Di Bawah Pohon Mati


​Senja melolong perih kepada awan gelap yang ikut merintih saat satu burung terbang hinggap di dahan pohon mati yang memeluk senyap di Tarangire. Burung yang nanar menatap perempuan di bawah pohon itu masih memungut satu-satu gumpalan perih yang tercecer dari jantung sedihnya, berdegup kencang, dan berwarna darah. Terus berharap merupa angin untuk kembali menganyam waktu-waktu yang telah lewat. Ia tak berhak menjadi namanya, menjadi dirinya.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Citayam, 7 Juli 2017

Tempat Keduanya Membanjir


aku membenci kenangan
karena itu akhir sebuah perjalanan

aku membenci renjana
karena itu awal jarak yang menjelma

lebih-lebih,
aku membenci syair-syair
tempat keduanya membanjir

aku penyair

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Citayam, 6 Juli 2017

Sebermulanya Kau Dipelukku


​Perempuanku,
sebermulanya kau dipelukku
aku akan mendaku
engkau segala
untuk kuberi bahagia
engkau pelita
untuk kutaruh cahaya

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Citayam, 5 Juli 2017

Cerita Mudik 2017: Tak mau Mengulang Brexit


Musim mudik usai. Besok Senin semua pekerja akan menjalani rutinitasnya masing-masing. Saya termasuk di antaranya. Dengan menyisakan perjalanan mudik 2017 di kepala sebagai perjalanan yang tidak memberatkan. Mudik atau baliknya. Salah satunya adalah saya akan menepi kalau saya sudah mengantuk mengendarai mobil. Daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lebih baik antisipasi.

Sebenarnya banyak hal dilakukan agar tidak mengantuk seperti menampar-nampar pipi, memukul-mukul paha, mengusap-usap wajah dan kepala berulang-kali, minum air putih banyak-banyak, cuci muka, dan minum kopi. Tapi kalau sudah mengantuk ya ternyata semua tidak mempan. Obatnya cuma satu: tidurlah yang nyenyak.

Continue reading Cerita Mudik 2017: Tak mau Mengulang Brexit

Burung-burung Nebraska


sebelum ke utara
di setiap musim semi
burung- burung tinggi
datang ke Nebraska,
sewaktu

sesudah masa isya
di setiap musim mimpi
bayang-bayangmu kembali
terbang di kepala,
selalu

 

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Citayam, 4 Juli 2017

Pelangi di Atas Brooklyn


 

di antara celah mega mendung
bidadari kecil turun dari surgawi
menaiki gerimis lembayung
mampir di kota tak pernah sunyi

selendangnya bertaburan puisi
berisi pesan wangi kesturi
sehelainya menyentuh pipi
membawa kenanganku pergi

 

***

Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Citayam, 2 Juli 2017