Harum Cahaya


Mei bukan soal bulan penuh hal, melainkan pula buku-buku yang telah dibuang ke pendiangan di balik tempurung kepala.

Juni telah tiba, juga bukan soal hujan dan gerimisnya yang menggenangi kertas para penyair dengan puisi imaji mereka, melainkan apa lagi yang akan jadi batu bara untuk menyalakan tungku di balik tempurung kepala.

Ramadan berada di sisi, menggandeng tangan dengan kehangatan, ini membincang soal tekad. Sekarang, Quran nan kudus itu yang akan mengisi apa yang di balik tempurung kepala dengan harum cahaya, akan berapa kali kau selesaikan?

 

***

Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara

6 Juni 2017

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s