Peron Dua


Sendirian di gerimis, lamis
Aku menunggu kereta di peron dua
Barangkali, kau menghitung entah
dengan aku tak letih-letih
meluruskan saf-saf sajak.

Barangkali, kau menghitung entah
aku sendirian di gerimis, lamis
dengan segelas teh hangat
penuh jejak bibirku di bibir gelas
yang ingin kauhapus dengan bibirmu.

***

Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Soetta, 09 Oktober 2017

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s