Lakukan ini, Doa Pasti Dikabul, Salat Pasti Diterima



Tiga kali puasa, akankah tiga kali lebaran? Minggu terakhir di bulan Sya’ban ini menjadi kali ketiga mengawali puasa tidak di rumah bersama keluarga. Waw, perasaannya jadi campur aduk. Apalagi Tapaktuan sepi banget pada saat dua hari menjelang puasa. Toko-toko dan warung-warung pada tutup. Ada tradisi Meugang. Semua laki-laki Aceh berkumpul bersama dengan keluarganya sambil bawa daging sapi atau kerbau buat dimasak dan dinikmati bersama. Tradisi yang mengakar kuat sejak zaman kerajaan Aceh Darussalam.

Makanya ketika teman-teman kantor pada pulang dan memang harus pulang sedangkan saya jaga kantor, benar-benar saya cuma bisa berdoa agar saya punya kesempatan yang sama dengan mereka, bisa berkumpul dengan keluarga.

Bisa berbuka puasa bersama dengan anak dan istri itu adalah sesuatu yang istimewa. Menggelar tikar di ruangan utama lalu menaruh semua apa yang bisa disantap di atas tikar itu kemudian berdoa ketika azan berkumandang dan berbuka puasa, subhanallah. Jadi buat teman-teman yang sampai saat ini masih diberikan kenikmatan seperti itu. Syukurilah. Itu anugerah. Itu kenikmatan tiada tara. Tidak ternilai. Kalau sudah bisa disyukuri, maka yakinlah Allah akan menambah dengan begitu banyak kenikmatan lainnya.

Saya cuma bisa ngencengin doa. Doa pada saat berbuka puasa atau pada akhir malam, atau pada saat-saat mustajab yang lainnya. Apalagi doa orang berpuasa pun doa yang mustajab. Eh, bahkan sebenarnya ada suatu saat lain yang mustajab juga, bahkan ketika bukan di bulan Ramadhan. Saking bodohnya saya, hal beginian itu baru saya ketahui dalam seminggu terakhir ini. Dari video yang disebar secara viral. Ini berarti tanda saya masih awam dengan sebenar-benarnya tanda.

Saat yang seperti apa doa itu pasti juga dikabulkan? Ternyata pada saat terbangun dari tidur di malam hari. Betapa sering kita terbangun dari tidur di tengah malam untuk berbagai macam keperluan. Entah mau ke kamar mandi, menyalakan lampu, makan, menyalakan kipas angin, mimpi buruk, atau apalah. Lalu setelah hajat itu semua tertunaikan maka kita tidur kembali.

Selayaknya kita tambahkan saja satu agenda kecil sebelum kita benar-benar bangun menunaikan hajat kita itu. Dengan apa? Dengan berzikir dan memohon ampunan Allah. Karena pada saat itu merupakan kesempatan emas dan keutamaan yang mulia. Ini sudah dijanjikan oleh Baginda Rasulullah Kanjeng Nabi Muhammad saw.

Dari ‘Ubadah bin Shamit berkata: Rasulullah—Shallallahu ‘alaihi wasallam—bersabda: “Barangsiapa yang terbangun di malam hari, lalu mengucapkan: “laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir, subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, allahu akbar, wa laa hawla wa laa quwwata illaa billah” kemudian berdoa:  allahumaghfirlii  (Ya Allah ampunillah aku) atau dia berdoa,  maka doanya dikabulkan, jika ia berwudu dan salat, maka diterima salatnya. (HR. Albukhari)

Subhanallah. Ini sudah jaminan dari Allah dan rasul-Nya. Pasti terkabul. Jadi bagaimana caranya?

Sekali lagi kalau terbangun di malam hari maka lakukan hal-hal di bawah ini dan jangan melakukan hal-hal lain terlebih dahulu seperti melihat handphone, sms, whatsapp, atau mematikan jam weker. Tidak perlu berwudhu dulu dan tidak perlu bangkit dari kasur kita. Hanya butuh upaya menggantungkan hati kita kepada Allah dan berzikir dengan zikir sebagai berikut:

  1. Membaca laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir;
  2. Membaca subhanallah;
  3. Membaca walhamdulillah;
  4. Membaca wa laa ilaaha illallah;
  5. Membaca Allahuakbar;
  6. Membaca wa laa hawla wa laa quwwata illaa billah;
  7. Lalu berdoa allahumaghfirlii atau
    berdoa dengan doa lain. Doanya dijamin dikabulkan Allah.

Dan alangkah eloknya kemudian berwudu lalu salat maka salatnya pasti diterima.

Jadi doa akan dikabulkan dan salat akan diterima jika kita terbangun di malam hari lalu melaksanakan perbuatan ringan dengan berzikir setelahnya. Doa-doa lainnya doa yang seperti apa? Doa apa saja dengan meminta kepada Allah atas hal-hal yang kita cintai dan kita inginkan serta untuk kebaikan dunia dan akhirat kita. Tuh kan

Setelah baca Allahumaghfirli bolehkah berdoa dengan bahasa Indonesia? Tentu boleh. Bahasa daerah pun bisa. Allah maha mendengar. Allah maha mengetahui. Doalah sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.

Sebagaimana default doa bisa dikabulkan adalah dengan meyakini bahwa doa itu akan dikabulkan oleh Allah dan benar-benar menggantungkan hati kita kepada Allah. Kalau default-nya sudah terpenuhi maka pasti diterima. Insya Allah. Mudah bukan?

Ya Allah, kaitkanlah hati-hati kami kepada Engkau dan berilah kami taufik untuk melaksanakan zikir ini.

Beberapa malam sudah saya lakukan ini. Semoga terkabul atas harap yang saya panjatkan. Sebagai makhluk lemah tidak berdaya maka begitu banyak harapan-harapan yang dilempar ke langit, kepada Dia Pemilik Alam, yang maha menggerakkan hati makhluknya, tempat kita menyandarkan segala hajat.

Kalau sudah begitu, mengapa kita malas untuk berdoa? Sudah tiga kali puasa, akankah tiga kali lebaran?

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

5 Juni 2016

Ilustrasi gambar: science-all.com


Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s