Gunung Arjuna


 

Ingatlah, ketika aku menggelepar di suatu pagi,
kuyup dihujani cahaya tak henti-henti,
malu ditelanjangi kabut, awan, langit, dan pohon-pohon tinggi
melayang diterbangi kesiut dingin di genting-genting rumah dan tiang-tiang besi.

Hijau, seperti wangi atarmu, tak ingin pergi,
dari mata, sedikit pikiran, dan hati.
Kelak, punggung-punggungku yang kaudaki
tak akan menjadi abu karena terbakar api.
Padam! ada gerimis bergemuruh di dada kiri.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
06 Oktober 2017
Gambar koleksi Riza Almanfaluthi

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s