Di Bawah Pohon Mati


​Senja melolong perih kepada awan gelap yang ikut merintih saat satu burung terbang hinggap di dahan pohon mati yang memeluk senyap di Tarangire. Burung yang nanar menatap perempuan di bawah pohon itu masih memungut satu-satu gumpalan perih yang tercecer dari jantung sedihnya, berdegup kencang, dan berwarna darah. Terus berharap merupa angin untuk kembali menganyam waktu-waktu yang telah lewat. Ia tak berhak menjadi namanya, menjadi dirinya.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Citayam, 7 Juli 2017

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s