Berlari Sejauh Delapan Kilometer Pulang Pergi Untuk Membaca Buku Ini


Karena saya adalah pelari hobi, maka untuk mengambil buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini, Mas Haryo Seno menggunakan kesempatan itu dengan berlari dari rumahnya yang berjarak empat kilometer saja dari rumah saya

Maka Sabtu pagi itu ia berlari. Dering teleponnya membangunkan saya yang sedang mager (males gerak). “Saya sudah di depan rumah,” katanya. Wah, ia sudah datang.

Baca Lebih Lanjut

Testimoni: Seperti Bersua Langsung


Berikut adalah testimoni dari Edmalia Rohmani saat buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini telah tiba dalam pangkuannya:

Saya masih dalam proses menyelami buku ini. Ketika membacanya saya seakan bersua langsung dengan sang penulis. Tulisan beliau selalu segar, informatif, dan inspiratif. Beliau adalah salah satu panutan saya dalam menulis, saya tahu saya sangat beruntung.

Baca Lebih Lanjut

Testimoni: Dorongan Semangat Untuk Terus Menulis


Berikut adalah testimoni dari Kak Johana Lanjar Wibowo saat buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini telah tiba dalam genggamannya:

“Barangkali karena saya hanya cukup berpuas diri sekadar memublikasikan tulisan yang saya buat di blog, menyebarkan tulisan itu melalui aplikasi Whatsapp, atau mengeposkannya di akun-akun media sosial. Sebenarnya itu belumlah cukup. Membukukannya itu mesti karena ia adalah simbol dan salah satu warisan budaya. Bahkan di era ketika fisik buku berubah menjadi digital.”

Baca Lebih Lanjut