CARILAH MODEL: DARI INDIA HINGGA MALAYSIA


CARILAH MODEL: DARI INDIA HINGGA MALAYSIA

 

Cakra saya masih setengah. Malam ini saya masih ingin menulis yang ringan-ringan saja. Ada sih di otak bahan untuk nulis nyang entu tuh…reward and punishment atau stick and carrot. Biarlah itu sih untuk hari libur saja. Besok juga masih harus rekonsiliasi dengan Wajib Pajak di Pengadilan Pajak. Masih ada hari esok. Tak perlu dipaksakan.

Sudah jam satu malam tapi masih saja ada yang corat doret di di dinding facebook (fb)–termasuk saya. Ada yang nyetatus lagu India ada juga lagu Malaysia—lagunya itu tuh Siti Nurazizah Nurhaliza. Yang lagu India diposting dari temen yang ada di Dammam Arab Saudi. Di sono masih jam 10-an malam kali.

Saya jadi teringat sesuatu nih. Masih dengan sosok ibu Guru kelas 1 SD yang ada di Sidoarjo sana. Punya semangat besar menulis. Berusaha untuk menciptakan karya. Walaupun hanya untuk ditampilkan di sebuah blog. It’s oke. Perjuangan yang patut untuk diapresiasi. Tanya ini dan itu pada saya. It’s oke juga. Saya justru senang. Itu ciri orang mau maju. Dia nganggap saya guru—dengan segala keterbatasan yang ada. Jeruk makan jeruk. Guru makan guru.

Saya jadi ingat sekitar hampir enam atau tujuh tahun lampau. Saat saya masih sama kondisinya dengan guru yang dari Sidoarjo ini dalam dunia kepenulisan. Berusaha untuk membangkitkan kemampuan menulis yang terpendam lama dengan berusaha belajar kepada sosok teman yang sudah hebat dalam proses kreatif menulis. Dia juga sudah menghasilkan buku. Salah satunya adalah: Hari Ini Aku Makin Cantik, ya betul penulisnya adalah dia, dia, dia Azimah Rahayu. Cari saja di Google atau FB ada deh nama itu.

Saya banyak belajar darinya. Saya sedang mencari model. Saya cermati betul tulisannya. Jumlah karakter. Jumlah kata. Jumlah paragaf dan jumlah halamannya. Coba lihat artikel-artikel saya zaman dulu: gaya tiga halaman adalah persis dari dia. Saya juga belajar cara dia memandang sesuatunya, cara membuka dan menutupnya, dan lain sebagainya. Pokoknya dia adalah the real model. Yang pasti dia mau berbagi. Mau memberikan saran dan masukan. Sampai pada suatu titik bahwa apapun yang diberikan guru tetap semuanya tergantung pada diri kita sendiri.

Akhirnya inilah saya, pada saat ini. Yang menulis hanya untuk mencari kepuasan. Menuntaskan kegelisahan. Mengabadikan pikiran. Menentang kezaliman. Menyuarakan ketertindasan. Melawan kebohongan. Menyingkirkan kebisuan. Mengungkapkan perasaan. Tidak lain. Tidak bukan. Insya Allah.

Saya—dari hati yang paling dalam—pada malam ini mengucapkan terimakasih yang tulus kepada teman saya dan ibu guru saya, compradore di Forum Lingkar Pena: Azimah Rahayu, semoga ini menjadi amal ibadah yang tak berhenti mengalir.

Yang saat ini masih terus menerus belajar menulis, pesan saya satu: carilah model. Siapapun dia dan di mana pun dia berada. India, Malaysia, Indonesia whatever-lah. Pelajari dengan seksama. Suatu saat Anda akan menemukan gaya Anda sendiri. Yang ini sudah saya bilang berkali-kali pada ibu guru di timur sana. Tetap semangat. Terus menulis. Ungkapkan semua yang dirasa, yang dilihat, yang didengar. Siti Nurazizah Nurhaliza yang bukan seorang penulis saja dan tengah malam ini lagi nyanyi-nyanyi sampai berpesan: “kekasih tulis namaku di dalam diari hatimu”. Ayo tulislah. Apapun.

Semoga bermanpaat bermanfaat. Selamat berkarya.

***

 

Riza Almanfaluthi

ngantuk…

dedaunan di ranting cemara

02.21 WIB 28 Januari 2011.

 

Tags: forum lingkar pena, flp, azimah rahayu, siti nurhalizah, dammam, arab saudi, saudi arabia

 

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s