGAN SIM DI MOBIL SIM KELILING

Tahun 2001 silam saya baru mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) C. Di tahun 2006 saya memperpanjang SIM C sekaligus mendaftarkan diri untuk mendapatkan SIM A. Semuanya saya lakukan di Polres Depok. Cerita prosedur perpanjangan SIM di tempat tersebut telah ditulis di sini.

Nah sekarang, di tahun 2011 , tepatnya di bulan Juli, saya harus memperpanjang kedua SIM tersebut. Karena keterbatasan waktu yang saya miliki, saya berniat mencoba untuk memperpanjang SIM tidak di kantor Polres Depok tetapi di mobil Pelayanan SIM Keliling. Oleh karenanya saya telusuri internet untuk memperoleh jadwal mobil keliling di wilayah Depok.

Perlu diketahui bahwa layanan Mobil Keliling ini khusus untuk memperpanjang SIM A dan C. Jika SIM tersebut telah lewat satu tahun maka SIM tidak bisa diperpanjang di mobil Pelayanan SIM Keliling ini. Ini sama saja membuat SIM baru dan datanglah ke Polres Depok untuk itu. Pun, Di mobil keliling ini tidak bisa untuk membayar pajak kendaraan. Untuk hal ini tetap kudu pergi ke Samsat. Sumbernya dari sini.

Berikut jadwal Pelayanan SIM Keliling untuk wilayah Depok tersebut:

1. Senin: Honda Motor Care Pancoran Mas Depok

2. Selasa: Perum Mutiara Depok Sukmajaya

3. Rabu: DTC Pancoran Mas Depok

4. Kamis: Kantor Samsat Cinere Limo

5. Jumat: Depok Town Square (Detos)

6. Sabtu: Margocity

Jam pelayanan mulai 08.30 pagi sampai 12.00 siang. Tetapi kata petugas yang ada di sana, bisa juga lebih dari jam itu tergantung dari banyak sedikitnya masyarakat yang ingin memperpanjang SIM.

Karena letaknya cukup strategis bagi saya yaitu di dekat Stasiun Pondok Cina dan kebetulan hari Jum’at adalah hari yang tidak sibuk di kantor, saya niatkan untuk pergi ke Detos. Dari stasiun itu tidak perlu ke jalan raya Margonda untuk menuju ke Detos. Cukup lewat jalan belakang yang terhubung dari Stasiun Pondok Cina ke Detos. Letak mobil keliling itu ada di tempat parkir paling belakang Detos.

Saya sampai di sana pukul 08.05. Sudah ada 16 orang yang ada tempat itu. Dan tepat pukul 08.18 mobil layanan itu datang. Salah satu petugas memberitahu kami untuk mengumpulkan dokumen yang disyaratkan di meja yang disediakan. Dari tumpukan yang dilakukan secara berebutan itu, saya dapat urutan lumayan.

Persiapan dan dokumen apa yang dibutuhkan dalam memperpanjang SIM di layanan mobil keliling ini?

1. Doa tentunya waktu kita keluar rumah. Agar selamat sampai tujuan. Pulang dan perginya. Bahkan untuk selamat di akhirat juga.

2. Pulpen. Jangan sampai ketinggalan bawa perlengkapan yang satu ini. Penting beud. Supaya enggak pinjam-pinjam. Kalau minjem-minjem, memperlama Anda memperoleh urutan terdepan.

3. Fotokopi KTP 1 lembar saja. Karena terbukti ketika saya bawa 2 lembar, satunya dikembalikan kepada saya. Jangan lupa gunting fotokopi KTP tersebut seukuran KTP-nya. Tak perlu satu lembar kertas fotokopian, karena petugasnya nanti akan mengguntingnya juga. Ini akan memperlama layanannya.

4. Asli SIM A dan/atau SIM C.

5. Klip, trigonal klip, atau penjepit kertas. Benda kecil ini penting untuk menyatukan lembar fotokopi KTP dan asli SIM agar tidak tercecer di tumpukan;

6. Sabar. Modal soft skill ini diperlukan beud. Orang sabar disayang Tuhan. Pun, sambil menunggu panggilan, sila untuk mengakrabkan diri dengan para pengantri yang lain. Bukankah kita makhluk sosial.

Setelah dokumen dan persyaratan di atas kita penuhi, saatnya untuk mengikuti tahap-tahap selanjutnya. Apa saja? Ini dia:

  1. Mengumpulkan 1 lembar fotokopi dan asli SIM A atau C atau keduanya yang mau diperpanjang di tempat yang telah ditentukan oleh petugas layanan SIM keliling;
  2. Petugas akan meneliti dokumen tersebut di atas kemudian melekatkan dokumen itu pada formulir isian;
  3. Petugas akan memanggil kita dan menyerahkan formulir itu untuk kita isi. Kepada yang mau memperpanjang 2 SIM akan mendapatkan 2 formulir juga;
  4. Isi formulir dan setelah selesai segera kembalikan kepada petugas yang memanggil kita;
  5. Petugas (waktu itu adalah Brigadir Polisi Dua Sumarno) akan mencatat formulir itu ke dalam buku besar, kemudian menyerahkannya kepada petugas yang ada di dalam mobil;
  6. Lima atau enam orang akan dipanggil ke dalam mobil;
  7. Di dalam mobil, kita akan diambil sidik jarinya secara eletronik oleh petugas, kemudian dipotret, dan membayar uang sejumlah Rp125.000,00 sebagai biaya perpanjangan SIM. Biayanya untuk perpanjangan SIM A atau SIM C sama sama. Dan jangan harap ada tanda terima. Karena memang tidak diberi oleh petugasnya;
  8. Tunggu sesaat dan SIM dicetak langsung dengan printer yang ada di sana;
  9. Setelah mendapatkan SIM ucapkan terima kepada petugas dan segera keluar dari mobil;
  10. Selesai, ucapkanlah Alhamdulillah.

Tepat pukul 09.23, saya yang mempunyai nomor urut 11, sudah keluar dari mobil keliling itu. Jadi sekitar satu jam lebih. Nah, entah berapa jam lagi lamanya bagi mereka yang urutannya di bawah saya.

Keuntungan dari memperpanjang SIM di layanan mobil keliling ini adalah tidak perlu tes kesehatan, tak perlu bayar asuransi, tidak perlu datang ke Polres Kota Depok untuk antri panjang.

Itu saja. Semoga informasi ini berguna bagi Anda semua yang mau memperpanjang SIM di wilayah Depok. Mohon maaf kepada semua pihak jika ada salah-salah kata atas penyajian informasi ini.

Kita berjumpa lagi lima tahun ke depan, jika ada umur panjang. Insya Allah.

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

21.46 WIB 21 Juli 2011

Tags: Surat Izin Mengemudi, Surat Ijin Mengemudi, SIM A, SIM C, Polres Depok, SIM Keliling, prosedur perpanjangan SIM A, prosedur perpanjangan SIM C, prosedur perpanjangan SIM, jadwal sim keliling depok, mobil keliling, detos, Depok Town Square, biaya perpanjangan SIM, biaya memperpanjang SIM, biaya perpanjangan SIM A, biaya perpanjangan SIM C, biaya memperpanjang SIM A, biaya memperpanjang SIM C, biaya perpanjangan SIM wilayah Depok, biaya memperpanjang SIM wilayah Depok, biaya perpanjangan SIM A wilayah depok, biaya perpanjangan SIM C wilayah depok, biaya memperpanjang SIM A wilayah depok, biaya memperpanjang SIM C wilayah depok, Honda Motor Care Pancoran Mas Depok, Perum Mutiara Depok Sukmajaya, DTC Pancoran Mas Depok, Kantor Samsat Cinere Limo, Margocity

TATA CARA PEMBUATAN PASPOR JAMAAH HAJI TAHAP 2


TATA CARA PEMBUATAN PASPOR JAMAAH HAJI TAHAP 2

 

    Setelah kita mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan untuk membuat paspor dan menyerahkannya ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor sebagaimana telah dijelaskan dalam tulisan terdahulu di sana, maka tahap selanjutnya adalah tahap pengambilan foto, sidik jari, dan wawancara.

    Sebelumnya Anda akan mendapatkan SMS yang dikirimkan oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas II Bogor yang beralamatkan di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.65 Bogor, yang meminta Anda untuk datang di hari dan waktu yang telah ditentukan. Jarak antara hari pengumpulan dokumen di Kantor Kementerian Agama sampai mendapat undangan dari Kantor Imigrasi Kelas II Bogor sepertinya kurang dari tiga minggu.

Sayangnya huruf yang terkirim dalam sms itu adalah huruf besar semua, sehingga saya menyangka sms itu adalah sms iklan yang sering sekali mampir ke handphone. Kalau sudah tahu itu biasanya langsung delete. Tetapi kebetulan Teh Bairanti mengingatkan saya tentang adanya undangan itu. Maka saya cek kembali hp dan benar ternyata memang ada undangan untuk datang ke Kantor Imigrasi Kelas II Bogor pada hari sabtu pukul 13.00.

    Maka, kalau sudah dapat undangan itu siapkan dokumen asli dari dokumen-dokumen yang telah dikumpulkan sebagai berikut:

  1. KTP;
  2. Kartu Keluarga;
  3. Akta Nikah;
  4. Akta Kelahiran/Ijazah;
  5. Bukti pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH);
  6. Surat Pendaftaran Pergi haji (SPPH).

     

Setelah sampai di Kantor Imigrasi Kelas II Bogor maka segeralah temui petugas yang mengirimkan sms kepada Anda supaya dia tahu bahwa Anda telah datang dan dia akan menyiapkan berkas Anda untuk masuk antrian pemanggilan pengambilan sidik jari dan foto. Tunggu dan duduklah di ruang tunggu yang telah disediakan. Lama juga, lebih dari satu jam.

Ketika dipanggil, Anda akan diambil sidik jarinya dan dilakukan pemotretan wajah Anda secara elektronik. Setelah itu Anda disuruh keluar untuk menunggu kembali adanya panggilan wawancara. Menunggu panggilan wawancara ini juga lama. Lebih dari satu jam juga.

Jika ada panggilan, maka Anda akan dilakukan wawancara sambil membawa dokumen Asli tersebut walau tidak dibuka-buka sama sekali oleh petugas imigrasi. Cuma ditanya kebenaran nama, tempat tanggal lahir, nama orang tua dan data terkait lainnya.

Setelah itu Anda diminta untuk membubuhkan tanda tangan pada blanko kosong paspor hijau. Kemudian? Pulang dah. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore ketika saya keluar dari Kantor Imigrasi kelas II Bogor.

Kapan Anda akan menerima paspor itu? Menurut kabar yang saya dapatkan, paspornya akan dibagikan di embarkasi.

Satu hal untuk perbaikan pelayanan imigrasi di Kantor Imigrasi Kelas II Bogor adalah seringkali urutan antrian direcoki oleh orang-orang yang bukan petugas Imigrasi dan bisa masuk ke dalam ruangan pengambilan sidik jari dan foto. Tentunya yang datang terlebih dahulu dilayani lebih awal daripada yang datang belakangan. Entah dia masuk ke dalam KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) ataupun tidak. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi.

Itu saja. Semoga informasi ini bermanfaat bagi calon jama’ah haji Kabupaten dan Kota Bogor khususnya, atau jama’ah haji dan masyarakat lainnya secara keseluruhan.

Ilal liqa’.

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

15 Juli 2011, 22.07

 

 

Tags: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Kantor Imigrasi Kota Bogor, imigrasi, tata cara pembuatan paspor haji, Bairanti Asriandhini, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji, KBIH, paspor haji, paspor hijau, Kantor Imigrasi Kelas II Bogor, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, perdim, imigrasi, passport, paspor, tata cara pembuatan passport haji 2011, tata cara pembuatan paspor haji 2011, tata cara pembuatan paspor, tata cara pembuatan passport, bogor, gedung tegar beriman, koperasi kantor kementerian agama kabupaten bogor, manasik haji, manasik haji massal, paspor hijau, paspor coklat, passport hijau, passport coklat, paspor internasional, passport internasional, international passport, ordinary passport, International Civil Aviation Organization, ICAO

KATA-KATA ATAU UCAPAN TASYAKURAN KHITANAN (SUNATAN)


KATA-KATA ATAU UCAPAN TASYAKURAN KHITANAN (SUNATAN)

Baca Juga  PORTOFOLIO RIZA ALMANFALUTHI

Di postingan saya tentang ucapan akikah banyak juga yang bertanya tentang ucapan buat besek khitanan. Kebetulan pula kalau hari ini, Ahad 10 Juli 2011, saya juga mengadakan syukuran khitanan anak saya yang pertama. Ya sudah, saya bikin saja ucapan tersebut mendadak di pagi harinya.

    Semoga ini juga bermanfaat buat Anda.

Teriring salam dari kami, telah tertunaikan sebuah sunnah, telah tertinggalkan masa kanak-kanak, telah tertandakan sebuah fase kehidupan berikutnya buat anak kami:

MAULVI IZHHARULHAQ ALMANFALUTHI

(HAQI)

yang telah dikhitan pada hari Ahad, 3 Juli 2011 – 1 Sya’ban 1432.

Senantiasa kami berharap atas doa Bapak/Ibu/Saudara/i semoga anak kami menjadi anak yang sholeh.

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Hormat Kami,

Riza Almanfaluthi/Ria Dewi Ambarwati

 

***

Telah terbit buku saya yang berjudul Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini pada Februari 2020 dan pada saat ini telah memasuki Cetakan Kelima.

Untuk membaca sinopsisnya silakan mengeklik tautan berikut: laman ini.

Untuk pemesanan buku silakan kunjungi: https://linktr.ee/RizaAlmanfaluthi

wp-15890098816839151754546465819424.png

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

10 Juli 2011

Tags: ucapan khitanan, khitanan, sunatan, ucapan sunatan, besek, ucapan buat besek khitanan, ucapan buat besek sunatan, ucapan buat berkat khitanan, ucapan buat berkat sunatan, berkat, berkat sunatan, berkat khitanan, ucapan besek khitanan, ucapan besek sunatan, ucapan berkat khitanan, ucapan berkat sunatan, ucapan aqiqah, contoh ucapan aqiqah, kartu ucapan aqiqah, akikah, akikoh, aqiqah, aqiqoh, contoh aqiqah, contoh kartu aqiqah, contoh kartu ucapan aqiqah, contoh kartu ucapan kelahiran, contoh kartu ucapan kelahiran anak, contoh kartu ucapan kelahiran bayi, contoh tulisan aqiqah, contoh ucapan akikah, contoh ucapan aqiqah, contoh ucapan aqiqah anak, contoh ucapan aqiqoh, contoh ucapan kelahiran, contoh ucapan kelahiran anak, contoh ucapan kelahiran bayi, contoh ucapan syukuran, contoh ucapan syukuran kelahiran anak, contoh ucapan tasyakuran, format aqiqah, kartu akikah, kartu aqiqah, kartu aqiqah anak, kartu kelahiran bayi, kartu ucapan akikah, kartu ucapan aqiqah, kartu ucapan aqiqah anak, kartu ucapan aqiqah bayi, kartu ucapan aqiqahan, kartu ucapan aqiqoh, kartu ucapan kelahiran, kartu ucapan kelahiran anak, kartu ucapan kelahiran bayi, kartu ucapan kelahiran bayi perempuan, kartu ucapan syukuran kelahiran anak, kartu ucapan tasyakuran, kata aqiqah, kata ucapan aqiqah, kata ucapan aqiqoh, kata ucapan kelahiran bayi, kata-kata akikah, kata-kata aqiqah, kata-kata untuk aqiqah, kata-kata untuk kelahiran bayi, kelahiran bayi, selamatan, selamatan kelahiran bayi, syukuran kelahiran anak, syukuran kelahiran bayi, tasyakuran aqiqah, tasyakuran kelahiran anak, ucapan 7 bulanan, ucapan akikah, ucapan akikah anak, ucapan akikoh, ucapan aqikah, ucapan aqiqah, ucapan aqiqah anak, ucapan aqiqah bayi, ucapan aqiqahan, ucapan aqiqoh, ucapan dalam berkat, ucapan dalam besek, ucapan kelahiran, ucapan kelahiran bayi, ucapan kelahiran bayi laki-laki, ucapan kelahiran bayi perempuan, ucapan syukur kelahiran anak, ucapan syukuran, ucapan syukuran aqiqah, ucapan syukuran kelahiran, ucapan syukuran kelahiran anak, ucapan syukuran kelahiran bayi, ucapan tasyakuran, ucapan tasyakuran aqiqah, ucapan tasyakuran kelahiran, ucapan terima kasih aqiqah, ucapan tujuh bulanan, ucapan untuk aqikah, ucapan untuk aqiqah, ucapan untuk kelahiran bayi

TATA CARA PEMBUATAN PASPOR JAMAAH HAJI TAHAP 1


TATA CARA PEMBUATAN PASPOR JAMAAH HAJI TAHAP 1

 

    Kini saatnya menjelaskan tata cara pembuatan paspor jamaah haji. Sejak tahun 2009 jamaah haji Indonesia tidak lagi menggunakan paspor coklat tetapi paspor internasional atau ordinary passport, yaitu paspor yang memenuhi standar dan memenuhi ketetetapan International Civil Aviation Organization (ICAO) atau biasa disebut paspor hijau.

    Bagi yang sudah memiliki paspor hijau tak perlu buat lagi. Untuk calon jamaah haji Kabupaten Bogor yang belum memiliki paspor akan dikoordinir pembuatannya oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor dan tentunya gratis.    

Pada saat manasik haji massal di Gedung Tegar Beriman Kabupaten Bogor dikemukakan syarat-syarat pembuatan paspor tersebut. Tetapi sayangnya berbeda pada praktiknya ketika sudah berhadapan dengan petugas haji di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Yaitu berkenaan dengan dokumen-dokumen yang harus dilengkapi. Apa saja?

  1. Fotokopi KTP         : 1 kali
  2. Fotokopi Kartu Keluarga    : 1 kali
  3. Fotokopi Akta Nikah    : 1 kali
  4. Fotokopi Akta Kelahiran, jika tidak ada fotokopi Ijazah. Usahakan ijazah yang memuat nama orang tua di dalamnya, seperti ijazah SMA, SMP, atau SD. Karena ijazah universitas tidak ada nama orang tuanya : 1 kali
  5. Asli Surat Keterangan/Rekomendasi dari Atasan jika yang mengajukan permohonan pembuatan paspor adalah Pegawai Negeri Sipil. Usahakan difotokopi juga sebagai arsip kita.
  6. Fotokopi bukti pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Surat Pendaftaran Pergi haji (SPPH) : masing-masing 1 kali.

    Agar dokumen-dokumen tersebut difotokopi dengan menggunakan kertas A4. Jangan memakai kertas kwarto atau folio. Usahakan fotokopinya juga bolak-balik. Jangan satu lembar-satu lembar.

    Selesai? Belum, nanti akan dicek terlebih dahulu oleh petugas di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor kelengkapannya. Ketika Anda merasa sudah memenuhi dokumen tersebut di atas dan ternyata masih belum lengkap. Karena apa? Karena ada dua formulir yang harus Anda isi. Apa? formulir Perdim. Perdim ini dibeli di Koperasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Harganya satu set sebesar Rp18.000,00 termasuk map khusus imigrasi dan 1 lembar meterai.

Jadi kalau ditambahkan, syarat tambahan tersebut adalah:

  1. Formulir Perdim yang telah diisi;
  2. Formulir Surat Pernyataan yang telah diisi dan bermeterai;
  3. Map Folio Khusus Imigrasi warna Hijau.

Supaya jangan bolak-balik, datang pagi-pagi dan isi langsung di tempat. Agar kalau ada yang kurang jelas bisa meminta keterangan cara mengisinya kepada petugas. Kalau tidak salah sebenarnya formulir Perdim ini gratis. Enggak tahu mengapa jadinya diperjualbelikan.

Itu saja dulu informasi tata cara pembuatan paspor haji 2011 tahap pertama di Kabupaten Bogor. Tahap selanjutnya akan ditulis menyusul. Insya Allah. Semoga bermanfaat.

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

22.58 03 Juli 2011

 

Tags: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, perdim, imigrasi, passport, paspor, tata cara pembuatan passport haji 2011, tata cara pembuatan paspor haji 2011, tata cara pembuatan paspor, tata cara pembuatan passport, bogor, gedung tegar beriman, koperasi kantor kementerian agama kabupaten bogor, manasik haji, manasik haji massal, paspor hijau, paspor coklat, passport hijau, passport coklat, paspor internasional, passport internasional, international passport, ordinary passport, International Civil Aviation Organization, ICAO

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    

HAQI DIKHITAN


HAQI DIKHITAN

    Sehari sebelum D-Day, hari ini, Ahad 3 Juli 2011, Haqi dikhitan. Sebelum shubuh kami sudah bersiap-siap agar kedatangan kami tepat waktu. Dokter yang akan mengkhitan Haqi tempat praktiknya jauh. Dan ia hanya memberikan waktu dari jam lima sampai jam tujuh pagi.

    Haqi umurnya sudah 11 tahun dan memang tidak kami paksa untuk dikhitan sedari dulu. Maunya dia saja kapan. Tetapi tak jemu-jemu kami menyarankannya untuk berkhitan segera dan paling lambat kelas enam sudah harus dikhitan. Beberapa bulan sebelum ujian kenaikan kelas Haqi ternyata sudah minta dikhitan. Katanya malu karena dari seluruh murid laki-laki di kelasnya cuma ada dua orang saja yang belum dikhitan.

    Ya sudah, kami meminta ia bersiap-siap untuk disunat pada liburan panjang ini. Tadinya kami mau mengikutkan Ayyasy untuk sunat sekalian, ternyata dia enggak mau. Kami bilang sama Ayyasy untuk sunat di tahun depan saja waktu naik ke kelas 5 atau di bulan Desember tahun ini saat di pertengahan kelas empat.

    Ditemani sama omnya Haqi, saya tiba di Pura Medika, tempat dokter Bambang berpraktik, tepat pukul 06.30. Ketika kami sampai, kami sudah berada di antrian nomor 3. Pun, di sana sudah ada yang teriak-teriak. Anak yang dikhitan dan teriak-teriak ini pakai metode laser. Sedangkan Haqi kami niatkan dengan metode smart klamp. Yang metode laser ini lama juga. Sedangkan anak yang kedua dikhitan, juga memakai metode yang sama dengan Haqi. Cukup 15 menit.

    Setelah tiba gilirannya, saya dan omnya Haqi masuk. Sesudah suntik sana dan sini cairan penghilang rasa sakit, kemudian dibersihkan, saatnya dipasang tabungnya. Pada waktu pemasangan tabung inilah tiba-tiba, kepala saya kok pusing, dan perut kok mual . Tanda-tanda waktu kejadian donor darah beberapa tahun yang lampu seperti akan terulang. Saya segera keluar untuk meminum teh hangat yang saya bawa dari rumah—terima kasih buat Ummu Haqi yang sudah menyiapkannya.

    Kemudian setelah tenang sedikit saya kembali masuk. Tak seberapa lama, proses khitan itu selesai. Langsung bisa jalan seperti tidak ada apa-apa. Keunggulan metode smart klamp seperti ini. Bahkan bisa langsung beraktivitas seperti sediakala atau berenang sekalipun.

    Setelah membayar ongkos khitan sebesar Rp500.000,00 dan diberikan obat-obatan kami pun berpamitan dengan dokter untuk pulang ke rumah. Muka Haqi sudah terlihat pucat. Ia memang belum sarapan. Saya memintanya untuk meminum teh hangat. Di dalam mobil ia langsung tidur.

    Saya mengirimkan pesan kepada Ummu Haqi untuk mempersiapkan segalanya karena kami sudah dalam perjalanan pulang. Memang sih, tidak ada rebanaan atau marawisan untuk khitanan Haqi ini. Dan kami tidak berniat mengadakan resepsi khitanan. Cukup dengan syukuran buat ibu-ibu satu RT di pekan yang akan datang. Tetapi penyambutan juga perlu buat Haqi untuk memberikan kesan bahwa Haqi telah melewati satu fase kehidupannya untuk menjadi laki-laki sejati dan muslim yang lebih baik lagi.

    Selamat Nak, semoga jadi anak yang sholeh juga. Dan jangan lupa untuk menjaga sholatnya karena kamu sudah baligh. Tanggal 3 Juli akan selalu diingat sebagai hari istimewa buatmu dan buat Abi.

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

08.47 3 Juli 2011.

Tags: Maulvi izhharulhaq Almanfaluthi, smart klamp, laser, sunat, khitan, dr. bambang, pura medika, bojonggede, bogor, pabuaran, D-Day, haqi, maul, maulvi, ayyasy

sajak gagal


 

sajak gagal

 

 

ada huruf yang gagal menjadi kata

ada kata yang gagal menjadi kalimat

ada kalimat yang gagal menjadi alinea

ada alinea yang gagal menjadi puisi, prosa,

dongeng dan seribu ucap

dari mulut-mulut lancang

berbusa dan penuh dusta

di akhir malam

makanya aku menjadi gagu

 

lalu aku sobek pagi dan keheningannya

dengan meminum seribu tetes embun yang tersaji

di daun-daun pohon rambutan dan rumput-rumput tetangga

menaruh butiran cahaya di atas kepala

dan hangatnya terasa di ubun-ubun

hingga menembusnya dalam-dalam

lalu aku kehilangan memori tentangmu

padahal sudah berbilang waktu

aku menaruh jariku di atas bak tinta biru dan kertas putih

bertuliskan statemen-statemen lara

kalau aku tiada daya menjadi amnesia

tapi kau tetap memaksaku

dengan kata yang menjadi cambuk

mendera punggung

sakitnya tiada terkira

kala itu di atas roda-roda baja

yang berputar tak pernah bosan

kecuali masinisnya yang punya kemauan

dan sepasang rel yang enggan

untuk berpisah 1 senti pun

 

aku terhenyak memejamkan mata

dan menaruh kepala di jendela

mengusir setiap warna dan benang

yang terpilin menjadi kain yang kau pakai saat itu

mengusir setiap uluran sendok dan garpu

ditambah dentingannya yang mengamuk

setiap rintihan angin yang menggigit-gigit kuduk

dan setiap irama yang kau perdengarkan

atau bola mata yang terkesiap ke atas

saat kau tertawa

dan aku tetap tak bisa menjadi orang gila

yang berpura-pura gila, setengah gila

atau gila yang nol

 

dan bagaimana aku bisa menjadi abai

untuk tiga huruf k a u

ketika aku mencoba menghitung debit air Pesanggrahan

yang mengalir di depan rumah

lagi-lagi banyak yang terkirim kepadaku

kata-kata dan gambar-gambar serupa sajak-sajak

di dhuha yang meronta-ronta

sejak itu aku menjadi tawananmu

dalam penjara tarik ulur

dan ketika kau buka pintu gerbangnya

aku tak mau keluar

karena aku adalah pesakitan seumur hidupku yang renta

 

ada yang gagal menjadi satu huruf pun

detik ini

untuk menjadi lupa

 

 

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

06.53 12 Juni 2011