Lomba Baca Puisi Hori ke-78: Keragaman Interpretasi dan Gaya Membaca yang Sangat “Mereka


Kinan Fathiya Almanfaluthi pernah meminta kepada saya untuk menciptakan satu puisi. Niatnya, puisi itu akan dimusikalisasi dan dibacakan dalam lomba pencarian bakat di sekolahnya.

Puisi itu saya beri judul Kau Bukan Pecundang yang Bisa Ditemui di Setiap Lampu Merah. Singkat cerita, mereka menang lomba. Dari berbagai testimoni yang Kinan dengar dari guru dan teman-temannya dan diceritakan kembali kepada saya, puisi itu sangat menggugah. Oke, terima kasih.

Baca Lebih Lanjut

Menemukan Fotomu yang Tertinggal di Saku Celana Panjangku


 

 

Obituari untuk Mohammad Novaldi


Kabar itu mengentak saya di Rabu petang. Mohammad Novaldi meninggal dunia. Sesungguhnya kami hanya milik Allah dan hanya kepada-Nya kami akan kembali.

Esoknya itu saya cuti setengah hari. Mendatangi rumah duka dan menyalatinya. Kami pernah berkantor yang sama di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tapaktuan sejak 2013 sampai dengan 2017. Saya pun pernah satu kantor dengan istrinya di Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat setelah saya mutasi dari Tapaktuan.

Baca Lebih Lanjut

Jika Sempat, Singgah Dulu ke Rotterdam, Yas


Waktu mengantar Ayyasy ke Bandara Soekarno Hatta pada 27 April 2024.

Waktu itu Pasar Minggu sedang hujan deras. Apalagi pas jam pulang kantor. Terowongan Pasar Minggu menuju Tanjung Barat hanya bisa dilalui satu jalur karena banyak pemotor yang berteduh di sana.

Saya menelepon Ayyasy. Dering itu tidak lama. Ayyasy langsung mengangkatnya. Ia sedang tidak bekerja. Ayyasy memang sedang libur kuliah, libur semesteran. Ia sudah hampir empat tahun di Jerman. Hampir tiga tahun ia berada di Berlin saat ini. Menuntut ilmu di Technische Universität Berlin.

Continue reading Jika Sempat, Singgah Dulu ke Rotterdam, Yas

Menerbitkan Buku Sendiri, Mengapa Tidak?


INTIMATE CLASS BERSAMA RIZA ALMANFALUTHI ✨

Eksklusif dan Terbatas!

Pernah merasa kebingungan bagaimana caranya menerbitkan buku? 🤔 Tidak ada orang yang bisa ditanya soal menerbitkan buku sendiri?

Kini saatnya kamu menemukan jawabannya dalam sesi intimate class yang dirancang khusus untukmu!

📚 Beli buku ‘Matanya Bukan Mata Medusa, 41 Life Hacks Menyintas di Negeri Orang’ atau buku ‘Sindrom Kursi Belakang’ dan dapatkan tiket GRATIS untuk bergabung di Intimate Class ini! 🎟️

Di dalam sesi eksklusif ini, aku, Riza Almanfaluthi, akan berbagi secara mendalam tentang:
Menyiapkan materi buku
Menerbitkan buku
Memasarkan buku

Kenapa harus ikut?

🔹 Kelasnya akan sangat personal, dengan jumlah peserta terbatas untuk menciptakan pengalaman belajar yang dekat dan interaktif.
🔹 Kamu akan mendapatkan ilmu praktis yang nggak hanya ada di buku, tetapi juga dari pengalaman pribadi yang bisa langsung diterapkan.
🔹 Sesi ini dirancang agar kamu bisa lebih percaya diri untuk menulis dan menerbitkan buku sendiri.

🗓️ Tanggal: 2 Oktober 2024
🕑 Pukul: 19.30 s.d. selesai

Cara ikutnya?
1. Beli buku ‘Matanya Bukan Mata Medusa, 41 Life Hacks Menyintas di Negeri Orang’ atau buku ‘Sindrom Kursi Belakang’ sekarang juga!
2. Aku akan mengirimkan tautan Zoom Intimate Class ini pada 1 Oktober 2024.

💥 Peserta terbatas untuk menjaga keintiman kelas, jadi segera amankan tempatmu! 💥
🔗 Klik tautan berikut untuk detail lebih lanjut dan pembelian buku https://linktr.ee/rizaalmanfaluthi

Jangan lewatkan kesempatan langka ini untuk belajar langsung dengan Riza dan berbagi pengalaman menerbitkan buku!

Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong: Kedegilan yang Serba Tanggung


Buku Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong sampai di rumah kurang dari enam jam sejak dipesan di lokapasar. Di luar ekspektasi saya.

Sepulang dari kantor dan menjumpai buku itu, saya langsung membacanya di ruang tamu. Buku “radikal” dan di luar kebiasaan sepanjang pergaulan saya di dunia perbukuan. Tanpa kata pengantar, tanpa daftar isi, tanpa judul bab, tanpa prolog, tanpa epilog, tanpa ilustrasi. Tanpa basa-basi. Hanya ada isi dan lembar tentang penulis.

Continue reading Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong: Kedegilan yang Serba Tanggung

Sosok Artha Sepriana: Satu dari Sedikit Juru Sita Pajak Negara Perempuan


Memiliki profesi sebagai juru sita pajak negara, memaksa Ara, panggilan akrab Artha Sepriana, untuk pintar berkomunikasi. Apalagi posisinya sebagai “debt collector”negara harus memberikan citra yang berbeda dengan debt collector lainnya karena membawa nama instansi: Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang Asing.

Communication skill saya kan masih sederhana sekali pada periode awal menjadi juru sita,” ujar Ara di Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (13/9).

Baca Lebih Banyak

Life Hack ke-13: Kecerdasan ala Howard Gardner



Artikel ini merupakan subbab ke-13 yang ada di buku Matanya Bukan Mata Medusa, 41 Life Hacks Menyintas di Negeri Orang, sekaligus di dalamnya berisi life hack ke-13.

Namun, praktik pengajaran Bu Mus dan “stadium general” Pak Harfan berpijak pada prinsip yang tidak menyeragamkan standar kecerdasan anak. Semua murid diberi keleluasaan mengembangkan minat, potensi, dan bakat masing-masing.
(Asrori Karni-Laskar Pelangi: The Phenomenon)

Awalnya saya mengira kalau harga tiket pesawat dari Medan ke Jakarta atau sebaliknya akan mahal jika menjelang mudik atau balik lebaran saja, ternyata itu salah. Bahkan harga tiket pesawat ikut-ikutan mahal ketika satu minggu menjelang Ramadan serta bertepatan dengan liburan sekolah. Saya sampai kehabisan tiket pulang dari Jakarta ke Medan pada hari Ahadnya. Terpaksa saya izin tidak masuk satu hari kerja di hari Senin untuk bisa kembali ke Tapaktuan.

Baca Lebih Banyak

IKJ atau ITB?




“Nanti ada lomba cipta puisi. Siapa di kelas ini yang mau ikut?” tanya ustazah kepada murid-muridnya.

“Kinaaaaan!!!!” serempak semua murid tanpa dikomando berteriak menyebut satu nama.

Baca Lebih Banyak

Tiga Hal yang Disodorkan Buku Ini, Sebuah Kata Pengantar


Mencatat dan menuliskan kembali perjalanan hidup dalam gaya tulisan yang mudah dipahami sehingga membuat pembaca dapat mengambil hikmahnya adalah keunggulan yang dimiliki oleh Riza.

Riza menulis buku yang menceritakan perjalanan hidupnya ketika ditugaskan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tapaktuan, Aceh Selatan, Aceh. Tapaktuan memang salah satu daerah yang relatif jauh dari kota-kota besar. Jauh dari Banda Aceh, jauh pula dari Medan. Pegawai yang bertugas di sana sangat mungkin merasa berat dengan kondisi ini. Saya memahaminya karena saya pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJP Aceh periode Februari 2021—November 2024. Continue reading Tiga Hal yang Disodorkan Buku Ini, Sebuah Kata Pengantar