Setelah 1000 Harimu


Roda pesawat mendarat di bandara yang namanya mengingatkanku padamu dan pada sepasang kelopak mata yang sering melahirkan aku, telaga, dan kata-kata. Atau sepasang ingatan yang kerap pudar karena takut pada hujan yang jatuh dan melunturkan warna pada dua sayap berwarna merah, kuning, hijau, dan kelabu. Di tanah gembur sawah bertumbuhlah padi dan segala engkau yang tak menyerah untuk keluar menyambut pagi, dengan tikus dan ular kembali ke sarangnya setelah adu akting di dramanya masing-masing, atau keong mas yang lapar terus menerus mencatat ribuan telur merah muda seperti tengkulak di masa panen. Sampai jualah kita di ujung cerita, tak tampak kucari fotomu di belantara binari, tak satu pun, tak ada. Sampai jualah fotomu itu, kudapatkan dari seorang teman yang menyerahkan buku Yasin, setelah 1000 harimu.

**
Riza Almanfaluthi
10-12-1445
Gambar dari media.cntraveler.com

Putu Buku Mengulas Seseloki Seloka di Pinggir Selokan


Mas Nugroho Putu Warsito adalah penyair sekaligus ASN Kementerian Keuangan dan pemilik akun Youtube Putu Buku. Spesialisasi kontennya adalah mengulas buku dan membaca puisi.

Salah satu konten yang baru-baru ini terbit adalah ulasan terhadap sajak-sajak saya dalam buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan.  Bagaimana komentar dan pendapatnya tentang buku sajak itu silakan ditonton saja.

Lebih detail tentang buku saya itu bisa dicari dalam menu pencarian dalam blog ini dengan kata kunci “Seseloki Seloka”. Salah satunya bisa dibaca dalam tautan berikut Di Balik Layar Seseloki Seloka di Pinggir Selokan.

Pembaca juga bisa melihat-lihat beragam buku saya pada menu tautan berikut Linktree.

***
Riza Almanfaluthi
20 Mei 2024

Risalah Pembaca Buku Bekas


Dunia kerja ASN dan PNS pada umumnya adalah dunia pengabdian yang sarat rutinitas dan tugas. Setidaknya 84 persen mereka yang memasuki dunia itu mengaku karena ingin berkontribusi kepada negara. Ini kata survei Kemenpan RB tahun lalu. Sayangnya, entah disadari atau tidak, banyak awak ASN yang akhirnya terjebak dalam rutinitas sistem itu sendiri, seolah dunia lain di luar sana sudah mati. Mereka tenggelam dalam SOP tugas harian—pagi ke malam—dan sebagian mengubur talenta yang sebenamya pernah mereka cita-citakan. Kalaupun dilakukan, talenta itu akhirnya tak lebih dari sekadar hobi pengisi jeda rutinitas semata. Haruskah lingkungan kerja ASN menjadi kuburan bagi berkembangnya talenta lain orang-orang di dalamnya? Bukankah seharusnya masing-masing bisa tumbuh beriringan, bahkan saling melengkapi?

Baca Lebih Lanjut

Pembacaan Puisi “Mata”


Pembacaan salah satu puisi saya yang ada di dalam buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan yang berjudul “Mata”.

Pembacaan tersebut dilaksanakan untuk mengisi kegiatan pameran lukisan Hari Pajak 2022 di  lobi selatan Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Jumat,15/7).

Pembacaan diiringi dengan petikan gitar dari Pak Harris Rinaldi. Kami merupakan bagian dari Komunitas Sastra Kementerian Keuangan yang turut meramaikan peringatan Hari Pajak 2022 tersebut.

Buat teman-teman yang ingin membaca puisi itu sendiri silakan miliki buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan yang tersedia di tautan berikut: https://linktr.ee/rizaalmanfaluthi.

Silakan nikmati puisinya.

***
Riza Almanfaluthi

 

 

Pembacaan Puisi Fragmen Menanti Surat


Komunitas Sastra Keuangan (KSK) Chapter Direktorat Jenderal Pajak kembali berpartisipasi menampilkan parade puisi dalam rangka memperingati Hari Pajak 2022.

Acara diselenggarakan di tempat pameran lukisan di lobi selatan Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Jumat, 15/7).

Dari KSK yang ikut dalam performa itu adalah Pak Yari Yuhariprasetya, Ibu Aan Almaidah Anwar, Pak Harris Rinaldi, Mas Dimas Wisnu Mahendra, Mbak Nisa, dan lain sebagainya.

Pembacaan puisi dalam video kali ini  saya bersama Pak Yari Yuhariprasetya. Pak Yari mengiringi pembacaan puisi itu dengan dentingan gitarnya. Ia memusikalisasi puisi saya tersebut.  Terima kasih banyak, Pak.

Puisi Fragmen Menanti Surat adalah salah satu puisi yang ada di dalam buku puisi saya yang berjudul Seseloki Seloka di Pinggir Selokan.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
24 Juli 2022

Pembacaan Puisi Satu Alinea di Pinggir Danau Bohinj


Kami anggota @komsaskeu Komunitas Sastra Kementerian Keuangan mengadakan pentas kecil-kecilan di sebelah galeri lukisan dalam rangka memperingati Hari Pajak di Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Jumat, 15/7).

Hadir di sana Bu @aanalmaidah.a , Pak @papayari, Mas @kidokamen DWM, dan Mbak Nisa.

Dengan iringan denting gitar Mas @kidokamen, kali ini saya membacakan satu puisi dalam buku saya #seselokiselokadipinggirselokan berjudul Satu Alinea di Pinggir Danau Bohinj.

Aku mencintaimu seperti aku menyesatkan diriku sendiri.

Untukmu…

Selamat menikmati.

Semoga bermanfaat.

Testimoni Etti Guritno, Pembaca Buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan


Namanya Etti Guritno. Saya biasa menyapanya Ibu Etti. Suatu ketika Ibu Etti meminta saya untuk mengirimkan buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan ke kediamannya. Buku itu merupakan buku kumpulan sajak saya yang terbit pada Februari 2022.

Ibu Etti ingin membaca buku saya pada saat dirinya menjalani isolasi mandiri. Ya, takdir Allah, Ibu Etti terserang virus Covid-19 pada waktu itu.

Terima kasih, Bu atas apresiasinya kepada buku-buku saya selama ini. Sesungguhnya itu mampu memelihara semangat saya untuk senantiasa berkarya dan memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia.

Sekali lagi terima kasih.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
5 Juni 2022

Aku Menaruh Matamu di Mataku


Alhamdulillah pada malam ini saya membagi video pembacaan puisi saya yang ada di dalam buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan. Video ini dibuat sebelum Ramadan 1443 H. Lagi-lagi Pak Harris Rinaldi yang mengambil rekaman dan mengedit video ini. Terima kasih banyak, Pak. Sungguh tak tepermanai.

Untuk teman-teman yang ingin mengetahui dan memiliki buku itu silakan klik tautan berikut: https://linktr.ee/rizaalmanfaluthi.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara

Di Muara Kali Bluwak, Pembacaan Satu Sajak dalam Buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan


Puisi ini ada di dalam buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan. Video ini dibuat sekali ambil. Disutradarai oleh kawan saya bernama Pak Harris Rinaldi. Tentunya saya mengucapkan terima kasih banyak atas semuanya. Untuk teman-teman yang ingin mengetahui dan memiliki buku itu silakan klik tautan berikut: https://linktr.ee/rizaalmanfaluthi. Buku ini tidak terlihat seperti penampakan pada foto di bawah ini yang tebal sebegitunya. Total ada 68 halaman dan sudah cetakan kedua.

Baca Lebih Lanjut

Testimoni Seseloki Seloka di Pinggir Selokan: Bagaikan Gelombang Ombak di Pantai Selatan


Beberapa waktu lalu, kawan saya sekaligus pembaca buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan bernama Ikhwanudin membagikan foto dan narasi tentang kesaksiannya saat membaca buku sajak-sajak saya tersebut.

Ia menuliskannya di saat sedang menunggu kereta api malam yang akan membawanya ke Semarang. Ia kemudian menyebarkan foto dan narasi itu di grup Whatsapp dan akun Instagramnya. Tentunya buat saya, apa yang dilakukannya sangat berharga. Saya berterima kasih kepadanya.

Baca Lebih Lanjut