Sri Mulyani: Kalau Punya 252 Champion, Berapa Gunung Bisa Saya Pindahkan?


Sri Mulyani memberikan sambutannya dalam acara Penganugerahan Program Penghargaan Kinerja Pegawai Tahun 2019 di Kantor Pusat DJP.

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan penghargaan kepada 252 pegawai Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) yang berkinerja terbaik dalam acara Penganugerahan Program Penghargaan Kinerja Pegawai (Program PKP) Tahun 2019 di Aula Cakti Buddhi Bhakti, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Rabu, 21/8).

“Apakah mereka (pegawai berkinerja terbaik) diberikan kesempatan untuk bisa maju? Caranya bagaimana? Policy itu yang saya mintakan untuk dirjen dan seluruh jajaran pimpinan pajak untuk secara konsisten melakukan, tidak hanya tracking, tetapi mendesain apa yang disebut reward, tidak hanya piagam dan medali,” kata Sri Mulyani.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Menyoal Pajak dan Kesadaran Kita: (Tanggapan dan Apresiasi untuk Prof Apridar)



Oleh Riza Almanfaluthi

MENINGKATKAN penerimaan pajak perlu kesadaran kita sebagai warga negara. Apalagi dengan adanya program pengampunan pajak (tax amnesty) yang dikampanyekan pemerintah pada saat ini. Kesadaran itu sayangnya dicemari oleh ulah oknum pegawai pajak dan panyakit akut korupsi di kementerian dan lembaga negara, sehingga perlu adanya pengawasan internal dan eksternal untuk mengamankan keuangan negara.

Demikian disampaikan oleh Guru Besar Ekonomi dan Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh, Prof Dr Apridar SE MSi, dalam opininya berjudul “Pajak dan Kesadaran Kita” yang dimuat di Serambi Indonesia (Rabu, 3 Agustus 2016).

Secara garis besar penulis setuju dengan opini Prof Apridar, namun ada beberapa hal yang perlu ditanggapi. Pertama, tentang kekeliruannya mengenai tarif uang tebusan dalam rangka pengampunan pajak ini. Kedua, pengawasan internal di lingkup Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Dan, ketiga, potensi korupsi di kementerian dan lembaga negara.

Baca Lebih Lanjut.