sekarat


sekarat


kata orang
aku tak layak mengharap debu cintaMu
apatalah lagi mengharap remah kasih sayangMU
aku adalah pendosa di bawah kaki gunung maksiat

kata orang
aku tak layak berteduh di pohon maafMU
apatalah lagi berenang di samudera ampunanMu
aku adalah pendosa berbaju kesombongan

kata orang
aku tak layak mencium bau surgaMu
apatalah lagi meminum telaga KautsarMu
aku adalah pendosa buat para tetangga

tapi kataMu

rahmatMU adalah bilangan yang tak terhingga

pada hambaMu yang terpilih

oh, di tepian maut yang mencekik leher

aku sungkurkan hidupku yang tinggal sedikit

aku tak mau menjadi fir’aun

***

Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara

Diikutkan dalam lomba menulis puisi Al Amanah Fair Kementerian Keuangan

 

Gambar dari sini.

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s