Mengapa “Dipergilirkan”? Pasti Ada Maksud dan Tujuannya. Sebuah Ulasan Buku Sindrom Kursi Belakang


Beberapa waktu lalu, ada teman saya bernama Mas Johana Lanjar Wibowo yang membagi ulasan kawannya (Mas Dany Setiawan) soal buku Sindrom Kursi Belakang. Ini merupakan ulasan singkat dalam pandangan pertamanya terhadap buku baru saya ini. Saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas pendapatnya ini. Semoga bermanfaat dan silakan membaca.

*

“Resah dan bahagia itu dipergilirkan“

Itu adalah kalimat yang ada pada sampul bukunya pak Riza Almanfaluthi: “Sindrom Kursi Belakang”.

Hari Jumat sore kemarin, saya dipinjamkan sebuah buku oleh sahabat saya yang sekarang bertugas di Kanwil LTO (Large Tax Payer Office). Saya diminta untuk membacanya. Katanya tulisan-tulisan saya cocok dengan tipe penulisan di buku ini. Senang sekali saya.

Baca Lebih Lanjut

Menemukan yang Autentik, Pemenang Lomba Baca Puisi Pekan Raya Bea Cukai


Ketika saya diminta Kang Undani bergabung untuk menjadi juri lomba baca puisi Pekan Raya Bea Cukai (PRBC), saya tanpa berpikir panjang langsung mengiyakan. Ini dua pekan setelah saya menjadi juri dalam lomba baca puisi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Direktorat Jenderal Anggaran.

Dalam PRBC ini, ada dua tahap penjurian. Tahap pertama, menyeleksi 800-an puisi yang masuk bersama banyak juri lain yang terbagi dalam beberapa tim. Saya menyeleksi 43 puisi dan menyetorkan tiga besar pembaca puisi terbaik dalam kelompok yang saya nilai.

Baca Lebih Lanjut

Review Buku Sindrom Kursi Belakang: Tak Setetes Pun Air Mata


Beberapa waktu lalu, pembaca buku Sindrom Kursi Belakang sekaligus auditor dan senior saya di dunia perpajakan bernama Pak Ahmad Dahlan memberikan review, telaahan, dari hasil pembacaannya terhadap buku baru saya berjudul Sindrom Kursi Belakang. Saya meminta izin kepadanya untuk merekatkan telaahannya itu di blog saya ini. Alhamdulillaah diizinkan. Silakan dibaca dan semoga bisa bermanfaat.

**

“Dua jam perjalanan Bandung – Medan, dua jam pula saya berusaha sekuat kemampuan untuk tidak mengeluarkan air mata. Dan selama dua jam pula bendungan itu bobol. Begini rasanya meninggalkan anak istri tercinta.”

“Mereka (anak dan istri) menjadi bagian takdir dalam perjalanan saya di sana. Terutama di hari Ahad ketika hendak kembali bertugas ke Tapaktuan. Pada saat itu gravitasi bumi seolah-olah menjadi sepuluh kali lebih besar daripada biasanya. Berat sekali melangkah.”
Continue reading Review Buku Sindrom Kursi Belakang: Tak Setetes Pun Air Mata

Mesin Hanya Memiliki Chip, Manusia Memiliki Hati, Sebuah Prakata


Suatu ketika pada saat saya hendak mengajar kelas pelatihan menulis, seorang kawan mendatangi saya. Ia langsung mengucapkan terima kasih atas kiriman saya bertahun-tahun lalu. Kiriman berupa kopi Aceh itu kemudian dinikmati bersama-sama dengan kawan satu kantornya.

Katanya, ini dimulai pada saat saya mengeposkan konten di Facebook tentang kopi Aceh. Lalu ia turut berkomentar dan saya menanggapi. Kemudian singkat cerita terkirimlah kopi itu kepadanya. Mendengar ceritanya saya langsung terkejut karena saya benar-benar lupa telah mengirimkan kopi. Tentunya saya senang dikabarkan dengan kisahnya.

Baca Lebih Lanjut

Daftar Isi Buku Sindrom Kursi Belakang


Untuk Pemesanan Buku silakan mengeklik tautan berikut: https://linktr.ee/rizaalmanfaluthi

Sinopsis Buku Sindrom Kursi Belakang


Riza Almanfaluthi membagikan sepenggal kisah hidupnya saat memulai penugasan di Tapaktuan, Aceh Selatan. Sebuah penugasan yang mampu mengubahnya dan caranya memandang dunia.

Menurutnya, dunia itu tidak bekerja sesuai keinginan manusia. Dunia memiliki aturannya sendiri. Terutama soal resah dan bahagia yang senantiasa singgah dalam setiap episode kehidupan manusia. Ada simpul yang bisa ditarik, jangan pernah berhenti berharap ketika resah itu datang: ada cahaya di ujung terowongan. Jangan pula terlena saat ketenangan dan kebahagiaan dirasakan, sesungguhnya resah dan bahagia itu dipergilirkan.

Baca Lebih Lanjut

British Cycling Tidak Meremehkan Kebiasaan Kecil


British Cycling, induk organisasi cabang olahraga sepeda Inggris, hanya memenangkan satu medali emas di ajang olimpiade sejak 1908. Dalam 110 tahun, tidak ada pembalap Inggris yang memenangkan Tour de France.

Setelah merekrut Dave Brailsford sebagai direktur performa yang baru pada 2003, tim balap sepeda Inggris mendapatkan kemenangan-kemenangan yang tidak pernah didapatkan sebelumnya. 

Baca Lebih Lanjut

Menulis, Apatah Lagi Menulis Buku, Tidak Boleh Suka-Suka


Cinta dalam Sepotong Tempe adalah buku yang ditulis oleh 29 penulis yang tergabung dalam Komunitas Menulis Suka Suka (Koliska).

Saya memperoleh buku ini dari seorang teman saya yang menjadi penulis dalam buku itu. Dia yang memiliki nama pena Riri Syakira.

Baca Lebih Banyak

Sains Kedokteran Tak Bisa Melakukan Segalanya


Ukuran otak kita sekarang jauh mengecil sebesar bola tenis daripada ukuran otak kita pada sepuluh ribu atau dua belas ribu tahun lalu. Tengkorak kita pun menjadi semakin tipis.

Apakah Anda tahu, penemu prosedur kateterisasi jantung pertama kali dan yang menjadikan tubuhnya sendiri sebagai eksperimen adalah pendukung kuat Partai Nazi dan Liga Dokter Nasionalis Sosialis Jerman? Di kemudian hari ia diganjar Hadiah Nobel Kedokteran.

Continue reading Sains Kedokteran Tak Bisa Melakukan Segalanya

Jangan Banyak Tanya kepada Monster Wallstreet


Harian Kontan menulis sosok eksekutif Simon Hendiawan, direktur utama salah satu perusahaan masuk bursa, pada Sabtu, 14 Januari 2023.  Simon bercerita tentang kegagalannya dalam berinvestasi aset kripto.  Simon boncos.

Tempatnya bertransaksi kripto, BitConnect, melakukan penipuan dengan skema Ponzi berskala global. BitConnect melibatkan US$2,4 miliar atau Rp34,5 triliun dana investor.  Jumlah yang sangat besar. Namun, masih kalah jauh dengan hasil penipuan terbesar abad ini yang menggunakan skema sama.

Baca Lebih Banyak