Seperti Umur Manusia, Serupa Usia Dunia, Perjalanan Ini Singkat Belaka


Perjalanan ini singkat belaka.

Kamis sore itu, usai mengikuti diklat di bilangan Pancoran, Jakarta, saya langsung menuju Stasiun Pasar Senen.

Saya diantar oleh tukang ojek pangkalan yang biasa mangkal di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan di Jalan Jenderal Gatot Subroto. Karena sudah berlangganan, pria asal Madura itu bersedia menjemput di mana dan kapan saja saya membutuhkan jasanya.

Sebelum sampai di Stasiun Pasar Senen, saya memintanya untuk singgah sebentar ke Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Menteng Satu. Ada barang yang harus saya titipkan ke Pak Satpam di sana: pena Galaxy Samsung S8. Pena itu milik Mbak Ais, teman diklat, yang kebetulan terjatuh di tempat parkir mobil dan syukurnya berhasil saya temukan.

Baca Lebih Lanjut

Larilah Terus dengan Bahagia


Sehari setelah peristiwa roket-roket Palestina menghancurkan sebagian wilayah israel, di belahan dunia lain, Pelari Kenya, Kelvin Kiptum, berhasil menorehkan rekor dunia lari maraton pada Ahad, 8 Oktober 2023.

Kiptum yang berumur 23 tahun ini berhasil mencatat waktu 2 jam 35 detik saja untuk menyelesaikan lari jauh sepanjang 42,195 km. Kiptum mendobrak rekor lari maraton sebelumnya yang dipegang oleh Eliud Kipchoge saat menjuarai Berlin Marathon pada tahun 2022 dengan waktu 2 jam 1 menit 9 detik.
Continue reading Larilah Terus dengan Bahagia

Testimoni Seorang Bibliophagist: Seandainya Saja Saya Mempunyai Energi dan Ketekunan


Banyak pembaca buku Sindrom Kursi Belakang memberikan testimoninya terhadap buku ini. Saya mengucapkan terima kasih dengan setulus-tulusnya kepada mereka semua.

 

Aim Nursalim Saleh, Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian, DJP:

Cerita-cerita di sana bisa menjadi cermin buat pembacanya.

 

Dwi Astuti, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, DJP:

Saya ditemani buku ini di pesawat. Seru banget. Saya bisa membayangkan keindahan Tapaktuan dari buku ini. Seperti Andrea Hirata yang menggambarkan Belitong.

Baca Lebih Lanjut

Utang Itu Dibawa Sampai Mati


Seusai turun dari bus Transjakarta itu, saya menyeret kaki di jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan dua sisi Jalan Jenderal Gatot Subroto.

Di sisi turun, depan kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal, di ujung tangga kita bisa menemui penjual makanan dan minuman. Sebelum ada perbaikan Halte Busway LIPI, mereka biasa berjualan di JPO. Setelah penataan halte dan JPO, mereka sekarang turun berjualan di trotoar.

Continue reading Utang Itu Dibawa Sampai Mati

Cerita Lari Jakarta Half Marathon 2023: Disusul Nenek Yuli


Medali penamat dalam kategori 5K.

Setelah sekian lama mengikuti kegiatan lari virtual selama pandemi, akhirnya saya bisa ikut “race” betulan. Kali ini saya ikut Jakarta Half Marathon (JHM) 2023 pada Ahad, 20 Agustus 2023. Itu pun dalam kategori 5 km saja.

Ini berarti saya kali keduanya berlari dengan garis startnya berada di Monas. Dulu saya pernah ikut Mandiri Jakarta Marathon 2017 dalam kategori Half Marathon pada 29 Oktober 2017.

Baca Lebih Lanjut

Jangan Main di Luar Sistem Ojek Online


Ada peristiwa menarik yang saya alami pada sepekan terakhir ini. Ini terkait pada saat saya memesan mobil daring melalui aplikasi. Dini hari menjelang Subuh itu, saya harus berangkat ke suatu tempat.

Pada pemesanan pertama, pesanan saya dibatalkan oleh pengandar. Saya tidak tahu kenapa. Saya mengulangi pemesanan untuk kedua kalinya dan berhasil. Saya mendapatkan harga Rp90.000,00 yang didiskon menjadi Rp60.000,00.

Baca Lebih Lanjut

Menulis Seperti Picasso: Lima Pelajaran untuk Menarik Pembaca


Satu jam menjelang upacara daring di pagi ini.

Saya membaca surat elektronik berlangganan. Surat itu dikirim dari Jon Morrow pemilik situs web smartblogger.com. Ia membagikan tip-tip soal ngeblog. Judulnya: 5 Hard Lessons for Bloggers Struggling to Attract Readers.

Isinya menarik dan saya langsung terjemahkan serta tulis ulang untuk Anda di sini.  Berikut 5 Pelajaran buat Blogger yang Berjuang Menarik Pembaca ala Jon Morrow.

Baca Lebih Lengkap

Kulangitkan Petrikor dari Tanah Aminku


Saya merasakan Ramadan yang berbeda daripada tahun sebelumnya. Terutama soal mengerjakan rangkaian ibadah di dalamnya. Saya merasakan keringanan. Pun, pada saat mengerjakan iktikaf di kompleks perumahan yang baru dua tahun ini kami tinggali. Saya baru pertama kali iktikaf di Masjid Almukhlisin.

Untuk iktikaf itu, saya tidur di rumah di awal waktu, lalu bangun pukul 02.00. Setelah ambil wudu, segera pergi ke masjid. Kalau berangkatnya jam dua pagi, saya mengerjakan banyak hal dengan tenang. Namun, kalau berangkatnya terlambat, seperti jam tiga pagi, saya mengerjakan rangkaian ibadah itu dengan tergesa.

Continue reading Kulangitkan Petrikor dari Tanah Aminku

Di Jam Sibuk


Suasana di gerbong perempuan KRL Jurusan Jakarta dari Bogor pada pagi 07 Februari 2023.

Sewaktu saya masuk gerbong KRL, saya melihat perempuan pekerja kantoran yang tidak memakai sepatu di barisan terdepan.

Karena banyak yang masuk, perempuan itu terdorong ke belakang. Ia berteriak, “Sudah penuh, cukup. Jangan paksain.” Di jam sibuk, teriakan itu tak diacuhkan.

Baca Lebih Banyak

Sulit untuk Tidak Jatuh Hati


Sulit untuk tidak jatuh hati pada karya bikinan Riza Almanfaluthi kali ini.

Dalam karya beliau berjudul “Kita Bisa Menulis”, saya beroleh afirmasi di tengah rimba kebimbangan untuk konsisten berkarya dalam dunia tulis menulis. Bahwa saya harus tetap berkarya lewat tulisan, menuangkan gagasan, dan lebih dari itu yakni mewariskan kenangan untuk anak cucu saya nanti. Oleh sebab itulah, patut kiranya saya berterima kasih kepada Riza yang lewat karyanya telah membantu saya beroleh nyala api semangat.

Baca Lebih Lanjut