semboerat tempo doeloe


20.5.2005 – semboerat tempo doeloe:

tiba-tiba terbersit kilatan petir di kepalaku, mencoba mengurai kata demi kata yang lama terpendam, dalam, dalam sekali di palung hatiku. Mencoba menyapa jiwa di bumi Swarnadwipa dan di muara-muara pertempuran reptil dan ikan raksasa di timur Jawadwipa. wahai pemilik hati…. sudah lama tak kudengar kicauan ’merayu’ dari sukma-sukma kesepian perindu alam sudah lama tak kusapa tembok-tembok berlumut dari penyangga ampera dan jembatan merah penyusur waktu kini harapan membuncah dengan segumpal tanda tanya kapan lagi kicauan itu terdengar merasuk denyut-denyutku kapan lagi tembok-tembok itu bisa meratap mengajakku sambil berteriak: injak aku…injak aku, bersihkan lumut-lumut ini dariku ajak dia…ajak dia, bersamamu melihat senja turun indah dengan semburatnya ………….. ………….. Batavia, 20 Mei 2005

Kingdom of Heaven


Membaca ulasan Film Kingdom of Heaven di halaman 151-152 kolom 6 paragraf 2 edisi 16-22 Mei 2005, yang baru saja saya baca dengan judul tulisan “Yang ‘Kudus’ ..yang Berdarah”.
Saya kiranya dapat memberikan koreksi pada tulisan berikut ini:
“….dan seperti Abu Bakar yang menakhlukkan Yerusalem pada 637, atau di dunia Islam Arab lain kala itu, ia mengijinkan warga Yahudi untuk melakukan pekerjaan apa saja, mulai dokter sampai pegawai…”.
Dapat saya ungkapkan di sini adalah bahwa yang menahlukkan Yerusalem pada era awal pemerintahan Islam Pasca kematian Rosululloh Muhammad SAW adalah sahabat Umar bin Khaththab ra bukan sahabat Abu Bakar (Ashshidiq) ra. Itupun terjadi pada tahun 638 M bukan di tahun 637 M.
Hal ini bisa di baca dan dicari referensinya pada buku-buku sejarah Islam. Salah satu contohnya bisa dilihat pada buku Ensiklopedia Tematis DUNIA ISLAM jilid 2 penerbit: PT Ichtiar baru Van Hoeve di halaman 48 kolom 2 paragraf 3:
“Persetujuan ini disampaikan kepada Khalifah di Madinah, yang disertai permohonan agar Umar bersedia datang untuk menerima penyerahan Yerusalem. Pemimpin ini menyetujui perjanjian itu dan segera berangkat ke Palestina. Pada tahun 638 M, penyerahan kota suci itu dilakukan dari Patriach Sophorius kepada Khalifah Umar bin Khaththab.”
Sedangkan pengembangan wilayah pada masa Abu Bakar belum sampai pada penguasaan Yerusalem, bisa di baca pada halaman 47 buku yang sama pada kolom 2 paragraf 3:
“Pengembangan wilayah pada masa Abu Bakar berlangsung dari 12-13 H. Pada akhir pemerintahannya, pasukan Islam telah dapat menguasai daerah yang cukup luas. Selain Jazirah Arabia, yang dapat disatukannya kembali setelah munculnya gerakan pembangkang, beberapa daerah di luarnya dapat ditaklukan dan dimasukkan ke dalam kekuasaannya. Wilayah-wilayah yang berhasil ditaklukannya pada masa khalifah pertama ini antara lain Ubullah (terletak di pantai Teluk Persia), Lembah Mesopotamia, Hirah, Dumat al Jandal (kota benteng yang terletak di perbatasan Suriah), sebagian daerah yang berbatasan dengan Palestina, perbatasan Suriah dan sekitarnya.”
Demikian koreksi ini saya sampaikan, karena bagi yang sudah terbiasa membaca tentang sejarah Islam akan mengalami “keterperanjatan” yang mengganjal ternyata terjadi pada sebuah majalah sekaliber Tempo.
Kurang lebihnya mohon maaf. Billaahittaufiq wal hidayah.
Wassalaamu’alaikum wr.wb.

Preambule


Blog saya di Blogspot tidak tahu mengapa tidak dapat diakses oleh saya sendiri.

Ketika saya mencarinya melalu enjin google maka yang tampak adalah blog saya

tidak dikenal. Terpaksa saya  deh saya mengubur impian saya untuk berlama-

lama di blogpsot. Saya akhirnya pindah ke wordpress. Semoga bermanfaat saja.

Dan inilah preambule saya.

Sebuah kesempatan langka untuk bisa berkecimpung disini,
yang pasti setiap waktu yang kita gunakan hendaknya bisa digunakan dengan sebaik-baiknya.
mungkin bagi kita yang terhalang masalah finansial dalam pembuatan webblog di internet, disinilah kita mulai belajar membuat, menata, dan gratis lagi.
semoga usaha kecil kita disini–dengan menulis dan menulis–menjadi sebuah energi besar bagi suatu upaya perbaikan diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, bahkan negara kita. Allohua’lam