Malam Ramadan


 

Di masa yang penuh serpihan-serpihan sujud, sujud-sujud yang pura-pura atau setengah khusyuk, atau dengan sungai air mata, seharusnya aku ingat dengan ribuan lalai yang mengelilingi perasaan para pendosa. Di atas hamparan yang sama, para pendosa menjelma menjadi pendoa, menaikkan kata-kata ke langit untuk menjadi apa yang sering kausebut rinai bahagia tak henti-henti, beternak hening, menanam tenang, dan membuang hama cemas dalam ladang kalbu dan jenak pikiran. Terberkatilah kita semua.

 

***

Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara

4 Juni 2017

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s