Testimoni: Nyastra, Tetapi Mudah Dicerna


Berikut adalah testimoni dari Pak Ahmad Dahlan saat buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini telah tiba di tangannya:

Sekian tahun yang lewat, saya iseng mengumpulkan nama teman-teman seinstansi yang menjadi penulis. Sebatas yang saya tahu sahaja, lewat blog mereka yang kebetulan mampir di linimasa medsos.

Foto-foto mereka kemudian saya simpan di komputer. Sesekali saya buka sebagai pemuas kekaguman kepada orang-orang bertalenta di bidang literasi itu. Saya berharap bisa ketemu dan mengenal langsung dengan mereka.

Lewat berbagai kesempatan, satu demi satu akhirnya saya bisa bertemu dan mengenal mereka. Alhamdulillah, Allah memberi jalan kemudahan.

Riza Almanfaluthi adalah salah seorang dari yang saya ceritakan itu. Saya sangat mengagumi tulisan-tulisannya yang selama ini ia tulis di blog pribadinya: Dedaunan di Ranting Cemara.

Tulisan-tulisannya amat nyastra, tetapi mudah dicerna. Saya memakai kata hubung “tetapi” karena menurut saya biasanya tulisan yang nyastra lebih sulit dicerna ketimbang tulisan biasa. Sudah begitu, isinya pun sarat makna.

Maka, begitu tahu bahwa ia menerbitkan buku (yang kedua), saya berlekas memesannya. Dan hari ini, buku itu tiba di meja kerja saya. Alhamdulillah.

Sinopsis buku ini bisa dilihat di laman ini.

Untuk pemesanan buku silakan mengisi formulir Google ini.

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.