ADZAN YANG DIKULTWIT


ADZAN YANG DIKULTWIT

Dulu saya mengira kalo ngetwit itu hanya sekadar igauan orang yang lagi tidur dan bisanya cuma membuat malas orang untuk menulis serta berpikir lebih tajam dan menukik. Pendapat saya itu ternyata kurang tepat. Menulis di manapun sebenarnya bisa. Termasuk dengan ngetwit.

Ngetwit tidak menghalangi orang untuk menulis. Bedanya memang ngetwit dibatasi dengan 150 karakter dalam setiap kicauan. Tetapi dengan batasan itu membuat kita berpikir lebih keras lagi agar kalimat bisa efektif, tidak mubazir, dan tepat pada sasaran. Ini menghindari juga kalimat yang berbusa-busa.

Yang memang tidak bisa digantikan dengan menulis biasa atau menulis di blog adalah pemakaian bahasa yang tidak sesuai dengan kaidahnya. Dengan demikian memang ngetwit dan menulis blog bukan untuk saling menyingkirkan keberadaannya masing-masing. Ngetwit adalah upaya yang sekadar menuliskan lintasan-lintasan ide dalam pikiran agar tidak hilang. Menulis konvensionalnya adalah jalan melengkapi ide-ide itu agar bisa dinikmati dan dimengerti lebih nyaman, dalam, dan rigid.

Maka daripada ide itu hilang, saya ngetwitlah. Contohnya saat di dalam Kereta Rel Listrik (KRL) yang penuh itu, saya menuliskan lintasan ide tentang adzan ini. Daripada menghitung berapa lagi stasiun yang akan dilewati dan ngedumel karena KRL itu mogok lama di stasiun UI.

Saking asyiknya ngetwit, saya sampai tidak menyadari kalau KRL ini sudah terbuka pintunya di Stasiun Citayam. Silakan dikunyah.

clip_image001

(Muadzin kumandangkan adzan. Sumber gambar: Di sini)

1. #Adzan itu memang enak didengar. Keras ditelinga ataupun yang sayup-sayup. Apalagi klo yg adzan suara&langgamnya bagus.

2. #Adzan setiap waktu sholat punya langgamnya masing2. Ada yg bedain adzan shubuh dg maghrib itu dibedain. Apalagi klo dzuhur & ashar.

3. #Adzan waktu sholat siang kudu keras & membahana. Lantang. Karena harus bisa memenangkan desible dg kebisingan.

4. #Adzan tuk sholat di waktu gelap lebih lembut & menyahdukan. Muadzin yg pengalaman tahu soal ini.

5. #Adzan shubuh saking indahnya bahkan bisa bikin orang tidur lagi. :-p Tapi bukan karna ini ding. Niat, kemauan & hidayah Allah jd penentu

6. #adzan maghrib saya suka sekali. Apalagi klo lg naik kereta jakarta-bandung. Apalagi kalo lg di sawah. Syahdu sekali.

7. Kalo denger #Adzan jumat selalu inget waktu masih sd atawa smp sholat jumat di masjid muhammadiyah di kampung. Di pinggir sawah. Angin..

8. Anginnya semilir. Pokoknya #adzan jumat punya memori khusus. Bikin terkenang kampung halaman & masa lalu.

9. #Adzan shubuh akan bisa mengharukan kalo muadzinnya bagus.

10. Yang paling mengharukan adalah #adzan di masjdilharam. Mungkin karena hati sdh di frekuensi sama. Hati lg trance. Hati lg pasrah.

11. Hati lg deket bgt sama Allah. Jadinya setiap moment #adzan adlah kesmpatan bagus buat balas setiap kalimat adzan dg sebuah ksadrn betul

12. Allahu akbar. Kita balas dg Allahuakbar. Ditambah pemahaman kita & semua kecil kcuali Dia. Kalimat syahadat dll. Pokoknya gitu dah.

13. Maka bagusnya (bukan wajibnya) yg #Adzan yg punya suara bagus agar bisa gugah hati orang. Rasul SAw janjiin buat muadzin punya leher…

14. ..leher panjang di padang mahsyar sbg keutamaan buat mereka. Jgn artikan leterlek ye leher panjang kaya suku di Thailand.

15. Muadzin dpt kebaikan banyak karena dpt bangunkan orang dari lelap tuk sholat shubuh. Orang yg bangun shubuh dpt pahala banyak. Apalagi..

16. apalagi yg bangunin. Seorang ulama besar Mesir Hasan Al Banna punya kiat jitu tuk dapat kebaikan yg banyak daripada muadzin.

17. Caranya? Dia bangun lebih awal dan datang ke rumah muadzin yg mash tidur lalu bangunin muadzinnya. Mantap.

18. Mau dapat banyak kebaikan? Ya jadilah muadzin. Datang ke masjid atau musholla. Lalu berinisatif tuk adzan. Pamit dulu sama takmir/marbot

19. Nanti ada yg tanya kenapa anjuran itu tak buat perempuan? Perempuan jg pengn dpt kebaikan. Jwbnya: Karena perempuan tak punya kwajban…

20. …tak punya kewajiban ke masjid. Masalah kebaikan yg ingin didapat ada penggantinya. Apa? Perempuan bisa dg membangunkan suaminya,

21. Dan memintanya ke masjid untuk sholat. Bisa dg mematikan tv yg ditonton anak2 & meminta mrk ke masjid. Jgn dikira perbuatan itu sepele

22. Contoh lainnya banyak. Sekretaris prmpuan yg ingatkan bos waktusholat. "sudah adzan pak. Waktunya sholat.Rapat ditunda dulu." Pokoknya..

23. ..buat perempuan ada banyak stock kebaikan yg bisa diambil dg tidak #adzan di masjid. Jawab lain: karena suara prmpuan=aurat.

24. Inka Christy atawa Mel Shandy gak bisa jadi muadzin. Nanti nyimak & ngebayangin orangnya dah.

25. Jawab lain karena perempuan di setiap bulannya punya tamu yg sebabkan ia gak bsa ke masjid. Ini jawaban sy. Jawaban yg lebih fakih bisa

26. Liat di kitab fikihnya. So, sampai sejauh ini #adzan bagi saya waktu yg ingatkan sy tuk bersegera tinggalkan semua. Walau sy masih..

27. Berusaha dg keras tuk bisa penuhi panggilan itu. Masih belajar. Minimal punya rasa nyareset di hati & malu kalo gak bersegera.

28. Minimal jg gak ada penolakan sama #adzan. Atau bilang seperti ini: yg sayup2 lebih mengena di hati drpd yg keras2 volume toanya

29. Yg gak suka adzan keras & sayup2 itu cuma kuntilanak, siluman kebo, tuyul, genderuwo a.k.a setan yg lari terbirit2 masuk wc or

30. Karna takut kebakar. Panaaaas…panas.panas (ini bukan Armand maulana yg nyanyi) sambil tutup kuping.

31. Smoga kita jadi muslim yg baik yg tak lari terbirit2 denger suara #adzan atau yg ngedumel sambil bilang: "sholat lg sholat lagi."

32. Semoga kita diberikan kemudhan oleh Allah agar bisa bersegera tuk sholat waktu denger #adzan.

33. Semoga kita diberikan kekuatan oleh Allah tuk bisa ke masjid waktu denger #adzan. (yg ngetwit ini tundukkan hati)

34. Kalau masih silap ya Allah, ampuni aku.

35. Semoga Allah tidak menulikan hati dan telinga kita. Allahumma ‘aafini fi sam’ii. Aamiin. *selesai.

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

di atas KRL yang sedang alami cemburu

17.30 02 Mei 2012

Advertisements

MIMPI ORANG PAJAK


MIMPI ORANG PAJAK

 

Lebih dari empat setengah bulan sudah kami meninggalkan Makkah dan Madinah. Dua kota yang kalau disebut sama teman-teman yang mau pergi haji atau umroh selalu membuat mata saya berkaca-kaca dan hati merindu tidak kepalang. Hanya ratusan foto yang tersimpan dalam komputer menjadi pelipur lara. Atau dengan sesekali menyaksikan tayangan langsung di
http://live.gph.gov.sa/index.htm#.TvYOvVJIZ0t

*Foto sholat dzuhur 21 April 2012

Subhanallah pas saya copy paste alamat situs ini, di masjidil haram sedang adzan dzuhur. Allah…Allah…Allah… Sudut-sudut masjidil haram seperti lekat di depan mata. Ingin sekali untuk kembali ke sana. Saya jadi ingat sebuah tema diskusi dalam sebuah forum, judulnya: ini mimpiku dan mana mimpimu?

Maka hari ini kalau boleh saya bermimpi, kiranya saya bisa setiap saat pergi ke sana dengan mudah. Seperti teman-teman kantor kalau mau pulang kampung naik kereta atau pesawat di setiap bulannya. Jadi kalau iman lagi turun, segera rihlah naik pesawat jet pribadi, pergi hari jum’at sepulang dari kantor menuju Bandara Soekarno Hatta. Kemudian pakai kain ihram di pesawat dan berniat umrah saat tiba di miqat.

Tiba di Jeddah Sabtu pagi. Lalu naik Mercedes yang sudah siap menuju Makkah. Tiba di hotel terdekat dengan Masjidil Haram lalu istirahat sebentar. Setelah itu segera berangkat ke masjid untuk memulai thawaf. Putar-putar tujuh kali. Lalu berdo’a yang banyak di Multazam. Sholat sunnah dua rakaat dan minum air zam-zam. Sesudah itu pergi sa’i dari shofa menuju marwah dan sebaliknya sebanyak tujuh kali. Selesai sudah rangkaian umrah.

*Lorong masjidil haram 18 November 2011

Shalat maghrib, isya, dan shubuh menjadi kesempatan terbaik mendengarkan recite atau bacaan surat imam yang merdu itu. Kyai Haji Abdurrahman Assudais atau Maher bisa jadi yang memimpin sholat itu. Tak bisa bohong kalau saya lebih menyukai bacaan Maher Almu’aqli.

Awalnya saya tak tahu bacaan indah milik siapa ini. Di masjid depan penginapan di Makkah saya pernah dengar bacaan itu. Menyentuh sekali. Tetapi cuma sekali mendengarnya. Lalu waktu sepulang dari sholat dzuhur di Masjid Nabawi terdengar keras banget bacaan yang sama dari toko yang jual buku, kaset, dan cd. Saya datangi toko itu dan menanyakan kepada penjaga toko yang orang Bangla siapa pemilik bacaan ini. Barulah saya tahu kalau ia adalah Maher Almu’aqli, seorang Imam Masjidil Haram dan Nabawi.

Klik saja kalau mau mendengarkan bacaan alfatihahnya di sini. Atau kalau mau lengkap 30 juz unduh saja di sini. Yang pernah ke dua tempat suci itu pasti merindukan bacaan surat para imam itu.

Mari kita lanjutkan mimpinya. Sepertiga malam terakhir diisi dengan qiyamullail dan menyempatkan diri untuk mencium hajar aswad serta sholat dua rakaat di Hijr Ismail. Lalu setelah shubuh, baca alma’tsurat, sholat syuruq, dan dhuha. Sarapan di hotel dan jalan-jalan di menara jam yang tinggi itu. Jam sebelas siap-siap packing karena ba’da dhuhur kembali menuju Jeddah.

Adzan dzuhur berkumandang, segera pergi ke masjid, berdoa yang banyak minta ampunan Allah dan keselamatan umat Islam dari fitnah dunia. Sempatkan diri thawaf setelah shalat dhuhur. Dan jam setengah dua siang sudah tiba di hotel lagi, makan siang lalu cabut.

Sampai di Jeddah sekitar jam setengah empat sore. Naik pesawat jet lagi dan menyusuri 9 jam perjalanan menuju Jakarta dengan istirahat. Tiba di Soekarno Hatta senin dini hari. Paginya sudah ngantor
ngadepin Pemohon Banding dan Penggugat lagi di meja hijau Pengadilan Pajak. Selesai sudah.

Terbangun dari mimpi lalu sadar kalau diri ini hanya orang pajak. Tapi memangnya tak boleh orang pajak punya mimpi-mimpi? Mengutip perkataan teman dari Hasan Al Banna: “Mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok.” Insya Allah bisa. Jangan takut untuk bermimpi. Allah mahakaya, sudah pernahkah kita minta apa saja kepadaNya?

 

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

ayo bermimpilah

20:22 21 April 2012

    

Tags: Maher almu’aqli, makkah, madinah, pengadilan pajak, hasan al banna, hajar aswad, hijr ismail, zam zam, Jeddah, Sudais, Abdurrahman Assudais, bandara soekarno hatta, nabawi, masjidil haram