Sekali Lagi, Menulis Itu Gampang


Photo by Frans Van Heerden on Pexels.com

Kemarin petang, Ayyasy dikejar tenggat untuk karya esai yang harus dibuatnya.

“Kapan paling lambat?” tanya saya.

“Hari ini pukul 23.59,” jawabnya.

“Ya sudah bikin.” 

Ia tidak bergerak. Sepertinya ia bingung mau menuliskan apa.

Esai itu hampir mirip dengan opini. Kemukakan fakta, masalah, solusi, dan beri kesimpulan. saya menerangkannya demikian.

Ayyasy masih menerawang. Jurus menjelaskan tentang esai masih cukup rumit buatnya. Sekarang pakai jurus kedua: Angle.

“Temanya apa?” tanya saya.

“Pengaruh adab dalam kesuksesan seorang pembelajar.” 

“Sekarang kamu tulis pertanyaan-pertanyaan ini dulu.”

Saya lalu membuat empat pertanyaan mendasar dari tema itu dan mengimlakannya. Ayyasy dengan cepat menuliskan empat pertanyaan itu.

“Tulisan kamu adalah jawaban pertanyaan-pertanyaan itu. Kamu dilarang menulis di luar dari pertanyaan-pertanyaan itu. Ini namanya Angle (dibacanya enggel).”

Seketika itu juga, Ayyasy langsung menulis. Pertanyaan–pertanyaan itu memantik ide dan menggerakkannya untuk menulis dengan mudah.

Hanya satu jam ia membuat esai sepanjang empat halaman. Kemudian ia mengirimkan hasil tulisannya untuk saya baca.

Saya terkejut. Pilihan judulnya bagus, kalimatnya tertata, dan saya hanya menyunting salah ketik belaka. Hebat, euy. Tinggal ia membiasakan diri untuk selalu menulis.

Omong-omong, saya kasih tip untuk teman-teman yang ingin menulis dengan mudah. Buat angle (fokus tulisan) yang dirumuskan dengan kalimat tanya.

Angle yang membuat tulisan tidak ambyar dan berserak ke mana-mana. Angle yang akan memandumu kepada akhir tulisan. Angle membantumu agar bisa menulis dengan mudah.

Saya dulu juga tidak tahu bagaimana teknik menulis yang baik. Banyak tulisan saya yang garing, tak fokus, dan tak jelas. Saya terus belajar bertahun-tahun bahkan sampai sekarang tentang cara menulis yang baik.

Buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini adalah hasil belajar dan saringan dari banyak kegagalan-kegagalan yang telah saya lalui. Cukuplah saya merasa senang ketika ada yang menjapri saya bahwa buku itu menggugah dirinya.

Beberapa hari kemudian saya bertanya kepada Ayyasy. 

“Apakah metode angle itu membantumu menulis?”

“Iya.”

“Kenapa?”

“Karena saya jadi tahu akan ke mana. Saya lebih terarah.”

Maka menulis itu mudah. Bisa dilakukan siapa saja. Asal kamu berdamai dengan prosesnya. Mau belajar. Seperti Ayyasy di atas.

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
4 April 2020
Judul tulisan dari buku mendiang Arswendo Atmowiloto.
Video dari Mas Yoyo.

Untuk pemesanan buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini cetakan kelima silakan untuk mengeklik tautan berikut:

https://forms.gle/2XtH4KEPG9wqgYVq9

Sinopsis buku ini bisa dibaca pada tautan berikut: https://rizaalmanfaluthi.com/2020/02/24/buku-kedua-itu-terbit-orang-miskin-jangan-mati-di-kampung-ini/

 

5 thoughts on “Sekali Lagi, Menulis Itu Gampang

  1. Wah, sepertinya teknik angle ini bisa saya coba untuk menulis pendahuluan paper (maklum selama ini sangat kesulitan untuk menulis isi di bagian pendahuluan).

    Terima kasih, Pak, sudah membagikan tip nya

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.