SERAPAH UNTUK MEREKA


Aih…tanduk siapa yang menjelma pada si angkara murka,

Aih…ekor runcing siapa yang menjelma pada wajah-wajah bengis

dari keturunan para kera

hingga nyawa-nyawa berebutan keluar dari jasad

sungguh Surga untukmu Bur’i…

 

****

Syair kepedihan untuk Bayi-bayi Palestina yang jadi korban biadab Israel.

Riza Almanfaluthi 

16:32 4 Maret 2008

(Berita terkait di sini: Hafez)

Malam


Malam
***

Adalah ranah pendakian
tebing mimpi
terkadang basah
di pagi hari

dedaunan di ranting cemara 

Riza Almanfaluthi
08:30 03 Maret 2008

Pemandian Kata-kata


*pemandian kata-kata

ajaklah aku untuk menusuk subuh ini dengan kata-kata
biar tiada terasa pelukan dinginnya
bagiku saat itu citra ayumu
adalah suatu
mimpi

riza almanfaluthi

09.00 29 Februari 2008

Lantai 3 Kalibata

TIWIKRAMA


TIWIKRAMA

Langit Jakarta meniwikrama sehitam legam
belum selegam kenangan laluku

Riza Almanfaluthi
langit kalibata hitam
16.50 07 september 2007

Lengkung Pelangi Senyummu


senja memeluk hangat

gunung-gunung di atas rawapening

citrakan seraut wajah

utuh penuh kesenduan

tanpa lengkung pelangi senyummu

yang dingin menelisik

reruntuhan renjanamu

Ambarawa, 12 Juli 2007

Riza

Jelmaan Kubur


Saya buat saat melihat di senayan sedang ribut-ribut mengenai dana DKP. Antara BK, Fahri, dan KPK. Tinggal melihat keadilan Allah saja nanti di Padang Mahsyar.

II.
Jelmaan Kubur

kubur menjelma di otakmu
yang berdenyut penuh kolesterol
batu nisan berkelindan kuat di perutmu
penuh duit proyek, sikat menyikat teman sejawat
kembang tujuh rupa menjadi penghias
kepala botakmu yang berminyak
air mawar adalah tenggakan terakhir
untuk mulut-mulutmu yang tak letih
tebarkan janji dan keadilan
tanah merah berkilo-kilo beratnya
menjadi pakaianmu
yang licin dan necis tanpa kusut
wahai manusia penghuni Senayan
aku Izrail siapkan diri
menagih tebaranmu
tiba-tiba matamu melotot
mendelik ke sana ke mari
keluar dari kelopak
saat aku cabut kehidupan
dari jempolmu yang bau,
ternyata kau dusta…!!!

Tlogosari, 11 Juli 2007
Fahri, bersabarlah.

Mencabik Luka


Saya buat di Semarang. Dalam secarik kertas bergambar F4 milik keponakan saya. Lengkap dengan foto-foto 4 pemuda pemeran utama di Meteor Garden. Ada tulisan besar di sana: I Love F4. Di sini tidak untuk membahas mereka, sekadar pembuka saja untuk puisi-puisi ini.

I.
Mencabik Luka

inilah sebongkah luka menganga di jemari lentikmu tak peduli pada debur asa yang menjilat-jilat relung peraduan batin tak peduli pada garam yang bertaburan di atasnya mencabik luka memerahkan nadi mengiris vena itupun tak berarti karena aku adalah keberartianmu?

Tlogosari, 11 Juli 2007

SEKUNTUM MAWAR


Tuesday, April 3, 2007 – SEKUNTUM MAWAR

Melihat signaturenya salah seorang moderator di DSHnet, saya langsung terinspirasi untuk membuat beberapa kata ini:

sekuntum mawar

sekuntum mawar menulis pada hari-hari yang lampau

tegas!

menanyakan kepingan hati yang terpaut

kini entah berada di mana

cuma hasrat sukma menyucikan diri

dalam rintih sepi

membakar amukku pada renjana

renjana cinta bertubi-tubi

ah, sentuhan rindu tak mampu menidurkanku

lelap!

cuma ayat-ayat cinta bertabur pesona

di dalamnya kutemukan sekuntum mawar

menulis hari-harinya penuh kata

:have a nice day

Sekilas Saja

Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
15:05 03 04 2007.

Aduh, Rinduku


Aduh, rinduku
by: riza almanfaluthi

aduh… rinduku padamu
tak mudah usai sepanjang hari
perlahan dan pasti masih menghangat
bahkan menghampakan jiwa

aduh… rinduku padamu
membuat janjiku tak mudah terhapus segera
mengikat segalanya dalam setiap ucap
bahkan menyenandungkan nelangsa

aduh… rinduku padamu
membuat hati ini penuh warna
tak mudah untuk memutih dan menghitam
bahkan melanggengkan indahnya pelangi

duh…rinduku padamu
tak segan-segan menusuk desah nafasku
tak mudah terucapkan karena ini cukup sudah menjadi rahasia
bahkan abadi membisunya

aduh…rinduku padamu
biar masa saja yang bilang
selalu aku merinduimu

**

riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
yang masih tetap merindu
09.21 22 Maret 2007
riza.almanfaluthi at pajak.go.id

Karena Kamu Cantik…


karena kamu cantik…

Kepekaan saya yang semakin menipis membuat saya gagap untuk menulis puisi. Tapi saya memang harus melawan kecenderungan yang biasanya membuat orang takut yaitu memulai untuk menulis. Jikalau semua kita memahami bahwa sesuatu yang indah tentunya diawali dari kesulitan-kesulitan maka tentunya tak akan ada keluhan karena akhirnya keindahan itu pasti datang pada akhirnya.
Maka saya tak akan pernah mengeluh bahwa keindahan itu tiada terasa pada puisi ini, karena hari ini saya kembali untuk memulai. Memulai untuk menulis. Menulis sebuah puisi.

***
Mengapa perempuan selalu dibahas dalam setiap diskusi? Karena kecantikannya? Atau karena apa?
Kata Dr. Najah Ahmad Azh Zhihar dan Ustad Cinta dalam “Ya Ma’syaru Ar-Rijaal, Rifqan bin An-nisaa, sesungguhnya:

1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan
mata kaum laki-laki;
2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu
menggetarkan sensifitas dan kecintaan pria;
3. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya;
4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan
suaranya yang hangat;
5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah
kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya;
6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya;
7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia;
8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi.

Sedangkan saya cuma bisa jawab:

karena…
by: Riza Almanfaluthi

karena perempuan itu 1001 misteri
karena perempuan itu ingin dimengerti
karena perempuan itu sejatinya adalah kawan sejati
karena perempuan itu adanya lelaki
karena perempuan itu mampu membuat warna hati
karena perempuan itu keindahan sebuah puisi
karena perempuan itu membuatku tak mudah patah hati
dan selaksa lainnya hanya
untukmu perempuanku…

Kalibata Biru
11:21, 12 Maret 2007

cinta…
selayaknya datang di senja
saat kau memandang buih lautan

tanyamu
adalah asa yang tak kunjung tiba
di selokan penuh embun
absurd

ah…

Kalibata Biru,
10:00, 12 Maret 2007