Mengurangi 3.000.000 Butir Permen


Tahu tidak? Ketika kita datang ke sebuah layanan pelanggan (customer service) perusahaan kita menjumpai di mejanya ada yang menyediakan permen dalam sebuah mangkuk atau toples kecil.  Penggunaan mangkuk dan toples ini ternyata punya dampak berbeda-beda. Berdasarkan penelitian, menggunakan toples lebih menghemat konsumsi permen dibandingkan menggunakan mangkuk. Mengapa demikian?

Ini karena penggunaan mangkuk tanpa ada penutup senantiasa memantik keinginan pelanggan untuk mengambil permen, entah seberapa besar atau kecil keinginannya dalam mengonsumsi permen. Sedangkan kalau diletakkan dalam toples yang ada penutupnya akan ada usaha kecil untuk dapat mengambil permen. Itu saja sudah dapat menghambat keinginan yang tak besar memakan gula-gula.

Penelitian sederhana dilakukan di kantor Google di New York. Seperti kita tahu, Google royal soal kudapan. Suatu ketika mereka melakukan perubahan kecil, tetapi dampaknya besar. Mereka tidak lagi meletakkan permen M&M itu di dalam sebuah mangkuk, melainkan di dalam toples. Apa yang terjadi? Orang memakannya tiga juta lebih sedikit dalam satu bulan. Memangnya ada yah sampai menghitungnya begitu? Ada.

Ini sebenarnya mau bicara apa? Saya hanya mau menyampaikan sesuatu tentang bagaimana menyingkirkan hal-hal yang bisa mendistraksi fokus kita akan sesuatu. Lakukan perubahan kecil, tidak perlu besar-besar, namun efeknya enggak main-main.

Buatlah sesuatu yang mempersulit kita untuk melakukan hal yang mendistraksi kita. Contoh: singkirkan hp dari jangkauan tangan, senyapkan dering telepon, tutup Whatsapp. Ini untuk teman-teman yang kerja dari kantor (WFO) saja kali yah, kalau kerja dari rumah (WFH) jangan, nanti Anda dikira sebagai perebah dan pemalas. 😊 😊 😊

 

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
12 Agustus 2020
Gambar dari Summitcc.edu

8 thoughts on “Mengurangi 3.000.000 Butir Permen

  1. Singkirkan hp dari jangkauan tangan, senyapkan nada dering. Hal tersebut sudah semakin intens aku lakukan bebas tahun belakangan.
    Dan hasilnya,,,, aku juga semakin intens kena marah suami karena lama balas WA dan tidak menjawab telpon sampai beberapa panggilan😀😀😀🤭🤭🤭🤭

    Liked by 1 person

  2. So, inspiring pak. saya juga lagi usaha untuk menjauhkan handphone dari tangan. Awal-awal agak sulit sih, tapi makin kesini tidak juga. Yang membuat sulit adalah ketika kita terlalu khawatir, jika tidak ada telepon, jika tidak ada sosial media… dan jika jika lainnya yang lebih dulu hadir dibandingkan aksinya…

    Semoga, kedepan tidak lagi akrab dengan hp kecuali untuk yang darurat saja…

    Liked by 1 person

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.