Nazi di Balik Republik Nias Merdeka


Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) lagi sibuk-sibuknya pada saat ini. Terutama mencegah kapal yang berisi pengungsi Rohingya masuk ke wilayah Indonesia. Mereka datang bergelombang sejak November 2023.

Badan yang dibentuk pada tahun 1972 ini memang memiliki tugas melakukan patroli keamanan dan kesalamatan di wilayah perairan Indonesia dan wilayah yurisdiksi Indonesia.

Baca Lebih Lanjut

Tak Banyak yang Tahu Akar Sejarah Hari Ibu


Hari ini adalah Hari Ibu. Hari Ibu yang ke-95.

Kalau kita mengilas balik, pada tanggal 22-25 Desember 1928 terselenggaralah Kongres Perempuan Indonesia I di Yogyakarta. Kongres ini bertujuan untuk mempersatukan organisasi-organisasi perempuan dalam satu wadah.

Kemudian pada Kongres Perempuan ke III di Bandung pada tahun 1938, tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu. Hari yang dijadikan tonggak perjuangan kaum wanita Indonesia secara terorganisasi untuk bersama-sama dengan kaum pria berjuang mencapai kemerdekaan Indonesia.

Baca juga:  Sinopsis Buku Sindrom Kursi Belakang

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959, Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Nasional. Ini berarti di setiap tanggal itu, tidak hanya kaum perempuan, seluruh masyarakat Indonesia, baik di dalam ataupun di luar negeri, memperingatinya.

Nuansa dari Keputusan Presiden itu adalah Hari Ibu sebagai hari kebangkitan dan perjuangan wanita yang tidak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan bangsa. Api semangat dalam perayaan Hari Ibu adalah semangat perjuangan.

Ini yang tidak bisa dinafikan karena di tahun-tahun itu, kemerdekaan bangsa Indonesia baru berumur empat belas tahun. Masih terasa gelora perjuangan untuk memerdekakan dirinya sebagai bangsa yang bebas, lepas dari belenggu penjajahan, dan berperang dengan para penjajah yang ingin menginjak kembali tanah jajahannya.

Baca: Daftar Isi Buku Sindrom Kursi Belakang

Hari ini adalah hari ibu. Hari Ibu yang ke-95.

Kini, kita sudah 78 tahun merdeka. Nuansa peringatan Hari Ibu telah berubah karena zaman yang telah berubah pula. Nuansa Hari Ibu pada saat ini yang terasa menyolok adalah semangat untuk lebih berperan dan mandiri. Tidak masalah, karena di setiap zaman ada orangnya dan di setiap orang ada masanya.

Namun, ada yang tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Bahwa perempuan Indonesia adalah mereka yang pantang menyerah, tidak lepas dari kodratinya sebagai madrasah utama buat anak-anak, cerdas intelektual, cerdas emosional, dan cerdas iman. Tak bisa dilepaskan pula dari kelembutan dan keindahan.

Ya, kini para perempuan Indonesia adalah mereka yang bersuara, mereka yang berdaya dan berkarya, mereka yang peduli dan berkontribusi.

Terima kasih telah menjadi perempuan Indonesia. Terima kasih telah menjadi istri yang senantiasa mendorong dan menemani. Terima kasih telah menjadi ibu sepenuh jiwa buat anak-anak. Terima kasih telah menjadi sahabat terbaik dalam pekerjaan dan perjalanan.

Hari ini adalah Hari Ibu. Hari Ibu yang ke-95.

Selamat Hari Ibu.

***

Artikel ini dibuat dan dibacakan pada saat peringatan Hari Ibu ke-95 di Kantor Pelayanan Pajak Badan dan Orang Asing

Gambar milik IKANAS STAN dan dibuat oleh Nindya Sylviana W. @nindyasylviana

Sumber referensi: Mimbar Jatim, Majalah Bulanan Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Timur Edisi 6 Tahun 1997

Memesan buku Sindrom Kursi Belakang di tautan berikut: https://linktr.ee/rizaalmanfaluthi.

Siapa yang Berbohong? Menyelisik Propaganda Netanyahu


Selain perang secara fisik, kedua pihak juga berperang dalam memenangkan dunia informasi. Salah satunya pamflet yang dikeluarkan oleh Hamas ini.

Peristiwa selama dua bulan terakhir ini telah membuka mata dunia.

Utamanya tentang apa yang telah dilakukan Israel kepada Palestina adalah bentuk penjajahan. Masih banyak orang yang tidak tahu bahwa jauh sebelum Israel didirikan pada 1948 sampai dengan saat ini, Yahudi Zionis masih terus melakukan pengusiran terhadap penduduk asli Palestina dan mendirikan pemukiman-pemukiman Yahudi ilegal.

Baca Lebih Banyak Lagi

Negara Arab Diam Saja


Pembakar Masjid Al-Aqsha saat ditangkap. Ia dibebaskan oleh mahkamah israel karena dianggap sinting.

Saya sedih melihat video pembantaian itu terjadi. Sekolah diledakkan oleh tank dan puluhan nyawa murid sekolah melayang. Tubuh-tubuh kecil itu hancur berserakan dan lantai penuh darah (18 November 2023).

Platform Telegram menyajikan video itu seketika dalam kesempatan pertama dan mempertontonkan kebiadaban israel kepada dunia. Platform ini menjadi sarana pejuang Hamas untuk menyiarkan segala kejahatan terhadap kemanusiaan itu.

Baca Lebih Banyak

Everything Else is Made in China, but Courage is Made in …


Di bawah tenda yang terbuat dari potongan-potongan kain yang disambung-sambungkan, seorang kakek berasal dari Gaza mengeluarkan kalimat yang menggetarkan hati siapa pun yang mendengarnya. Begini bunyinya.

**

Kalian mengirimkan kapal tempur induk karena apa yang telah kalian lakukan?

Kalian membuat kami bangga akan diri kami sendiri. Aku mengangkat kepalaku tinggi-tinggi karena seluruh penindas di dunia bersekongkol melawan kami. Dan persekongkolan mereka yang melawan kami bukan sekadar omongan saja. Tidak!

Baca Lebih Lanjut

Kalau Punya Utang Jangan Lari


Di suatu masa, saya pernah menonton siniar keuangan di Youtube. Host bertanya kepada narasumber soal buku yang wajib dibaca untuk mereka yang ingin sukses dalam berinvestasi. Ada empat buku yang ia sodorkan, salah satunya adalah The Richest Man in Babylon.

Saya tertarik dengan sarannya dan sempat mencari buku itu secara daring, tetapi tidak menemukannya. Sampai suatu Ketika, pada dua pekan lalu, saya berkunjung ke toko buku dan mendapatkannya di salah satu rak. Saya langsung membeli dan membacanya.

Continue reading Kalau Punya Utang Jangan Lari

Berjuang dengan Apa yang Kita Bisa. Salah Satunya Melalui Media Sosial


Membasmi binatang di Gaza adalah kalimat yang dilontarkan oleh Menteri Pertahanan israel Yoav Gallant pada Ahad, 8 Oktober 2023. Pernyataan penuh penghinaan itu sudah biasa dilontarkan para zionis.

Salah satu pemimpin israel, Moshe Dayan, di hari-hari awal dari 35 tahun pendudukan militer di Palestina, pernah mengatakan kepada rekan sejawat di kabinetnya kalau israel harus memberi tahu orang-orang Palestina bahwa mereka akan “hidup seperti anjing dan siapa pun boleh pergi jika mau”.

Baca Lebih Lanjut

Risalah Pembaca Buku Bekas


Dunia kerja ASN dan PNS pada umumnya adalah dunia pengabdian yang sarat rutinitas dan tugas. Setidaknya 84 persen mereka yang memasuki dunia itu mengaku karena ingin berkontribusi kepada negara. Ini kata survei Kemenpan RB tahun lalu. Sayangnya, entah disadari atau tidak, banyak awak ASN yang akhirnya terjebak dalam rutinitas sistem itu sendiri, seolah dunia lain di luar sana sudah mati. Mereka tenggelam dalam SOP tugas harian—pagi ke malam—dan sebagian mengubur talenta yang sebenamya pernah mereka cita-citakan. Kalaupun dilakukan, talenta itu akhirnya tak lebih dari sekadar hobi pengisi jeda rutinitas semata. Haruskah lingkungan kerja ASN menjadi kuburan bagi berkembangnya talenta lain orang-orang di dalamnya? Bukankah seharusnya masing-masing bisa tumbuh beriringan, bahkan saling melengkapi?

Baca Lebih Lanjut

Seperti Umur Manusia, Serupa Usia Dunia, Perjalanan Ini Singkat Belaka


Perjalanan ini singkat belaka.

Kamis sore itu, usai mengikuti diklat di bilangan Pancoran, Jakarta, saya langsung menuju Stasiun Pasar Senen.

Saya diantar oleh tukang ojek pangkalan yang biasa mangkal di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan di Jalan Jenderal Gatot Subroto. Karena sudah berlangganan, pria asal Madura itu bersedia menjemput di mana dan kapan saja saya membutuhkan jasanya.

Sebelum sampai di Stasiun Pasar Senen, saya memintanya untuk singgah sebentar ke Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Menteng Satu. Ada barang yang harus saya titipkan ke Pak Satpam di sana: pena Galaxy Samsung S8. Pena itu milik Mbak Ais, teman diklat, yang kebetulan terjatuh di tempat parkir mobil dan syukurnya berhasil saya temukan.

Baca Lebih Lanjut

Ikut Arus Dunia Perbatuan


Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan testimoni ini di akun Instagram teman saya, yaitu Mbak Adella Septikarina. Pemilik akun @adella_septikarina ini menyampaikan ulasan singkat terkait buku Sindrom Kursi Belakang.

Darinya saya mendapatkan ide untuk mempromosikan buku ini kepada teman-teman yang mutasi atau promosi di lingkungan kantor dan ditempatkan di seluruh penjuru negeri. Buku ini benar-benar relevan dengan seluruh kondisi yang dialami oleh teman-teman saya tersebut.

Baca Lebih Banyak