Terimong Geunaseh untuk Sebaik-baik Manusia


Banyak orang mengirimkan pesan secara pribadi kepada saya. Mereka bertanya dan meminta solusi atas kesulitan mereka dalam mengisi SPT Tahunan atau layanan lainnya. Saya membantu sesuai dengan kapasitas saya.

Jika ada masalah yang tak bisa dipecahkan. Saya meminta mereka untuk menghubungi kantor pajak. Tanpa tatap muka tentunya karena kantor pajak pada saat wabah ini sedang tutup. Layanan diberikan secara telepon dan daring.

Baca Lebih Lanjut

Malam Pertamamu Bagaimana?


Photo by Naim Benjelloun on Pexels.com

Imbauan pemerintah dan MUI Kabupaten Bogor untuk melaksanakan kegiatan Ramadan di rumah saja di tengah wabah COVID-19 membuat suasana malam pertama Ramadan di sekitaran kami sepi. Tidak ada warga yang berbondong-bondong menuju masjid seperti biasanya.

Dari tangkapan layar CCTV masjid kompleks yang dibagikan di grup percakapan yang saya ikuti ada jemaah yang salat tarawih dengan saf yang renggang. Jemaah perempuan tidak terlihat.

Baca Lebih Lanjut

Tak Ingin Seperti Hindia Belanda 1918


Corona Virus Desease 2019Corona Virus Diseases 2019 (COVID-19) telah menjadi pandemik dan ditetapkan sebagai jenis penyakit yang menimbulkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat.

Wabah ini bisa berpeluang menyebabkan krisis ekonomi di Indonesia bila tidak ditangani dengan tepat. Kondisi pada saat ini pun telah memenuhi parameter sebagai kegentingan memaksa. Terutama pada penyediaan alat-alat kesehatan, penanganan pasien, riset vaksin dan obat, serta pencegahan wabah di masa depan.

Baca Lebih Lanjut

Perdikan di Tengah Pagebluk?


Atas jasa-jasanya membantu Kesultanan Demak, Ki Ageng Sela mendapatkan desa perdikan di Grobogan. Penduduknya dibebaskan dari pembayaran pajak dan kerja wajib. Saat masa kolonial Hindia Belanda tiba status perdikan tetap dipertahankan dengan Staatsblad nomor 77 tahun 1853. Status yang kemudian lenyap pada saat kemerdekaan Republik Indonesia dan tak elok terjadi pada kiwari yang menuntut kesadaran lebih-lebih.

Membaca Opini Kompas, Kamis, 19 Maret 2020, yang ditulis oleh Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta Suyanto membenarkan pemikiran selama ini. Laku pada kondisi sekarang bukan hanya soal membangkitkan kesadaran mencuci tangan, namun mengubah pemikiran orang tentang banyak hal.

Baca Lebih Lanjut