CARA AJAIB AGAR PERKATAAN ANDA DIDENGAR DAN DITAATI


CARA AJAIB AGAR PERKATAAN ANDA DIDENGAR DAN DITAATI

Saya pernah membaca kisah di bawah ini. Entah kapan. Tetapi sepertinya sudah puluhan tahun lampau. Entah pada saat saya di sekolah dasar atau pada saat saya sedang kuliah. Namun itu tak penting. Yang penting adalah pati kisah itu melekat kuat di benak saya. Kuat sekali. Kisah sebuah keteladanan.

    Sabtu sore, saya sedang menulis sesuatu. Kebetulan terkait masalah kemunafikan. Lalu saya ingat kembali kisah itu. Tetapi karena khawatir jalan ceritanya menyimpang, saya tunda untuk menuliskannya.

    Saat jelang maghrib, saya melihat sebuah majalah wanita. Saya iseng mengambil dan membolak-balikkan halamannya. Kali saja saya dapat materi yang bagus untuk saya transfer dan bagi kepada jama’ah masjid. Kemudian mata saya terantuk pada sebuah rubrik yang diasuh oleh Ustadz Musyafa Ahmad Rahim yang membahas hadits Ar’bain nomor 28.

Subhanallah, kebetulan luar biasa, di sana ditulis juga tentang kisah yang saya ingin tulis, kisah yang sudah lampau sekali terekam dalam memori saya dan saya temukan kembali. Saya langsung ingin menceritakannya pada Anda semua Pembaca, semoga bermanfaat.

Diceritakan bahwa Al-Hasan Al-Bashri, salah seorang ulama tabi’in, dikenal seorang ulama yang mau’izhahnya sangat berkesan. Saat dilakukan penelusuran dan penelitian, ternyata rahasianya adalah kesesuaian antara ucapan dengan perbuatannya.

Pada suatu hari sekumpulan hamba sahaya mendatangi Al-Hasan Al-Bashri, mereka meminta kepadanya agar dalam forum mau’izhah mendatang beliau berbicara tentang keutamaan memerdekakan budak. Harapan mereka, para pendengar mau’izhahnya yang banyak dari kalangan para tuan mereka, akan langsung memerdekakan para hamba sahayanya. Mendengar permintaan tersebut, Al-Hasan Al-Bashri menjawab, “Insya Allah.”

Ternyata saat majelis mau’izhah dibuka, dia tidak menyampaikan keutamaan memerdekakan budak. Maka para hamba sahaya itu mendatanginya lagi dan mengulangi permintaan yang lalu. Al-Hasan Al-Bashri menjawab permintaan mereka dengan mengatakan, “insya Allah.” Dan saat forum mau’izhahnya dibuka, dia pun tidak menyampaikan tema keutamaan memerdekakan budak. Dan para hamba sahaya itu mendatanginya lagi dan mengulangi permintaan mereka sebagaimana yang lalu.

Pada saat waktu mau’izhahnya tiba, Al-Hasan Al-Bashri menyampaikan tema keutamaan memerdekakan budak. Benar saja para tuan yang hadir dalam forum itu langsung memerdekakan hamba sahaya mereka. Dan jadilah mereka manusia-manusia merdeka.

Para hamba sahaya yang telah menjadi manusia merdeka itu pun mendatangi Al-Hasan Al-Bashri lagi. Mereka mengucapkan terima kasih sekaligus celaan, kenapa tidak dari awal Al-Hasan Al-Bashri menyampaikan mau’izhah tentang keutamaan memerdekakan budak. Kalau demikian, niscaya mereka telah menjadi manusia merdeka sejak kemarin-kemarin.

Maka Al-Hasan Al-Bashri menjelaskan, bahwa waktu mau’izhah pertama tiba, dia belum mempunyai uang untuk membeli budak. Begitu juga saat mau’izhah kedua. Baru menjelang majelis mau’izhah yang ketiga, dia mempunyai cukup uang untuk membeli budak. Lalu di depan khalayak, ia langsung memerdekakan semua budak yang dibelinya. Setelah itulah dia baru bisa berbicara tentang keutamaan memerdekakan budak. Subhanallah. (Majalah Ummi No1/XXII/Mei 2010/1431 H)

**

Saya mengambil sari yang mudah dicerna buat para sahabat-sahabat saya di lingkungan rumah saya dan tentunya buat saya pribadi juga, karena ini merupakan nasehat besar. Bahwa kalau ingin perkataan kita didengar dan ditangkap dengan baik oleh istri dan anak-anak—sebagai kumpulan individu yang paling dekat–kita, maka selaraskanlah antara perkataan dan perbuatan.

Ya, bagaimana menginginkan anak kita ketika adzan maghrib terdengar, mereka langsung mematikan televisi, play station, komputernya untuk segera berbondong-bondong ke masjid sedangkan diri kita cuma bisa menyuruh dan masih saja menikmati acara televisi?

Atau bagaimana menginginkan anak kita tidak merokok, sedangkan diri kita masih mempertontonkan nikmatnya klepas-klepus di depan mereka? Dan bagaimana mungkin menginginkan istri-istri kita menjadi sholihah, sedangkan kita malas untuk mendatangi halaqah, majelis dzikir, dan majelis ilmu lainnya?

Ohya, ibarat motor selain diisi dengan pertamax maka perlu ditambah pula dengan cairan suplemen agar larinya bisa sekencang mungkin. Begitu pula agar perkataan kita bisa didengar lebih berbobot dan mantap lagi oleh pasangan hidup dan anak-anak kita, selain menyelaraskan antara perkataan dan perbuatan, maka ada satu suplemen pelengkapnya: Shalat Malam.

Ya betul, pada saat shalat malam itu Allah menurunkan kepada para pelakunya perkataan yang berat. Insya Allah semua akan mendengar perkataan kita dan meresapinya dalam hati. Saya berharap Anda dan saya bisa menerapkannya.

Kiranya para pemimpin di republik ini perlu juga menerapkan cara ini agar perkataannya bisa didengar, diikuti, dan tidak dilecehkan oleh masyarakatnya sendiri. Tak perlu buang uang untuk membeli suara rakyat saat pemilihan umum tiba. Tak perlu bayar mahar atau pergi ke dukun untuk buka-bukaan aura segala. Inilah sebuah cara ajaib untuk menundukkan hati.

Demikian. Semoga bermanfaat.

*** )I(***

 

Mau’izhah atau al-wa’zhu adalah nasehat dan pengingatan tentang suatu akibat atau akhir dari kejadian atau kesudahan dari sebuah perjalanan.

    Maraji’: Al-Muzzammil ayat 5, Majalah Ummi No1/XXII/Mei 2010/1431 H

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

03.49 11 Mei 2010

MENGAPA ANDA MASIH TETAP MISKIN?


MENGAPA ANDA MASIH TETAP MISKIN?

(KIAT CEPAT JADI ORANG KAYA)

    Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan kepada saya untuk menuangkan apa yang ada dalam pikiran saya selama lebih dari sepekan ini. Setelah mendengar khuthbat jum’at seorang khothib (saya bersyukur bahwa pada saat itu saya tidak tertidur), saya berpikir kembali tentang penyebab dari sebuah kemiskinan yang melanda kita atau sebagian dari saudara-saudara kita.

    Namun sebelum bercerita lebih banyak lagi tentang hal itu, saya sedikit mengingatkan kepada Anda bahwa Anda tentunya sering mendengar keluhan dari teman-teman Anda. Atau Anda juga yang sebenarnya mengeluh tentang kondisi ekonomi Anda?

    Ya, dengan tingkat persaingan yang tinggi, ditambah hedonisme yang merajalela, rasa kesetiakawanan yang mulai meluntur, membuat hidup yang sudah sulit menjadi bertambah sulit. Anda sudah mati-matian cari duit, cari dunia, tapi kok hidup begini-begini bae. Enggak ada perubahan. Siang malam hidup Anda didedikasikan untuk menjaga bagaimana timbunan uang yang ada di rekening bank Anda tidak berkurang bahkan sebaliknya. Mending bagi Anda yang sudah punya seperti itu.

    Tapi Anda misalnya yang hidupnya benar-benar di jalanan, pasti hanya memikirkan bagaimana bisa bertahan hidup untuk keesokan harinya. Atau yang mendingan lagi bila Anda adalah orang yang hidupnya pas-pasan. Gaji yang Anda terima atau duit yang Anda peroleh ya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan kebutuhan yang paling dasar yaitu sandang, pakan, dan papan.

    Untuk menabung? Tidak ada bagian yang disisakan untuk itu. Untuk piknik? Boro-boro, tidak terpikir sama sekali. Untuk anak sekolah? Dipaksa-paksakan untuk ada, karena pendidikan itu penting bagi anak-anak Anda. Supaya kemiskinan itu tidak diturunkan sampai keturunan yang ketujuh. Tak masalah dapat dari berhutang atau dari mana yang penting halal. Bukan dari merampok atau pinjam dari bank keliling.

    Semua jenis tipe Anda itu lalu sama-sama mengeluhkan tentang betapa miskin diri Anda, betapa kurangnya penghidupan Anda, betapa jarangnya rezeki mengalir kepada Anda. Lalu Anda pada akhirnya akan berkata: “Allah telah menghinakan kita.”

    Tidak!!! Sebenarnya bukan karena Allah telah menghinakan Anda sehingga menyebabkan Anda miskin dan rezeki Anda tertahan di langit, tidak turun-turun, dan jatuh pada dirinya. Tapi karena empat hal ini.

    Ketika seharusnya Anda dapat proyek besar ternyata dalam hitungan menit seharusnya proyek itu sudah berada dalam genggaman Anda tetapi tiba-tiba proyek itu lenyap dan jatuh ke tangan pesaing Anda. Empat hal ini bisa jadi karena telah Anda lakukan. Apa itu?

    Yang pertama penyebab Anda miskin dan gagal dalam meraih rezeki adalah karena Anda tidak menafkahi anak yatim. Pantas saja para pejabat dan pengusaha itu kalau ada acara keagamaan, mereka selalu mengundang anak yatim untuk disantunin. Wajar kalau mereka semakin bertambah kaya. Ya dengan menyantunin anak yatim mereka menjaga aset mereka tidak hilang dan memastikan aset mereka terus bertambah dan bertambah, serta tujuan atau keinginan yang dimaksud tercapai. Jadi, kalau Anda mau kaya, lakukan cara ini dulu: santuni anak yatim.

Yang kedua, mengapa Anda tetap miskin? Ini dikarenakan Anda tidak memberikan nasehat kepada yang lain untuk memberi makan orang miskin. Ternyata penyebab kedua ini adalah bukan sekadar Anda belum memberi makan orang miskin. Tetapi kalau Anda sudah memberi makan mereka tetapi Anda belum menganjurkan kepada sahabat-sahabat Anda, teman-teman Anda, sanak kerabat Anda untuk melakukan hal yang sama dengan Anda, Anda dipastikan tetap akan miskin.

Coba, aspek apa yang mencolok dari penyebab yang kedua ini? Anda sejatinya dituntut untuk menjadi kader-kader kebaikan, tidak hipokrit, dan anti dengan kemunafikan. Karena sebelum meminta kepada orang lain untuk berbuat kebaikan Anda dituntut untuk melakukannya terlebih dahulu. So, kalau Anda mau kaya: Anda beri makan orang miskin dan anjurkan orang lain untuk melakukan hal yang sama dengan Anda. Karena surga diciptakan bukan hanya untuk sahaja.

Yang ketiga, mengapa sampai saat ini Anda masih miskin? Ini dikarenakan Anda memakan harta warisan dengan cara mencampurbaurkan antara yang halal dan haram. Penyebab ketiga ini bermula dari cara Anda mendapatkan harta warisan itu. Dengan cara yang licik, menjijikkan, tidak adil, dan tidak syar’i.

Anda yang seharusnya mendapatkan harta warisan sesuai hukum faraid, tapi Anda serakah dan ingin mengangkangi semuanya hingga menzalimi Saudara-saudara Anda. Bahkan yang lebih zalim lagi lalu Anda mempergunakan harta warisan itu untuk sesuatu yang diharamkan oleh Allah. Bersiap-siaplah Anda akan miskin seumur hidup Anda jika melakukan hal yang ketiga ini. Miskin tulen dan laten.

Nah Pembaca, perhatikan ketiga hal di atas ini. Semuanya berdimensi adanya pihak lain yang berhubungan dengan Anda. Dengan kata lain secara sosial Anda harus baik dengan mereka: anak yatim, orang miskin, dan saudara-saudara Anda sebagai sesama ahli waris. Anda dilarang untuk berbuat tidak adil dengan mereka kalau Anda tidak mau jadi orang miskin sampai Anda mati.

Islam memperhatikan betul masalah sosial kemasyarakatan ini sehingga ketika Anda mencederainya Anda langsung menjadi miskin karena ulah Anda sendiri.

Penyebab keempat Anda miskin inilah yang menyangkut kepentingan Anda sendiri. Enggak ada kaitannya dengan orang lain. Apa itu? Anda cinta mati sama harta Anda dengan kecintaan yang berlebihan.

Memangnya Anda kagak boleh demen
ama itu duit? Ama emas yang berkilo-kilo, ama perempuan-perempuan cantik, ama anak-anak Anda yang ganteng-ganteng dan ayu-ayu, ama Ferarri Anda, ama tumpukan saham Anda, ama jabatan yang membuat orang-orang iri, ama perusahaan anda yang sudah menjadi bo-na-fi-de? TENTU BOLEH saudara-saudara.

Itu adalah hak Anda. Itu sudah menjadi sunnatullah, kecenderungan alami, naluri kuno yang tak bisa ditutup-tutupi. Karena Allah sudah menegaskan semua kecenderuangan itu menjadi kecintaan terhebat yang pernah ada yang bisa dilakukan oleh manusia. Semua itu dibuat indah oleh Allah di pandangan manusia.

Masalahnya cuma satu, Anda cinta benar sama harta itu. Titik.

Saking cintanya, lalu cinta itu membutakan Anda. Anda tabrak semua rambu-rambunya. Ibadah Anda terbengkalai, panggilan Haji Anda abaikan, rintihan kelaparan Anda lempar jauh-jauh dari telinga Anda. Anda—sekali lagi—buta. Anda lupa. Ya sudah siap-siap saja Anda akan miskin. Atau bagi Anda yang saat ini sudah miskin, dikuadratkan lagi kemiskinan itu. Atau yang seharusnya besok Anda dapat rezeki yang banyak, eh…ternyata tidak dapat sama sekali. Anda yang seharusnya lulus dari ujian eh ternyata tidak lulus. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Tapi memang di dunia ini ada saja yang anomali. Anda sudah memakan harta anak yatim sampai habis tidak tersisa bahkan anak yatim itu malah jadi anak jalanan tetapi Anda semakin kaya saja. Anda juga sudah tidak pernah infak kepada orang miskin, kasih recehan pun tidak sudi tetapi hitungan rumah Anda semakin bertambah saja.

Bahkan Anda sampai rebut harta warisan dari Saudara Anda, eh bukannya Anda jatuh bangkrut, tetapi Anda dan sanak keluarga Anda semakin jaya saja. Anda jadi Anggota DPR RI yang terhormat di Senayan. Istri Anda jadi Bupati. Anak Anda yang sulung jadi Ketua Partai tingkat Propinsi. Anak yang kedua jadi pengusaha sukses. Anak Anda yang bungsu dan cantik itu jadi model dan sekarang sedang kuliah di Aussie. Enggak ngepek…(benar-benar pakai p bukan f).

Bahkan Anda ngebet banget ama harta. Jadi gaji dan tunjangan Anda yang besar berasa tidak cukup. Akhirnya Anda terima suap dari kolega Anda untuk memuluskan usahanya. Tapi ya kok KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) ndak melirik sama sekali Anda. Bahkan PPATK pun sampai terbengong-bengong dan tidak bisa menganalisis uang dari mana hingga membuat rekening Anda semakin hari semakin bertambah. Pokoke Anda aman dan sentosa saja.

Anomali apa ini sehingga empat hal itu tidak membuat Anda miskin seketika. Cuma Allah yang menghendaki itu: ISTIDRAJ. Pembiaran dari-Nya. Sampai Allah akan tuntut sehabis-habisnya Anda di akhirat sana. Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang menyiksa seperti siksa-Nya.

Anda ingin kaya? Anda ingin rezeki Anda mengalir terus? Anda tidak mau miskin? Jangan lakukan empat hal itu.

Semoga bermanfaat.

***

Maraji’: AlFajr surat ke-89 ayat 15-20

 

riza almanfaluthi

yang sedang belajar jadi orang kaya

dedaunan di ranting cemara

17.07 08 Mei 2010

 

 

 

 

 

SUKSES DUNIA BUKAN SUKSES SEJATI


SUKSES DUNIA BUKAN SUKSES SEJATI

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at rahimakumullah,

Segala rasa syukur kita panjatkan ke hadirat Allah swt yang sampai detik ini Allah masih memberikan kepada kita nikmat iman dan islam yang atas kehendaknya pula kita akan pegang sampai akhir hayat nanti.

Pula kita senantiasa bersyukur atas nikmat sehat yang diberikanNya hingga dengan demikian kita bisa berkumpul di tempat mulia ini untuk bersama-sama melaksanakan salah satu kewajiban kita sebagai seorang muslim yakni shalat jum’at berjama’ah.

Kita bersyukur pula kepada Allah yang sampai saat ini Allah masih menutupi aib-aib kita, sehingga kita masih bisa berjalan di muka bumi dengan muka yang tegak dan langkah yang tegap, orang masih menghormati dan menghargai kita sebagai orang sholeh dan mulia, padahal Allah tahu, kalaulah ia membeberkan aib kita, orang akan meludah di hadapan kita.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, satu-satunya teladan terbaik dalam kehidupan kita, yang senantiasa kita harapkan syafaatnya di yaumil hisab nanti, yakni baginda Nabi Besar Sayyidina Muhammad saw, juga kepada para keluarganya, para sahabatnya, tabi’in, tabi’it tabi’in, dan kepada para pengikutnya yang senantiasa istiqomah memegang panji-panji alqur’an dan assunnah. Semoga kita yang berada di masjid Shalahuddin ini adalah termasuk bagian dari umat dan pengikut Rasulullah saw tersebut. Amin ya robbal ‘alamin.

Pada kesempatan yang mulia ini, melalui mimbar khutbah jum’at ini , saya selaku khotib mewasiatkan dan mengajak diri khotib dan para jama’ah sekalian untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah, karena sesungguhnya taqwa adalah kunci dari kesuksesan kita hidup di dunia dan akhirat.


Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan. (An Naba’)

Hadirin Jama’ah shalat jum’at Rahimakumullah.

Ketika kita berbicara tentang sebuah kesuksesan maka kita akan selalu melihat kepada orang lain, orang-orang terdekat kita. Kita merasa orang lain lebih sukses daripada kita. Orang lain sukses dalam pekerjaannya, dalam perniagaannya, dan dalam usahanya. Parameter yang dipakai adalah kekayaannya yang terlihat kasat mata di depan kita. Kerja di tempat yang enak, terkenal di mata orang, dihormati banyak orang, pendidikan yang tinggi, rumah tangganya yang adem ayem, anak-anaknya berpendidikan tinggi dan semuanya sukses. Atau karirnya melesat jauh meninggalkan kita. Hingga kita terbengong-bengong sampai bertanya-tanya kapan kita akan memiliki kesuksesan yang sama atau melampauinya.

Padahal sesungguhnya Allah telah memberikan banyak kesuksesan-kesuksesan itu kepada kita. Yang saking banyaknya kesuksesan-kesuksesan itu hingga kita tak bisa menghitungnya bahkan kita sampai melupakannya. Betullah apa yang Allah firmankan betapa banyak manusia yang tak mampu menjadi orang-orang yang mensyukuri apa yang telah Allah berikan. Betapa sedikit hamba-hambaNya yang mampu untuk untuk bersyukur.

Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (Saba’: 13)

Tetapi apakah betul bahwa kesuksesan itu adalah kesuksesan sejati? kesuksesan yang berupa banyaknya kenikmatan dunia yang bisa kita raih dan rasakan pada saat ini.


3.185. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Hadirin Jama’ah shalat jum’at Rahimakumullah.

Pada ayat ini Allah mengawalinya dengan sebuah penegasan tentang sesuatu yang memutus segala kenikmatan yakni kematian—yang tema ini dibahas dengan sangat apik oleh khotib pada pekan lalu di masjid shalahuddin ini yakni oleh al-Ustadz Halawi Makmun.

Setiap yang bernyawa pasti akan menghadapi kematian, bagaimanapun kesuksesan yang telah dicapai orang tersebut, mati tetap akan datang menjumpai kita sebagai manusia. Dan sungguh kematian adalah pemutus segala kesuksesan yang ada? Lalu apakah kesuksesan yang diraih kita di dunia ini adalah kesuksesan sejati? Kesuksesan yang abadi?

Jawabannya adalah pada kelanjutan ayat tersebut. “Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah sukses, sungguh ia mendapatkan kemenangan, sungguh ia mendapatkan kesuksesan. Inilah kesuksesan sejati. Inilah kesuksesan abadi. Jauh dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Kesuksesan sejati bukan karena pangkat, kehormatan, dan kekayaan yang ia miliki. Kesuksesan sejati adalah bagaimana pada akhir cerita kita adalah kita jauh dari neraka dan masuk ke dalam surga.

Hadirin Jama’ah shalat jum’at Rahimakumullah.

Allah mengakhiri ayat ini dengan dengan sebuah taujih yang teramat berharga buat kita. Sebagai bekal hidup kita di dunia ini, yakni kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. Allah telah menciptakan manusia untuk condong kepada kenikmatan. Allah mempersilakan kita meraih kesuksesan dunia tetapi tetap diingatkan dengan sebuah pernyataan bahwa kesuksesan dunia yang kita raih adalah kesenangan yang memperdaya.

Ayat ini bagi kita yang saat ini masih terjerembab dalam kesulitan hidup adalah sebuah ayat optimisme, yang membuka peluang untuk kita bisa sukses di akhirat, walaupun selama kita hidup di dunia tidak mengalami kesuksesan.

Ayat ini pula bagi kita yang telah mendapatkan banyak kesuksesan adalah sebuah ayat peringatan agar kita tetap waspada, agar kita tidak jumawa, agar kita dapat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya bekal.

Hadirin Jama’ah shalat jum’at Rahimakumullah.

Lalu dengan cara apa kita bisa jauh dari neraka dan masuk ke dalam surga. Pertanyaan klasik dan jawabannya adalah klasik sejak 14 abad yang lalu. Sehingga dengan klasiknya jawaban itu kita seringkali lupa dan mengabaikannya dan bahkan menjadi bagian dari pasukan Iblis.


“Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa” (QS. 2 Al Baqarah : 197).

Taqwa itu artinya menjauhi segala larangan dan melakukan/mena’ati perintah Allah Swt. “Menjauhi larangan dan mena’ati perintah” lingkupnya yang luas sekali. Sebab itu, amalan-amalan praktis yang karenanya kita disebut bertaqwa—tidak terbatas jumlahnya, meliputi bidang ibadah atau keakhiratan (shalat, puasa, haji, zakat, dll) dan bidang mu’amalah atau pergaulan duniawi (sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik, pendidikan, dll).

Dengan ungkapan lain, orang bertaqwa adalah orang yang bisa membina hubungan baik dengan Allah (hablun minallaah) dan baik dengan sesama manusia (hablun minannaas). Baik dalam urusan agama dan baik dalam urusan dunia. Kedua urusan itu dilakukan sesuai norma agama dan logika/pengetahuan secara serius/sungguh-sungguh, pantang menyerah, disiplin, dan tulus. 1)

Hadirin Jama’ah shalat jum’at Rahimakumullah.

Semoga kita adalah orang-orang yang sukses tidak hanya di dunia tetapi di akhirat karena sesungguhnya kesuksesan sejati adalah dijauhkannya kita dari neraka dan dimasukkanya kita ke dalam jannahNya Allah.

Cukup sudah? Ternyata belum wahai saudara-sadaraku yang dimulyakan Allah ta’ala. Ada tugas yang lain buat kita. Allah tidak ingin kita menjadi sukses tapi sukses sendiri.

At-Tahrim (66) : 6


66.6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka

Di antara penjelasan tafsir fi Zhilaalil Qur`annya Sayyid Qutb tentang surat at-Tahrim ayat 6 ini adalah bahwa setiap mukmin diwajibkan untuk memberikan petunjuk kepada keluarganya dan memperbaiki seluruh anggota keluarganya, sebagaimana ia diwajibkan terlebih dahulu memperbaiki dirinya.

Islam adalah suatu agama yang mengatur keluarga, maka ia mengatur kehidupan berumah tangga. Rumah tangga yang Islami akan menjadi dasar terbentuknya masyarakat yang Islami. Seorang ibu harus memiliki pribadi dan prilaku Islami sebagaimana pula seorang ayah harus memiliki pribadi dan prilaku Islami sehingga mereka dapat mendidik anak-anaknya menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah. 2)

Kita para bapak-bapak dan calon bapak-bapak, ternyata mempunyai kewajiban pula agar kita bisa membuat sukses istri dan anak-anak kita. Kita ditugaskan untuk membuat istri kita bisa dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Begitupula kita ditugaskan untuk membuat anak-anak kita bisa dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Tugas berat memang.

Tapi Allah memberikan jalan keluarnya, yaitu menyuruh kita, istri dan anak-anak kita mempersiapkan bekal taqwa. Sedikit kiat buat menjaga istri dan anak kita dari api neraka adalah dengan:

a. Mengajarkan aqidah yang benar
Keimanan ( aqidah )adalah hal terpenting yang harus senantiasa diperhatikan oleh orangtua. Karena jika aqidah seseorang baik dan kuat maka segi-segi yang lainpun akan menjadi baik.

b. Tauladan dalam ibadah dan akhlaq
Keteladanan merupakan faktor penting dalam sebuah pendidikan. Baik atau buruknya akhlak seorang anak sangat tergantung dari keletadanan yang diberikan oleh orangtua.

c. Menumbuhkan nilai-nilai ketaqwaan
Bertaqwa kepada Allah adalah awal dari segalanya. Semakin tebal ketaqwaan seseorang kepada Allah, semakin tinggi kemampuannya merasakan kehadiran Allah. Allah SWT. menginginkan manusia agar bertaqwa dengan sebenar-benarnya. Berbagai cara yang dapat kita lakukan, sebagai contoh: berjalan di jalan Allah, melakukan perbuatan baik, mengikuti contoh-contoh yang diberikan para rasul, menaati serta memperhatikan ajaran-ajaran Allah, dan sebagainya. 2)

Hadirin Jama’ah shalat jum’at Rahimakumullah.

Semoga khutbah singkat ini menjadikan pelajaran bagi kita untuk senantiasa kita bisa memiliki kesuksesan sejati dan dapat sukses membawa misi selanjutnya yakni menjauhkan istri dan anak-anak kita dari api neraka dan masuk ke surganya Allah ta’ala. Amin.

Allohua’lam bishshowab.

Sumber Kutipan:

1. http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/article/1-tanya-jawab/912-amalan-amalan-praktis-orang-bertaqwa

2. http://anugerah.hendra.or.id/pasca-nikah/6-rumah-tangga/jagalah-dirimu-dan-keluargamu-dari-api-neraka-%C2%81/

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Disampaikan untuk Khutbah Jum’at 19 Februari 2010 di Masjid Shalahuddin

Kalibata Jakarta Selatan

PERALATAN WAJIB DIBAWA UNTUK MUKHOYYAM


PERALATAN WAJIB DIBAWA UNTUK MUKHOYYAM

Ini adalah oleh-oleh dari mukhoyyam (berkemah) yang saya ikuti sejak tanggal 28 sampai dengan 31 Januari 2010. Tentang apa-apa yang harus dibawa oleh kita sebagai peserta mukhoyyam. Tentunya catatan ringan ini buat kita-kita para amatiran yang memang bukan pecinta alam sejati yang kesehariannya mereka sudah terbiasa bercengkrama dengan alam terbuka.

Yang pasti alat-alat ini adalah alat-alat yang mesti kita bawa, amat diperlukan, membuat kita mandiri, tidak merepotkan orang lain, tetapi juga bukan memindahkan isi rumah ke tempat kita mukhoyyam, dan agar kita bisa siap dalam kondisi apapun.

Kalau kita mengenal mukhoyyam maka kita mengenal adanya longmarch—acara yang wajib ada, oleh karenanya alat-alat yang kita bawa pun harus yang benar-benar diperlukan agar perjalanan bisa aman dan tidak mengganggu.

Berikut alat-alat tersebut dengan penjelasan ringan tentangnya.

  1. Tas ransel, pastikan yang talinya kuat. Tas khusus untuk naik gunung itu lebih baik tentunya.
  2. Tali pramuka, bisa juga untuk membuat bivak (tenda sederhana)
  3. Ponco, untuk melindungi kita dari hujan dan terpenting untuk membuat bivak.
  4. Pisau, yang lipat bisa juga, terpenting adalah mampu untuk menebas dan memotong kayu;
  5. Matras, penting banget buat alas bivak.
  6. Kantung sampah atau plastik yang lebar dan besar, penting buat mengantongi semua barang di dalam tas agar terlindung dari kebasahan.
  7. Sleeping Bag, penting banget agar tidak kedinginan ketika bermalam. Survey membuktikan peserta mukhoyyam yang melakukan longmarch dan sampai di basecamp pada malam hari mengalami kedinginan yang luar biasa terkecuali mereka yang memakai sleeping bag. Alhamdulillah, saya yang tidak persiapan dan tidak membawa ponco—jangan tiru saya—tidak mengalami kedinginan walaupun di tengah hujan dan mampu tidur lelap sampai bangun jam empat pagi dengan kondisi segar karena saya tidur di atas matras, mengganti baju basah dengan yang kering, lalu masuk ke dalam sleeping bag, dan ditutupi dengan kantong plastik besar.
  8. Sepatu khusus gunung, kalau tidak ada sepatu olah raga biasa saja, tapi pastikan telah tersol dengan kuat. Karena faktanya ada juga yang bawa sepatu pantovel—sepatu berhak buat kerja—untuk mukhoyyam. Ada yang sepatunya jebol pada saat longmarch, jadinya pakai sandal jepit. Pastinya payah banget. Makanya sampai rela membeli sepatu bootnya penduduk setempat yang berjualan air mineral di basecamp seharga Rp70.000,00 plus kaos kakinya. Bapak penjual air itu kuat juga yah jalan naik turun gunung tanpa pakai sepatu…
  9. Lampu Senter dan Baterai, ini penting bangeeeeet buat longmarch malam-malam dan jurit malam. Gak usaha ikut mukhoyyam kalau tak bawa alat ini. Ohya jangan lupakan baterai cadangannya.
  10. Pakaian perjalanan, untuk baju usahakan kaos yang berlengan panjang agar bisa melindungi lengan pada saat acara outbound dan longmarch. Sediakan 3 stel lengkap termasuk yang dipakai pada saat memulai mukhoyyam. Pastikan semua baju itu yang kuat dan nyaman dipakai. Jangan yang terlalu ketat.
  11. Botol air minum, kemasan ukuran 0,5 liter sudah cukup. Bagi saya membawa botol dengan ukuran yang lebih dari itu ternyata merepotkan. Refill-nya tersedia banyak di sana. Di Gunung Bunder (Bogor)—tempat utama mukhoyyam bagi para peserta dari Jabodetabek—dan sekitarnya berlimpah dengan air gunung. Dinginnya tak kalah dengan air yang ada di kulkas. Jadi tinggal minum saja air yang di sana.

    Kalau di Gunung Halimun bolehlah bawa yang lebih dari ukuran itu, karena di sana jarang ditemui aliran air gunung. Tapi jangan khawatir banyak juga penduduk sana yang sengaja naik ke Gunung Halimun untuk menjual air gunung mentah itu seharga Rp5000,00 dalam botol ukuran 0,5 liter.

    Ternyata ini yang membedakan. Kenapa pada saat saya ikut mukhoyyam di Kedung Badak tahun 2006 lebih menyengsarakan daripada di Gunung Bunder? Karena saya tidak punya air pada saat saya kehausan dan makanan pada saat saya kelaparan. Yang membuat saya cukup kuat adalah salah satunya dengan banyak minum air dan perut tidak kosong.

  12. Obat-obatan pribadi, biasanya saya membawa minyak tawon atau minyak kayu putih sebagai penghangat tubuh, obat merah, plester pembalut luka.
  13. Kantung plastik, bawa yang banyak sebagai tempat untuk menaruh buku, baju kotor, sandal jepit, atau barang yang tidak tahan air, seperti dompet atau handphone.
  14. Sarung, buat ganti baju di sana dan tentunya sholat.
  15. Jaket yang cukup untuk menghangatkan badan, ini dipakai pada saat bermalam saja. Bahkan pada saat longmarch tidak dipakai karena hanya akan menimbulkan badan cepat berkeringat dan cepat haus.
  16. Peralatan makan seperti sendok, gelas, dan piring. Cukup masing-masing satu saja dan berbahan plastik. Tentunya yang telah memenuhi standar kesehatan. Untuk memilih wadah plastik yang aman lihat artikel yang dulu pernah saya tulis di sini.
  17. Peralatan mandi, sebenarnya cukup dengan membawa sikat dan pasta gigi. Praktis karena di sana tak ada waktu untuk mandi terkecuali kita mencuri-curi waktu dan kesempatan.
  18. Kaos kaki dan cadangannya. Saya bawa dua ternyata yang dipakai tetap satu saja, karena semua acara dikondisikan selalu berakhir dengan kotor-kotor atau basah. Jadi sekalian tanggung pakai yang satu saja.
  19. Topi atau skebo agar kepala kita terlindung dari tetesan air hujan.
  20. Makanan, penting untuk longmarch seperti biskuit, kentang, buah-buahan, telor rebus, coklat dan susu kental manis yang berkalori tinggi atau madu lebih bagus.
  21. Sarung tangan untuk pelindung dan penahan dingin. Berguna pada saat outbound dan longmarch.
  22. Tongkat, ukuran satu meter sudah cukup sebagai teman dalam menaiki dan menuruni gunung dan bukit pada saat longmarch. Bisa dibuat langsung di tempat pada saat akan memulai longmarch.
  23. Peluit, penting banget sebagai alat komunikasi terutama saat tersesat dari rombongan.
  24. Alqur’an, penting sekali sebagai bekal ruhiyah.

Itu yang penting banget diukur dari kebutuhannya. Sebenarnya peralatan di atas memang untuk mukhoyyam yang disetting di mana semua logistiknya disediakan oleh panitia karena peserta diwajibkan membayar biaya mukhoyyam. Dengan demikian tak perlu membawa kompor dan tabung gas ukuran 3,5 kg, serta peralatan memasak.

Yang kebutuhannya tidak mendesak—tak perlu-perlu amat—tapi menambah kenyamanan pada saat muhoyyam adalah sandal. Sandal berguna pada saat waktu rehat untuk sholat, mengambil jatah makanan, mandi, cuci, kakus (MCK). Tinggalkan sandal jika Anda mau longmarch terkecuali Anda ingin berpayah-payah pada saat pendakian.

Lampu badai tidak perlu-perlu amat juga. Tidak ada alat ini mukhoyyam tetap jalan. Dan tentunya akan merepotkan dibawanya pada saat memulai longmarch. Alat tulis juga tak diperlukan sebenarnya, cuma ini diwajibkan oleh panitia sebagai alat pencegah rasa kantuk ketika acara taujih dimulai.

Itu saja yang bisa saya sampaikan. Semoga bisa bermanfaat buat Anda yang mau mukhoyyam.

Semoga Allah menjadikan kita kader-kader militan untuk Allah, Rasulullah SAW, dan Islam.

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

09.40 02 Februari 2010

TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI DI KABUPATEN BOGOR (2)


TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI DI KABUPATEN BOGOR (2)

===TAHAP KEDUA===

Selesai? Ya, pendaftaran tahap awal sudah selesai. Kita akan melangkah ke pendaftaran tahap kedua. Sebelumnya kita harus ke bank terlebih dahulu untuk mendapatkan nomor porsi. Tentunya saya pergi keesokan harinya. Apa yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan nomor porsi itu?

Bank Muamalat Indonesia Cabang Bogor mensyaratkan dokumen yang harus dibawa, yakni:

  1. Fotokopi Buku tabungan dengan asli yang akan kita perlihatkan;
  2. SPPH asli untuk Bank;
  3. Fotokopi KTP 1 lembar;
  4. Fotokopi KK.

Saya akui pelayanannya untuk tahun ini bagus. Dibandingkan dengan pelayanan yang didapat oleh teman saya setahun lalu dikarekan petugasnya masih gatek dengan aplikasi SISKOHAT-nya. Alhamdulillah, tak lama kemudian saya sudah mendapatkan nomor porsi yang tertera di formulir Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebanyak empat rangkap itu. Ini berarti uang pendaftaran awal sudah ditransfer ke rekening Menteri Agama. Tentunya petugasnya belum tahu kami berangkat untuk tahun kapan. Ternyata yang tahu dan menentukan keberangkatan itu dari Kandepag Kabupaten Bogor.

Segera setelah dari bank saya pergi ke Kandepag Kabupaten Bogor. Sampai di sana pukul setengah satu siang. Saya sudah mempersiapkan semua dokumen yang harus saya bawa untuk pendaftaran tahap kedua ini. Apa saja? Ini dia:

Dokumen tahap kedua sebagai berikut:

  1. BPIH asli tiga lembar, satunya milik kita sebagai arsip yang tak boleh hilang;
  2. Fotokopi SPPH;
  3. Fotokopi KTP;
  4. Fotokopi KK;
  5. Fotokopi Surat/Akta Nikah;
  6. Fotokopi Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir/Ijazah;
  7. Fotokopi Surat Pernyataan Bermeterai dari Kepala Desa/Lurah yang diketahui oleh Kecamatan (asli diserahkan juga ke petugas);
  8. Fotokopi Surat Keterangan Sehat (asli diserahkan juga ke petugas).

    Fotokopi tersebut masing-masing sebanyak empat lembar.

Tetapi malang tak tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Saya disuruh pulang saja oleh petugasnya untuk kembali hari jum’at, senin, atau selasa. Karena hari rabu dan kamis diperuntukkan khusus untuk mengurus dokumen jama’ah haji yang akan berangkat tahun ini.

Mengapa baru diberitahu sekarang? Seharusnya kemarin pada saat penyelesaian foto diberitahu agar kami tak bolak-balik ke kantor ini. Yah…sedikit kecewa dengan birokrasi saya terpaksa pulang padahal cuma untuk mengecek lengkap atau tidak berkas kami ini. Saya yakin tidak makan waktu lima belas menit. Oke saya akan datang hari jum’atnya.

Pada hari jum’atnya, ruangan di seksi tersebut sedikit lengang tetapi di pintunya sudah dipasang pemberitahuan bahwa pelayanan pendaftaran tidak bisa dilayani karena Siskohatnya lagi bermasalah. Tetapi nyatanya saya lihat ada beberapa tamu yang sedang dilayani.

Tanpa banyak bicara saya menyerahkan dokumen itu yang saya yakini lengkap sekali. Dan betul petugasnya tanpa banyak bicara menelitinya dan menyatakan berkas saya sudah lengkap. Sama petugasnya diberitahu kita akan berangkat tahun kapan.

Dokumen tiga rangkap diserahkan kepada petugasnya. Satur angkap lagi untuk saya sebagai arsip. Yang terpenting ada dua dokumen asli ada pada kita yaitu SPPH dan BPIH lembar calon jema’ah haji. Jangan sampai hilang. Simpan yang baik. Kalau bisa Anda pindai dengan mesin scanner sebagai dokumen softcopy.

Lalu apa lagi yang harus kita perbuat? Tidak ada, terkecuali berdoa dan menunggu. Dan tentunya yang ini:

  1. Menabung lagi supaya bisa melunasi ongkos naik haji (ONH) yang telah ditetapkan;
  2. Pada bulan Mei tahun pemberangkatan misalnya tahun 2011 kita harus pergi ke Kandepag Kabupaten Bogor karena biasanya pengumuman calon jama’ah haji yang berangkat sudah keluar.
  3. Bulan Juni tahun 2011 biasanya kita ditelepon untuk melunasi BPIH;
  4. Setelah lunas biasanya pula kita akan dipanggil untuk melakukan sesi pengurusan passport hijau khusus haji ke kantor imigrasi. Tak ada biaya dalam pengurusan ini karena sudah ada dalam komponen biaya yang telah kita bayarkan. Bagi yang sudah punya passport tak perlu ikut sesi ini cukup lampirkan dan menyerahkan fotokopi passport-nya kepada Kandepag kabupaten Bogor.
  5. Belajar fikih haji dan ikut manasiknya. Itu saja.

Wuih…capek deh. Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat buat Anda semua.

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

09:52 26 Oktober 2009

TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI DI KABUPATEN BOGOR (1)


TATA CARA / PROSEDUR PENDAFTARAN HAJI DI KABUPATEN BOGOR

===TAHAP AWAL===

Pembaca, saya coba cari di Google dengan kata kunci sebagaimana judul tulisan ini, hasilnya nihil. Saya coba juga membuka laman Departemen Agama Republik Indonesia hasilnya sama. Singgah di laman Kabupaten Bogor sama juga. Apatah lagi Kantor Departemen Agama Kabupaten Bogor juga tak punya laman sama sekali di internet.

Akhirnya saya tahu secara langsung prosedur pendaftaran haji itu dengan melakukannya sendiri berbekal sedikit informasi dari bank tempat saya menabung haji. Saya ingin membagi pengalaman ini kepada pembaca agar ketika ingin mendaftar haji sudah tahu apa yang harus dipersiapkan. Entah persiapan dokumen yang harus dibawa, jumlah biaya yang harus dikeluarkan, dan mental tentunya karena kita akan berhadapan dengan gunung rintangan yang bernama birokrasi.

Semoga ini bermanfaat bagi para pembaca khususnya dari Kabupaten Bogor yang ingin menunaikan haji ke tanah suci. Bisa jadi prosedur pendaftaran haji di setiap daerah berbeda-beda. Saya mendengarnya demikian dari berbagai orang yang sudah pernah mengalaminya. Kata mereka prsoedurnya tidaklah serumit di Kabupaten Bogor. Wallahua’lam bishshowab.

Yang harus dipersiapkan oleh Pembaca ketika ingin mendaftar haji dan pergi haji tentunya adalah niat yang lurus bahwa saya ini pergi haji adalah semata-mata hanya karena Allah. Bukan untuk piknik, berdagang, mencari gelar haji, penaikan status, dipandang masyarakat, dan lain-lainnya. Niat yang lurus ini akan membuat kita pasrah pada-Nya. Ketika ada niat-niat yang sudah mulai melenceng segera luruskan saja dan minta ampun pada Allah.

Yang kedua adalah perbanyak do’a dan shalawat. Loh kok prosedur kayak ginian aja butuh ini sih? Tentu sangat dibutuhkan, karena seperti yang sudah saya bilang di awal kita akan menghadapi gunungan birokrasi yang akan menguji kesabaran kita. Dengan perbanyak do’a dan sholawat kita berharap pada Allah agar IA memudahkan semuanya.

Yang ketiga persiapkan waktu dengan secermat mungkin. Karena tidak bisa sehari atau dua hari untuk menuntaskan semua ini. Karena banyak dokumen yang harus dipersiapkan. Bagi yang berkantor kalau bisa coba minta cuti atau izin kerja setengah hari untuk mengurus pendaftaran ini.

Yang keempat selalu berangkat lebih pagi untuk mendapatkan pelayanan yang lebih awal di kantor apapun. Entah di Kantor Kepala Desa, Puskesmas, ataupun di Kantor Departemen Agama (selanjutnya disingkat Kandepag) Kabupatan Bogor. Karena kalau Anda datangnya sudah terlalu siang—yang sebenarnya menurut kita masih waktunya jam kerja—siap-siap saja Anda akan disuruh pulang dan datang kembali keesokan harinya.

Pembaca, setahu saya kalau kita ingin mendaftar haji harus sudah ada tabungan Rp20 juta dulu di bank lalu datang ke Kandepag dengan cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Ternyata masih banyak yang harus kita bawa.

Baik dokumen apa saja yang harus dipersiapkan dan ktia bawa untuk pendaftaran Haji di Kandepag Kabupaten Bogor?

Ada dua tahap. Tahap awal dan tahap kedua. Tahap awal adalah tahap pendaftaran setelah kita sudah punya tabungan sebesar Rp20 juta di bank. Tahap kedua adalah tahap pendaftaran setelah kita mendapatkan nomor porsi dari bank.

Dokumen tahap awal sebagai berikut:

  1. Fotokopi buku tabungan;
  2. Fotokopi KTP;
  3. Fotokopi KK;
  4. Fotokopi Surat/Akta Nikah;
  5. Fotokopi Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir/Ijazah;
  6. Fotokopi Surat Pernyataan Bermeterai dari Kepala Desa/Lurah yang diketahui oleh Kecamatan (asli dibawa);
  7. Fotokopi Surat Keterangan Sehat (asli dibawa).

    Masing-masing rangkap satu.

    Saya akan jelaskan yang memang perlu untuk diberikan penjelasan.

Untuk memudahkan kita dalam masalah tabungan haji ini, saya sarankan untuk membuka di bank yang cabangnya berdomisili satu propinsi dengan Kandepag Kabupaten Bogor artinya masih di Jawa Barat. Tetapi saya lebih sarankan lagi Anda buka tabungan hajinya di bank yang satu kabupaten/kota saja.

Jangan mengulangi apa yang pernah saya alami. Saya membuka tabungan haji di Bank Muamalat Kantor Kas Cawang Jakarta ternyata untuk mendaftar haji saya harus menutup dulu tabungan itu dan membuka tabungan baru di Bank Mualamat Kantor Kas Cibinong.

Ribet, dipotong biaya penutupan, dan menyita waktu banyak. Akibatnya saya tidak bisa mengejar kesempatan untuk mendaftar di Kandepag Kabupaten Bogor, mengurus surat kesehatan di Puskesmas dan Kantor Kepala Desa.

Pastikan bahwa yang difotokopi adalah halaman sampul buku tabungan, halaman pertama yang memuat nama dan keterangan kita, serta halaman yang menerangkan saldo terakhir kita. Walaupun di prosedurnya tidak diterangkan halaman berapa yang harus kita fotokopi tapi kita fotokopi saja yang saya terangkan di atas tadi. Untuk apa? Supaya lengkap dan tidak memberikan kesempatan petugas peneliti di Kandepag Kabupaten Bogor untuk menyuruh kita pulang.

Oh ya, dokumen yang harus saya bawa untuk membuka tabungan haji adalah cukup fotokopi KTP saja.

Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir/Ijazah masing-masing saya fotokopi. Walaupun di prosedurnya tandanya adalah garis miring yang berarti cukup salah satu saja namun saya fotokopi juga semuanya. Agar, lagi-lagi, supaya berkas kita tidak dianggap tidak lengkap.

Untuk Surat Pernyataan Bermeterai dari Kepala Desa/Lurah yang diketahui oleh Kecamatan maka terlebih dahulu Anda datang ke Kantor Kepala Desa sambil membawa meterai Rp6000, fotokopi KTP, fotokopi KK, serta surat keterangan atau pengantar dari RT dan RW. Untuk yang terakhir ini Anda bisa urus sendiri malam sebelumnya. Jalan pintas langsung datang ke Kantor Kepala Desa tanpa surat pengantar memang bisa tetapi itu tidak mendidik.

Untuk ke Kecamatannya Anda bisa uruskan ke petugas desa. Tetapi karena saya ingin cepat selesai saya sendiri yang akan datang ke Kantor Kecamatan. Biaya administrasi di Kantor Desa Rp20.000,00.

Saya datang ke Kantor Kecamatan dengan membawa fotokopi KTP, KK dan surat pernyataan tersebut. Langsung ditandatangani oleh salah satu Kepala Seksi yang ada di sana. Cepat dan tidak berbelit-belit. Biaya administrasinya sebesar Rp20.000,00 juga.

Jangan lupa setelah itu fotokopi surat pernyataan bermeterai tersebut sebelum kita serahkan ke Kandepag Kabupaten Bogor.

Oh ya, karena Puskesmas itu jam tutupnya adalah jam setengah 12 siang, maka sebelum ke kantor Kecamatan saya terlebih dahulu ke Puskesmas untuk meminta surat kesehatan. Cukup bayar Rp5000, antri sebentar, dan diperiksa ala kadarnya, tal…tul…, tal…tul… stetoskop, surat keterangan sehat sudah didapat. Ada pengecualian tentang datang lebih pagi ke Puskesmas. Mungkin karena datangnya siang malah antrian sudah pendek dan tidak banyak orang. Kalau pagi wuih…jangan dikira panjang antriannya. Setelahnya segera fotokopi saja surat kesehatan tersebut.

Kini tiba saatnya datang ke Kandepag Bogor. Siapkan mental karena di sana akan dilayani oleh sedikit petugas di sebuah ruangan yang sempit di Kandepag Kabupaten Bogor, tepatnya di ruangan Seksi Pelayanan Haji dan Umroh (kalau tidak salah karena saya sudah tidak ingat lagi).

Jangan membayangkan ruangan pendaftaran haji ini senyaman ruangan pelayanan di bank-bank atau Tempat Pelayanan Terpadu Kantor Pelayanan Pajak yang pernah Anda kunjungi. Ruangannya cuma 12 meter persegi yang penuh berkas tanpa petunjuk harus menghadap ke mana dan siapa terlebih dahulu.

Saya harapkan Anda datang ke sana pada pukul 09.00 sampai pukul 10.00 pagi. Lebih dari itu siap-siap saja berkas Anda akan ditolak dan disuruh datang lagi keesokan harinya. Karena petugas disana membatasi jumlah orang yang mendaftarkan haji cukup 35 pendaftar saja. Masalahnya ini berkaitan dengan proses pengambilan foto dan sidik jari yang memakan waktu bisa sampai lima jam lamanya.

Alhamdulillah berkas saya diterima walaupun saya datangnya pukul 12.30 WIB. Ini dikarenakan sedikit kengototan saya karena sudah disuruh pulang di hari kemarinnya. Ditambah sedikit kebaikan yang diberikan petugas di sana kepada saya.

Setelah mengisi formulir pendaftaran yang diberikan petugas—itupun sambil berdiri karena bangkunya sedikit dan ruangan sudah penuh orang—serta memeriksa kelengkapan berkas saya dan istri, saya disuruh petugas pergi ke koperasi untuk membayar biaya foto sebesar Rp60.000,00 dan setelahnya pergi ke ruangan pemotretan.

Nah di sini kesabaran diuji lagi karena petugas yang melayani kami pada sesi ini cuma satu orang. Kami menyerahkan kuitansi pembayaran dan berkas pendaftaran pada pukul 12.30 WIB, pemotretannya baru dilakukan pada pukul 15.15 WIB. Pengambilan sidik jari tiga perempat jam kemudian. Lalu kami menerima banyak lembaran foto berbagai ukuran dan CD-nya serta berkas pendaftaran ditambah dengan Surat Pendaftaran Pergi haji (SPPH) tiga rangkap pada pukul 16.15 WIB dari petugas pemotretan.

Dan kemudian balik lagi ke petugas yang memeriksa berkas kita di awal tadi. Berkas kita akan dicek kembali oleh petugas dan kita disuruh menyerahkan foto ukuran 1×1 yang tadi kita terima. Lalu mengembalikan dua rangkap SPPH kepada kita untuk diserahkan kepada bank dan satunya untuk kita arsipkan sendiri. Saya baru pergi dari Kandepag Kabupaten Bogor jam setengah lima sore.

Bersambung…

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

09:52 26 Oktober 2009

TIPS MEMILIH WADAH PLASTIK YANG AMAN: CUKUP INGAT 245


CUKUP INGAT 2 4 5 SAJA

Dulu saya pernah mendapat email dari teman saya tentang kode-kode yang tercantum dalam botol berbahan plastik. Kode-kode itu adanya di bagian bawah botol atau tempat air dan makanan. Dan Kode-kode tersebut mengisyaratkan aman atau tidaknya wadah itu dipakai terus menerus oleh kita.

Kebanyakan dari kita, eit enggak usah menunjuk orang lain dulu, saya khususnya, sering mengoleksi (istilah tepatnya mengumpulkan, tapi bukan memulung) berbagai botol air minuman yang dibeli untuk dipakai kembali. Minimal buat tempat air minum anak. Atau kalau tidak, dipakai pada saat perjalanan. Sayang daripada dibuang lebih baik digunakan lagi. Padahal kalau kita tahu bahayanya mesti kita tidak akan mencoba-coba lagi.

Tapi sayangnya informasi dari email itu tidak saya cermati baik-baik dan tidak membuat saya tertarik. Informasi yang berupa narasi deskriptif itu cuma saya baca sekilas saja. Diingat sebentar lalu hilang begitu saja dalam ingatan. Dan saya lupa kode apa yang berarti aman untuk dipakai oleh kita dalam keseharian ketika kita menggunakan botol berbahan plastik itu.

Nah, siang ini saya membaca koran Kompas, Rabu 4 Maret 2009 di halaman 14. Di sana diulas tentang Kode Daur Ulang Plastik, kegunaan umum, dan rekomendasi dalam sebuah ilustrasi yang amat menarik dan amat memudahkan saya. Hingga saya—Insya Allah—dapat mengingatnya dengan mudah, yaitu kode angka di dalam segitiga berupa nomor 2 atau 4 atau 5 itu direkomendasikan aman. Sedangkan kalau botol dengan kode nomor 1 itu cukup sekali pakai saja digunakannya. Wadah berbahan plastik dengan kode angka lainnya perlu dihindari.

Jadi nanti kalau mau beli plastik es atau plastik belanjaan buat gorengan, bakso atau makanan panas atau wadah berbahan plastik lainnya perlu dilihat kode daur ulang plastik itu apa. Agar kita bisa menghindari diri kita dari serangan jantung, diabetes, tidak normalnya enzim hati, bahkan kanker.

Tidak banyak berpanjang kata. Silakan untuk dilihat dan dibaca rekomendasi yang diberikan ini. Saya cuma membaginya agar informasi yang berharga ini bisa dimanfaatkan oleh Anda-anda semua dalam memilih wadah plastik yang aman buat kita.

Salam.

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

01.33 04 Maret 2009

BUKA MS OFFICE 2007 DENGAN MS OFFICE 2003


TAK PERLU GUNDAH LAGI

Alkisah, di inbox kita ada email dari atasan. Seperti biasa surat elektronik itu dilampirkan dengan lampiran berkas berformat Excel atau Word yang kudu diisi atau dibaca. Tapi sayangnya berkas itu tidak bisa dibuka atau dibaca oleh komputer kita. Ternyata itu dikarenakan berkas Excel atau Wordnya spesifisikasinya sudah tinggi yaitu Microsoft Office 2007. Sedangkan di komputer kita masing-masing hanya terinstalasi dengan Microsoft Office 2003. Sudah barang tentu, enggak mecing lah yau.

Kita-kita yang memang di komputernya belum terinstalasi dengan Microsoft Office 2007 dengan alasan tertentu biasanya cuma meminta kepada teman kita yang sudah ada Microsoft Office 2007 untuk menyimpan ulang dokumen tersebut ke dalam format Microsoft Office 2003. Ribet deh.

Ada banyak alasan kenapa komputer kita belum terinstalasi dengan Microsoft Office 2007 antara lain kita sudah familiar banget dengan Microsoft Office 2003. Butuh penyesuaian yang lama sekali kalau mau menggunakan Microsoft Office 2007. Tapi alasan yang utama adalah dikarenakan spesifikasi perangkat keras komputer kita yang belum mendukung Microsoft Office 2007. Kalau dipaksakan maka apa yang terjadi? Komputer kita menjadi sangat lambat dan tentunya itu sangat mengganggu kinerja kita sehari-sehari.

Tapi jangan khawatir teman-teman karena permasalahan ini ada solusinya nih. Teman-teman tinggal instalasi software yang ternyata sudah disediakan oleh Microsoft. Teman-teman bisa cari di internet FileFormatConverters.exe atau klik halaman langsung atau buka saja di http://10.7.4.28. Saya sudah membagi file tersebut. Perangkat lunak yang ukuran unduhannya cuma sebesar 28,2 MB itu enggak berat seperti Microsoft Office 2007.

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah tentunya dengan menginstalasi perangkat lunak tersebut. Mudah sekali dan tidak lama. Tinggal ikuti perintah yang sudah ada. Cuma tekan dan tekan saja.

Setelah semuanya selesai. Buka deh Windows Explorer lalu cari berkas Microsoft Office 2007 yang kita inginkan. Dulu sebelum perangkat lunak ini terinstalasi maka ikon dari berkas yang ingin kita buka berbentuk ikon tak dikenal, tapi setelah komputer kita sudah terinstalasi maka ikonnya sudah tampak seperti biasanya ada ikon Excel atau Word. Lalu silakan klik ganda untuk membuka berkas tersebut. Berkas itu akan terbuka seperti biasanya untuk berkas Word. Sedangkan untuk Excel maka berkas itu terbuka Read-Only dan untuk bisa mengedit dan menyimpannya maka pilih saja save-as.

Nah, sekarang teman-teman sudah ndak gundah lagi bukan? Instalasi saja segera perangkat lunak ini. Dan jikalau menurut teman-teman program ini sudah tidak berguna (karena mungkin Microsoft Office 2007 sudah ada di computer) uninstall-nya gampang kok. Ikuti langkah ini:

· On the Windows Start menu, click Control Panel.

· Select Add/Remove Programs.

· In the list of currently installed programs, select Compatibility Pack for the 2007 Office system and then click Remove or Add/Remove. If a dialog box appears, follow the instructions to remove the program.

· Click Yes or OK to confirm that you want to remove the program.

Selesai.

Semoga bermanfaat buat Anda semua.

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

8:22 03 November 2008

Technorati Tags: , , , ,

HOW TO PRINT FROM BACK TO FRONT?


HOW TO PRINT FROM BACK TO FRONT?

 

    Jeng, saya seringkali kali melihat Jeng kebingungan dalam mencetak banyak dokumen Microsoft Office Word yang dalam rangka menghemat kertas maka dalam satu lembar kertas terdapat dua halaman bolak balik. Yang biasa Jeng lakukan biasanya mencetak halaman ganjil dulu lalu halaman genapnya. Tidak masalah kalau jumlah lembar yang harus dicetak sedikit, tapi bagaimana kalau sudah beratus-ratus halaman? Masak sih Jeng harus menyusun ulang kertas itu agar bisa mencetak halaman genapnya tepat di halaman kosongnya?

Berikut akan saya terangkan cara mencetak dokumen tersebut secara efektif dan efisien sehingga tidak perlu membolak-balik serta menyusun ulang kertasnya. Dan terutama sekali agar tangan Jeng yang putih itu tidak hitam legam kena tinta printer itu.

Ada satu asumsi yang diperlukan untuk mendukung cara saya ini, yaitu bahwa hasil cetakan printer yang Jeng pakai itu menghadap kebawah, dan lembar-lembar kertas lainnya menumpuk di atas lembar pertama yang tercetak tersebut. Kalau hasil ngeprint-nya
itu menghadap ke atas, maka
tak perlu cara saya, Jeng bisa langsung ngeprint seperti biasanya. Satu asumsi lagi, MS Word yang saya pakai adalah MS Office Word 2007.

Begini caranya Jeng, perhatikan baik-baik yah…:

  1. Jeng siapkan dulu dokumen yang mau dicetak (misalnya 300 halaman);
  2. Kita akan mencetak halaman genap dahulu, maka tekan tombol print (CTRL+P);
  3. Akan muncul display Print, harap mencetang pilihan All pada Page range;
  4. Jangan lupa pada pilihan Print: Jeng jangan pilih All Pages in range tapi Jeng pilih Even Pages;
  5. Lalu tekan tombol OK. Hasil cetakan yang muncul pertama kali seharusnya adalah halaman 2 yang berada di bagian paling bawah kemudian dilanjut sampai halaman 300.
  6. Ambil kertas yang sudah dicetak, dirapihkan tanpa membalikkan kertas, dan susun kertas di mulut printer dengan sebaik-baiknya;
  7. Lalu tekan tombol Print (CTRL+P) kembali;
  8. Tetap dengan mencetang All pada Page range;
  9. Pada pilihan Print
    pilih
    Odd Pages;

  10. Jangan tekan tombol OK dulu, Jeng harus menekan tombol Option terlebih dahulu yang letaknya di sudut kiri bawah ;
  11. Akan muncul display Word Option;
  12. Pilih Advanced, dan cari pada

    bagian Print kotak
    yang bertuliskan Print pages in reverse Order.
    Centang kotak tersebut. Fungsinya adalah untuk memulai hasil cetakan dari halaman belakang terlebih dahulu (kutipan ini yang menjadi judul tulisan saya ini Jeng, mencetak dari halaman belakang ke depan) . Setelah dicentang tekan tombol OK;
  13. Tekan tombol OK lagi.

    Insya Allah Jeng, printer akan memulai kerjanya dari halaman 299 sampai berakhir pada halaman 1.

     

Eng…ing…eng, di hadapan Jeng kini sudah ada hasil cetakan 300 lembar mulai halaman judul sampai halaman terakhir tanpa harus bersusah payah mengatur ulang halaman yang segitu banyaknya. Selamat ya Jeng, sekarang Jeng sudah tahu caranya. Semoga selamat sampai tujuan. Nah lho…

 

Kalau ada apa-apa silakan Jeng bertanya kepada saya. Jangan sungkan-sungkan. Untuk Jeng saya selalu siap memberikan apa saja yang Jeng minta terkecuali nyawa dan harga diri saya yang cuma satu-satunya ini. J

 

Semoga bermanfaat.

 

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

09:37, 14 Oktober 2008

cara mencetak ( ngeprint ) dari halaman belakang

SOLUSI TIDAK BISA AKSES EMAIL GMAIL


SOLUSI TIDAK BISA AKSES EMAIL GMAIL

Sudah satu bulan lebih atau hampir dua bulan lamanya saya tidak bisa mengakses email gmail saya. Entah kenapa. Saya sudah utak-atik settingan Internet Explorer 7 tidak bisa juga. Sudah saya coba dengan menggunakan browser lain yaitu pakai Mozilla Firefox tetapi hasilnya juga sama, tidak ada koneksi.

Saya coba mencari jawaban dengan bertanya kepada ajengan Google dan sudah menemukan banyak solusi jawaban yang sudah pernah dipakai untuk mengatasi masalah ini tetapi tetap komputer saya tidak bisa mengakses Gmail. Teman-teman satu kantor saya yang menggunakan Gmail masih bisa dengan asyiknya menikmati layanan emailnya sedangkan saya masih gigit jari. Ada apa yah…?

Sebagai gambaran, komputer saya merupakan bagian dari jaringan komputer dalam kantor yang terhubung dengan intranet (bukan internet) ke seluruh kantor pajak di Indonesia. Untuk mengakses internet (bukan intranet) dengan gampang maka saya memakai proxy agar tidak susah-susah menggonta-ganti IP address internet dan intranet.

Walhasil karena saya tidak bisa mengakses Gmail maka saya tidak dapat melihat ada berapa banyak email penting dari Wajib Pajak yang mampir ke Inbox saya di sana itu.

Dan hari ini, solusi yang ditunggu-tunggu itu muncul. Seorang teman dari seksi lain yang berkunjung ke seksi saya—namanya Mas Joko (tanpa kumis loh yah)—iseng-iseng saya tanyai. Sebenarnya pesimis juga sih menanyakannya. Karena pengalaman sudah banyak orang yang saya tanyai hasilnya nihil abissss. Tapi tetap saya tanyakan dengan kemungkinan ia bisa menjawabnya.

Eh, betul. Mas Joko ini datang melihat komputer saya. Terlebih dulu ia mengklik kanan ikon komputer yang berada di sudut kanan bawah dari Windows untuk mengecek apakah ada firewall yang menghalangi akses Gmail. Ia mengklik Change Windows Firewall Settings. Lalu muncul display Windows Firewall dan mengklik tab Exceptions. Ia mengecek apa yang ada di dalamnya dan ia bilang, “masalahnya bukan di sini.”

Lalu ia menemukan masalahnya. Inilah solusinya bagi Anda semua jika mengalami hal yang sama dengan saya:

  1. Ia lalu membuka browser IE7.
  2. Ia memilih Tools;
  3. Ia lalu memilih Internet Options;
  4. Ia lalu memilih tab Connections;
  5. Ia lalu mengklik tombol Lan Settings;
  6. Ia lalu mengecek kebenaran pencentangan Proxy Server, dan kemudian mengklik tombol Advanced dan muncul display Proxy Settings;
  7. Barulah ditemukan kesalahan yang saya buat, pada bagian Exceptions yang bertuliskan Do not use proxy server for addresses beginning with:

    saya menuliskan mail.google.com dan feedburners.com. Seharusnya saya tidak boleh menuliskan nama alamat internet di sana. Pantas saja saya tidak bisa mengakses dua situs tersebut. Yang seharusnya ditulis di sana adalah situs-situs intranet saja karena saya memakai internet via proxy.

    Dihapuslah oleh Mas Joko nama dua situs tersebut dari daftar itu.

  8. Lalu tekan tombol OK, OK, dan OK;
  9. Saya kemudian mencobanya, dan Alhamdulillah bisa.

Terimakasih Mas Joko atas solusinya. Islam sebenarnya sudah menganjurkan kepada siapapun yang tidak mengetahui akan sesuatu untuk bertanya kepada orang yang lebih mengetahui. Dan hasilnya adalah sebuah solusi. Betul juga tuh.

Pertanyaannya adalah mengapa saya menuliskan dua situs itu di sana? Kemungkinan besar adalah saat saya tidak bisa mengakses dua situs tersebut saya langsung terburu-buru menuliskannya di kotak yang tersedia. Padahal bisa jadi tidak bisa diaksesnya itu karena koneksi internet di kantor kami lagi padat-padatnya sehingga membuat akses menjadi lambat.

Sekarang kini saya sudah bisa menikmati layanan Gmail lagi. Kiranya saya berbagi kepada Anda semua adalah sebagai salah satu alternatif solusi dari berbagai solusi yang sudah pernah ada dan berhasil dijalankan di dunia maya.

Kepada Mas Joko sekali lagi saya ucapkan terimakasih. Kepada Anda semua saya ucapkan semoga bermanfaat.

***

Telah terbit buku saya yang berjudul Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini pada Februari 2020 dan pada saat ini telah memasuki Cetakan Kelima.

Untuk membaca sinopsisnya silakan mengeklik tautan berikut: laman ini.

Untuk pemesanan buku silakan kunjungi: https://linktr.ee/RizaAlmanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Riza Almanfaluthi

11:21 21 Agustus 2008

duhai, tadi malam saya menggendongnya, bahagia banget