Anak siapakah ini? Sungguh beruntung Orang Tua yang Memilikinya.


Anak siapakah ini? Sungguh beruntung Orang Tua yang Memilikinya.

Ketaatan terhadap syariat agama yang mulia seringkali ditampilkan oleh orang-orang yang sudah dewasa. Hal yang biasa pula kalau itu ditunjukkan seorang anak kecil yang bersekolah di sekolah-sekolah berlabel agama atau tinggal dekat komunitas santri. Namun tidak untuk kali ini. Seorang anak SD sudah mulai menunjukkan ketaatan yang menyentuh perasaan salah satu pengguna akun Facebook bernama Rifki Ramdan Maulana.

Rifki sempat memotret anak itu dari belakang dan mengunggahnya di linimasa Facebooknya serta menulis demikian:


Anak SD itu. (Sumber foto dari akun Facebook: Rifki Ramdan Maulana)

  Baca Lebih Lanjut.

RIHLAH RIZA #41: INI CERITA GAJAH YANG TAK TAMPAK DI PELUPUK MATA


RIHLAH RIZA #41: INI CERITA GAJAH YANG TAK TAMPAK DI PELUPUK MATA

Apa kabar, Pengelana Muda? Tak kujumpai kamu di setiap langkahku. Atau aku melangkah di jalan yang salah?

( Surat Jesse kepada Roy dalam Balada si Roy 2-Gola Gong)

Hari ini, Ahad, saya harus berangkat kembali ke Tapaktuan setelah liburan dan cuti lebaran selama dua minggu. Tapi tunggu dulu, ada sesuatu yang tertinggal. Ada dokumen yang harus saya bawa ke kota tempat kerja saya itu. Maka saya mencari dokumen tersebut dalam kantung plastik tempat saya biasa menyimpan segala sesuatu yang penting.

Sampai suatu ketika tangan saya menyentuh amplop berwarna telur asin. Saya tergerak membukanya. Ada dua lembar kertas warna putih berukuran A4. Kertas ini membawa ingatan saya kepada suatu waktu hampir empat tahun yang lalu. Kertas surat yang saya baca di atas bus Kopaja. Sebuah surat perpisahan.

Ya surat perpisahan. Namun bukan seperti surat perpisahan dari Jesse kepada anak bengal yang bernama Roy. Melainkan surat perpisahan yang bercerita banyak dan menyertai bingkisan dari teman-teman satu seksi saya di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Penanaman Modal Asing (PMA) Empat.

Saat itu saya memang dipindahtugaskan dari kantor tersebut ke kantor saya yang baru di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), tepatnya di Direktorat Keberatan dan Banding. Surat itu kini saya baca ulang. Tetap saja ada rasa haru yang muncul. Saya membacanya perlahan. Sahabat-sahabat saya tersebut terlalu berlebihan menilai saya. Saya belum seberapa dengan mereka sendiri. Membacanya…

Baca Lebih Lanjut.

Kisah Nyata Pegawai DJP: Dituduh Sebagai Calon Tersangka Korupsi dan Cukuplah Allah Sebagai Saksi


KISAH NYATA PEGAWAI DJP:

DITUDUH SEBAGAI CALON TERSANGKA KORUPSI

DAN CUKUPLAH ALLAH SEBAGAI SAKSI

 

Ini kisah yang dituturkan dari teman satu direktorat Gayus Tambunan pada tahun 2010. Saat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) diterpa badai kecaman serta pemberitaan yang begitu telanjang dan tidak seimbang karena salah satu pegawainya melanggar kode etik.

Bagaimana rasanya ketika keluarga besarnya mengejek sinis setelah menyaksikan tayangan televisi yang menyebut-nyebut namanya sebagai atasan Gayus? Bagaimana rasanya diberitakan oleh salah satu televisi nasional sebagai “calon tersangka koruptor”? Bagaimana rasanya saat turun dari pesawat ia disapa oleh penumpang yang lain dengan pertanyaan: “Ibu atasannya Gayus?”

Kisah yang diceritakan dan ditulis sendiri oleh Ibu Dwi Astuti ini bisa dibaca dalam Buku Berbagi Kisah & Harapan 2: Bertahan di Tengah Badai yang diterbitkan oleh DJP di tahun 2011 lalu. Selamat membaca.

berkah2

Buku Berbagi Kisah & Harapan: Berjuang di Tengah Badai

Baca Lebih Lanjut

RENUNGAN BUAT PARA JOMBLO, MENGAPA RASULULLAH HANYA MENIKAHI SATU ORANG PERAWAN?


 

RENUNGAN BUAT PARA JOMBLO, MENGAPA RASULULLAH HANYA MENIKAHI SATU ORANG PERAWAN?


(Gambar dari islamic-literatures.com)

 

Rasulullah Muhammad Saw beristri lebih dari empat. Tepatnya dua belas orang. Mereka itu adalah Khadijah binti Khuailid, Saudah Al-A’miriyah, A’isyah binti Abu Bakar, Hafshah binti Umar bin Khattab, Zainab binti Khuzaimah, Ummu Salamah, Zainab binti Jahsy, Juairiyah binti Harist, Shafiyyah binti Hay, Ummu Habibah, Maimunah binti Harist, dan Mariya Al-Qibthiyyah.

Dari dua belas istri Rasulullah Saw tersebut hanya satu orang yang dinikahi dalam keadaan perawan oleh beliau, yaitu Aisyah Ra. Selebihnya janda. Lalu jika timbul pertanyaan: “Bagaimana Rasulullah Saw bisa menganjurkan untuk menikah dengan gadis, sedangkan beliau sendiri lebih banyak menikah dengan para janda?

Baca Lebih Lanjut

INI KISAH NYATA SEBUAH KEAJAIBAN, TAS YANG SEMPAT RAIB DI KOMPLEKS MASJID ITU DITEMUKAN KEMBALI


INI KISAH NYATA SEBUAH KEAJAIBAN,

TAS YANG SEMPAT RAIB DI KOMPLEKS MASJID ITU DITEMUKAN KEMBALI

    Waktu itu saya dan dua anak laki-laki saya sedang berada di Masjid Agung Jawa Tengah seusai melaksanakan salat zuhur berjamaah. Untuk kali keduanya saya datang ke masjid terbesar di Jawa Tengah ini. Mumpung mudik di Semarang kami sempatkan untuk singgah di sana.

Kami menikmati keteduhan di dalamnya sembari mengagumi ornamen bangunan dan kotak kayu tempat menyimpan Alquran raksasa berukuran 145×95 cm2 hasil karya anak bangsa. Tak lama kami keluar masjid sambil berteduh di sebuah bangunan kosong di depan toko suvenir.

Di sana, saya menyempatkan diri untuk menulis di blog saya. Sedangkan Mas Haqi lagi asyik dengan tabnya. Dan Mas Ayyasy melihat-lihat pemandangan sekeliling masjid dan keramaian orang mengantri untuk menaiki Menara Asmaul Husna setinggi 99 meter.
Baca lebih lanjut

DI BAWAH NAUNGAN COLOSSEUM OF JAVA


DI BAWAH NAUNGAN COLOSSEUM OF JAVA

Subhanallah, waktu berjalan tiada berhenti. Tiada melambatkan waktunya sedikit pun. Meninggalkan segalanya. Dan sekarang sudah tanggal 3 Agustus 2014 saja. Meninggalkan tanggal 24 Juli 2014–sebagai saat terakhir saya menulis di Tapaktuan–di belakang. Sekarang saya berada di Semarang. Di sebuah masjid yang teduh, Masjid Agung Jawa Tengah. Tahun ini saya kembali mudik ke kota kelahiran istri. Untuk bersilaturahmi dengan sanak kerabat dan berziarah ke makam mertua.

Setelah menempuh ribuan kilometer dari Tapaktuan dan hanya beristirahat sehari semalam, maka dengan tekad dan niat yang diupayakan selurus mungkin saya berangkat mudik pada hari Ahad. Satu hari menjelang lebaran. Syukurnya Allah memudahkan segalanya. Perjalanan relatif dilancarkan. Hanya menemui sedikit kemacetan di Cijelag dan Jembatan Comal. Ya, untuk tahun ini kembali kami arungi medan laga jalur permudikan melalui jalur tengah. Via Cipularang keluar Gerbang Tol Purwakarta lalu tembus ke Situ Buleud, Wanayasa, Sumedang, Cijelag, Palimanan, Kanci, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal sampai ke Semarang.

Saya yang biasanya ‘ngantukkan’ ternyata mampu kuat mengendarai mobil sendiri tanpa istirahat tidur sampai Batang. Setelah di kota sebelah Pekalongan itu saya merasa capek dan harus berhenti. Sampai di rumah Semarang jam setengah empat pagi. Kalau ditotal maka kami telah menempuh jarak 558 KM dalam waktu 18,5 jam. Alhamdulillah kami  bisa salat Id di tempat. Padahal kami sudah tidak berharap dan tidak diupayakan dengan keras untuk segera tiba di Semarang. Mengingat kondisi jalan, situasi lebaran, dan hanya saya sendiri yang jadi supir.
Baca lebih lanjut

Di Sebuah Gerbang


Riza Almanfaluthi's avatarRiza Almanfaluthi

image

Buat orang yang berpuasa Allah sudah sediakan pintu untuk memasuki surga, pintu Arroyyan.

Buat orang yang bersilaturahim ke Selatan Jawa, sudah disediakan gerbang untuk memasuki Kota Sejuta Bunga, Magelang.

***
Riza Almanfaluthi
Di pojokan senja yang terlipat
16.09 2 Syawal 1434H
9 Agustus 2013

View original post

RIHLAH RIZA #40: BUKU, KUE , DAN TAS


RIHLAH RIZA #40: BUKU, KUE , DAN TAS

Akan dipergilirkan kepada mereka tertawa usai kesedihan. Dan akan dipergilirkan kepada mereka sedih usai tertawa.

Saya tidak tahu mau bicara atau menulis apa atas begitu banyak keberkahan yang dilimpahkan pada Ramadhan 1435 H ini. Walau dengan tertatih-tatih mengejar segala ketertinggalan amalan di bulan mulia itu. Semuanya dimudahkan oleh Allah. Sepanjang doa yang terlantun memang terselip salah satu doa: Allahumma yassir wala tu’assir. Ya Allah mudahkanlah dan jangan Engkau persulit.


(Sumber foto dari sini)

    Maka pengalaman puasa di Tapaktuan ini terasa berbeda ketika di Jakarta. Alhamdulillah saya tidak merasakan batuk yang seringkali mendera saat saya berpuasa. Makanan insya Allah senantiasa terjaga, terkendali, dan tidak berlebihan. Terutama tidak minum yang dingin-dingin di saat berbuka.

Shalat tarawih pun benar-benar dijalankan dengan penuh kekhusyukan. Apalagi rata-rata para imam salat di masjid atau meunasah bacaannya bagus-bagus seperti para masyaikh atau imam Masjidil Haram itu. Suatu saat air mata saya meleleh deras ketika mendengar bacaan imam salat magrib di masjid kompleks Gedung Keuangan Negara di Banda Aceh. Bacaannya seperti bacaan Ahmad Saud. Mungkin pada saat itu frekuensi hati lagi menyambung dengan langit.

Baca lebih lanjut.

PATRIOTISME SAMPAI AKHIRAT


PATRIOTISME SAMPAI AKHIRAT

071814_0401_PATRIOTISME1.jpg

“War costs money”

Franklin D Roosevelt, Januari 1942

Wajahnya kusut tapi dengan senyum yang tak pernah lepas. Kumis yang menyambung dengan jenggot di dagu. Penampilannya tidak seberapa tinggi. Berkulit coklat. Umurnya mendekati lima puluhan. Laki-laki itu membawa secarik kertas datang ke ruangan Seksi Penagihan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tapaktuan. Saya menyambut dengan tangan terbuka, menjabat erat tangan, dan mempersilakan duduk untuk menjelaskan maksud kedatangan.

Ia warga Tapaktuan. Pemilik sebuah CV yang sudah lama bangkrut. Sekarang hanya mengandalkan bisnis fotokopi. Jauh dari kondisi jayanya pada tahun 2008 ke bawah sebagai penyuplai kebutuhan kantor. Rumahnya sudah diberi plang oleh sebuah bank. Ternyata ia tiba untuk memenuhi undangan kami. Sedianya ia diminta datang membahas penyelesaian utang pajaknya pada hari Selasa pekan depan, namun dikarenakan ia punya urusan di hari itu, Rabu pekan ini ia sempatkan diri memenuhi panggilan.

“Saya tahu Pak saya masih punya utang. Dan saya datang ke sini bukan untuk meminta keringanan atau penghapusan. Saya akan tetap bayar semuanya. Tapi tidak bisa sekarang. Mohon kesempatannya untuk bisa mencicil,” katanya menjelaskan. “Saya tidak mau punya utang kepada siapa pun. Utang kepada orang lain ataupun kepada negara. Saya tak mau mati membawa utang. Setiap utang akan diminta pertanggungjawabannya,” tambahnya lagi.

Baca Lebih Lanjut

CARA CEPAT HENTIKAN CEGUKAN TANPA AIR


Riza Almanfaluthi's avatarRiza Almanfaluthi

Ini sudah saya twitkan tentang cegukan itu. Tapi saya narasikan agar menjadi abadi adanya ia. Tak tertelan sama kicauan yang lain. Dan semoga saja bisa manfaat buat yang lain. Iya tuh Bro, waktu pagi tadi saat mau mengeluarkan motor tahu-tahu dari mulut saya keluar bunyi-bunyian: Ceguk. Cegik. Ceguk. Cegik.

Saya pikir cegukan seperti ini tak akan bertahan lama. Eh ternyata sampai kereta datang di Stasiun Citayam cegukan itu tak berhenti. Tubuh saya sampai terangkat sedemikian rupa kalau lagi cegukan. Saya sampai tak enak sama yang lain. Makanya segera saya cari cara menyembuhkan cegukan tanpa air melalui Google. Biasanya kalau pakai air sih mudah menghentikannya. Tinggal minum air putih sebanyak-banyaknya sambil menutup hidung. Insya Allah berhasil. Lah ini pas ada di kereta bagaimana minum airnya coba?

Dan ketemu juga tips menghentikan cegukan itu tanpa air. Cuma sebelumnya saya mau kasih tahu mengapa sih terjadi cegukan pada diri kita setiap manusia. Kalau…

View original post 378 more words