Gletser Dusta di Kulitmu


Nada harus berganti nada agar biola yang kaugesek menjadi perihal rindu yang memukul gendang-gendang telingaku, agar tidak menjadi tawa yang kautabur kepada lantai hitam semenjana, atau agar sekadar helai sayap menutup bahumu muasal pelukku. Cobalah di lidah apiku, agar sekujur gletser dusta di kulitmu, merayap ke jendela dan pergi bersama pagi yang merintih-rintih. Aku adalah hitam di balik punggungmu, atau sekadar bayang di setiap pikirmu. Percayalah…

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
23 Oktober 2017

 

Foto ini sejatinya milik Mastah DOF Pak @harris_motret. Suatu ketika, sambil guyon ia bertanya kepada saya, “Sudah ada belum puisi untuk foto ini?” Ya sudah, dan begitulah adanya captioning dari fotonya yang ciamik tenan itu.

 

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s