Sarang


Di suatu bus yang membawa penumpang dengan segala penat. Mereka tidak tahu ada yang berjingkat-jingkat dalam kebisuan dan kelelapan mereka: kenangan yang enggan menyerah untuk dilupa. Dan satu perihal: pagi yang cepat menjelma menjadi senja: sarang dari segala induk kenangan.

***

Riza almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara

6 Juni 2017

Gambar dari pinterest.com

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s