Di Antara Jembatan Holtekamp dan Kenangan Tapaktuan


Setelah bertemu dengan Pak Sekti di kanwil, hari belumlah selesai. Sehabis salat Asar saya langsung mengumpulkan anggota tim Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jayapura. Saya ingin berkenalan dan menyamakan visi dengan mereka.

Waktu berjalan dengan cepat. “Nanti kita buka puasa bareng di luar, Pak,” kata Mas Chandra, Kepala Subbagian Umum dan Kepatuhan Internal, KPP Pratama Jayapura.

Continue reading Di Antara Jembatan Holtekamp dan Kenangan Tapaktuan

Tifa di Hari Pertama


Lampu di ujung pesawat saat meninggalkan Jakarta.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya pernah meminta kepada pramugara Batik Air itu untuk membangunkan saya di waktu sahur, tetapi justru saya terbangun oleh suara samar-samar pengumuman. Saya beruntung bisa terbangun.

Pengumuman itu menginformasikan kalau waktu Subuh akan segera tiba 20 menit lagi. Jam ponsel menunjukkan pukul 03.10. Masih dalam mode Waktu Indonesia Barat. Saya segera menyantap roti yang disiapkan sebelum berangkat. Bismillaah, saya iringi pula dengan niat berpuasa Ramadan. Di luar jendela belum terlihat apa-apa selain gelap dan kelap-kelip lampu di ujung sayap pesawat.

Continue reading Tifa di Hari Pertama

Teknologi Berubah, Wajah Mereka Tetap Sama


Hujan begitu deras siang itu. Diiringi angin kencang dan suara jendela yang menutup dengan keras. Brak!!

Saya melihatnya dari ruang kelas yang sudah sepi. Di lantai 2 Gedung N PKN STAN. Beberapa menit lalu saya menutup kelas. Seperti kebiasaan saya selama ini, saya paling terakhir meninggalkan ruangan. Membereskan administrasi perkuliahan, menaruh materi ke dalam folder, dan menutup kelas secara daring. Semuanya serba tanpa kertas.

Continue reading Teknologi Berubah, Wajah Mereka Tetap Sama

Ramadan sebagai Zona 5G Spiritual: Mengapa Koneksi kepada Allah Terasa Lebih Kuat?



Pada saat pertemuan pertama pengurus masjid yang baru, salah seorang pejabat pajak memberikan sambutan. Di dalamnya ada kalimat yang membuat saya bertafakur. Kurang lebihnya ia mengatakan demikian: “Ramadan ini menjadi masa di mana konektivitas hamba kepada Tuhannya sedang tinggi-tingginya.”

Ini benar adanya. Di bulan itu intensitas ibadah meningkat: ada puasa di siang hari, tarawih, tadarus, sedekah, salat malam, atau iktikaf. Aktivitas spiritual yang biasanya tersebar menjadi padat dan terjadwal.

Continue reading Ramadan sebagai Zona 5G Spiritual: Mengapa Koneksi kepada Allah Terasa Lebih Kuat?

Disasarkan Google Maps ke Tepi Jurang


Pemandangan dan suasana pagi di Wringinputih, Borobudur, Magelang.

Ketika kami kembali ke Semarang dari Magelang pada Ahad petang, 14 April 2024, kami tidak mengambil jalur biasa: jalan Magelang-Ambarawa karena padatnya yang minta ampun. Kami mengambil jalan alternatif, yaitu Jalan Grabag-Pucang. 

Google Maps mengarahkan mobil kami belok kiri ke Jalan Grabag Secang. Seharusnya kami belok, tetapi kami abaikan. Mau putar balik juga nanggung karena Google Maps menunjukkan jalur lainnya. Akhirnya kami terus melaju menuju jalur lain yang ditunjukkan oleh Google.

Continue reading Disasarkan Google Maps ke Tepi Jurang

Singgah di Sebuah Warung Asli dan Tidak Buka Cabang di Tempat Lain


Seperti di tahun-tahun sebelumnya, kami menyengaja untuk mudik pada satu hari menjelang lebaran. Bukan tanpa maksud. Ini upaya kami untuk memaksimalkan hari-hari dan malam-malam terakhir Ramadan.

Biasanya pun jalanan sudah tidak seramai pada dua-empat hari sebelum Idulfitri. Nyatanya memang benar. Perjalanan kami hanya sebentar. Google Maps menginformasikan, kami membutuhkan hanya lima sampai enam jam menuju tempat tujuan.

Baca Lebih Banyak

Apalagi Kalau Sudah Berada di Waladdhooooollllliiiiiiiiin


Turutan (Gambar diambil dari situs web Kemenag)

Ada video yang menunjukkan seorang guru ngaji memegang tongkat kayu berukuran 50 cm. Tongkat itu akan dipukulkan ke paha atau lutut muridnya yang salah dalam membaca Al-Qur’an. Keras sekali pukulan itu sampai terdengar nyaring.

Walaupun di depan guru ngaji itu ada beberapa murid yang secara bersamaan mengaji dengan bacaan yang berbeda, telinga guru ngaji itu tajam menyimak setiap huruf yang keluar dari mulut-mulut muridnya.

Baca Lebih Banyak

Terbuang ke Planet Terpencil di Pinggiran Semesta


Dari para tetua kita menjadi tahu salah satu kiat supaya manusia bisa berumur panjang.

Pada setiap lebaran, kawasan puncak Jawa Barat menjadi biang kemacetan parah. Para pengendara yang melewati kawasan itu harus menaikkan derajat kesabaran karena untuk menempuh jarak 500 meter saja bisa membutuhkan waktu berjam-jam.

Namun, kemacetan di sana tidak membuat kapok. Selain karena itu satu-satunya akses utama dari Bogor menuju Cianjur atau sebaliknya, kesempatan lebaran menjadi waktu terbaik untuk liburan bersama dengan keluarga.

Baca Lebih Banyak

Kulangitkan Petrikor dari Tanah Aminku


Saya merasakan Ramadan yang berbeda daripada tahun sebelumnya. Terutama soal mengerjakan rangkaian ibadah di dalamnya. Saya merasakan keringanan. Pun, pada saat mengerjakan iktikaf di kompleks perumahan yang baru dua tahun ini kami tinggali. Saya baru pertama kali iktikaf di Masjid Almukhlisin.

Untuk iktikaf itu, saya tidur di rumah di awal waktu, lalu bangun pukul 02.00. Setelah ambil wudu, segera pergi ke masjid. Kalau berangkatnya jam dua pagi, saya mengerjakan banyak hal dengan tenang. Namun, kalau berangkatnya terlambat, seperti jam tiga pagi, saya mengerjakan rangkaian ibadah itu dengan tergesa.

Continue reading Kulangitkan Petrikor dari Tanah Aminku

Hilang Satu Tiket Enggak Bikin Gua Berantakan


Segelas nira sebagai muasal gula aren yang baru diambil dari pohon kelapa di Magelang.

Lebaran memang menjadi momen terbaik mendapatkan hikmah dari siapa saja.

Terutama pada saat silaturahmi kepada sanak saudara. Meminta doa ketika pamit malah dibalas dengan rentetan doa panjang. Salah satunya dengan doa semoga Allah memberikanmu rezeki yang banyak dan manfaat. Kata terakhir itu menghunjam kalbu sekali. Iya benar. Apa gunanya memiliki harta banyak, tetapi tidak memberikan manfaat buat sekitar?

Baca Lebih Banyak