Karyawan Pabrik Juga Membaca Buku, Sebuah Testimoni


Sahabat saya adalah seorang karyawan pabrik. Namanya Enjang Anwar Sanusi. Tinggal di Bekasi.  Seorang buruh yang saya kenal lekat dengan literasi. Penulis sekaligus pembaca rakus. Maka tak heran buku saya yang berjudul Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini  dilahapnya juga.

Jazaakallaah atas apresiasinya pada buku ini. Itu yang saya tulis di atas tanda tangan saya dalam lembaran pertama buku  yang ia beli. Tak hanya itu, ia buktikan lagi dengan memberikan telaahan (review) buku. Buat saya, ini sebuah penghargaan terbaik yang diberikan seorang pembaca.

Baca Lebih Lanjut

Jangan Menjadi Orang Pertama yang Berhenti Bertepuk Tangan


Video dengan subtitle “Lihatlah Betapa Rakyat Korea Utara Sangat Mencintai Kim Jong-Un” viral hari-hari ini. Apalagi di tengah isu tidak jelas tentang kematiannya sehabis menjalani operasi kardiovaskular.

Menarik memang ketika melihat tayangan video supreme leader Republik Rakyat Demokratik Korea ini. Dalam sebuah acara yang tidak disebutkan itu Kim Jong-Un memasuki ruangan dengan iringan orkestra musik yang kencang dan menyemangati.

Baca Lebih Lanjut

Malam Pertamamu Bagaimana?


Photo by Naim Benjelloun on Pexels.com

Imbauan pemerintah dan MUI Kabupaten Bogor untuk melaksanakan kegiatan Ramadan di rumah saja di tengah wabah COVID-19 membuat suasana malam pertama Ramadan di sekitaran kami sepi. Tidak ada warga yang berbondong-bondong menuju masjid seperti biasanya.

Dari tangkapan layar CCTV masjid kompleks yang dibagikan di grup percakapan yang saya ikuti ada jemaah yang salat tarawih dengan saf yang renggang. Jemaah perempuan tidak terlihat.

Baca Lebih Lanjut

Antara Eliud Kipchoge dan Roger Bannister


Salah satu orang yang menginspirasi saya untuk berlari adalah Roger Bannister. Tahu kan siapa dia? Dia itu Eliud Kipchoge pada 1954.

Kalau Eliud Kipchoge menjadi orang pertama yang mendobrak batas manusia berlari maraton penuh di bawah dua jam, maka Roger adalah orang pertama dalam sejarah yang berlari sejauh 1 mil di bawah empat menit.

Baca Lebih Lanjut

[REVIEW BUKU] No Exit: Kejutannya Sampai di Kalimat Terakhir


Bagi Anda penonton film-film Hollywood tentunya sudah tak asing dengan tema cerita kengerian dan pembunuhan yang terjadi di losmen, SPBU, rumah kusam yang berada di jalanan terpencil, dan jauh dari mana-mana. Apalagi tokoh antagonis yang diusung biasanya adalah psikopat keji yang disandingkan dengan protagonis yang berjuang mempertahankan hidup mati-matian.

Buku “No Exit” salah satunya. Pakemnya tidak berbeda, tetapi ujung cerita buku ini benar-benar menyulitkan pembacanya. Yang pasti karena Taylor Adams—sang penulis buku—menyuguhkan ketegangan dan kejutan sampai kalimat terakhir di epilog novelnya.

Baca Lebih Lanjut

Setelah Lolos dari Maut, Akan Berterima Kasih kepada Siapa?


Photo by cottonbro on Pexels.com.

Di tempat itu, malam-malam, menyalakan PC Desktop yang dengingnya seperti suara Gryllus Mitratus, membuka Windows 95, dan mengetik di Word for Windows 1.0 kemudian belajar menulis.

*
Mendapat pekerjaan dengan upah yang bisa memenuhi biaya hidup sehari-hari dan bahkan bisa menabung itu adalah sesuatu yang hebat.

Dipindahtugaskan ke tempat kerja yang lebih dekat dengan keluarga atau homebase tentunya sebuah kenikmatan yang luar biasa dan wajib disyukuri.

Baca Lebih Lanjut

Pemuda yang Berdamai dengan Kegagalan dan Hajar Rasyid


Photo by Nathan Cowley on Pexels.com

 

Pada 1785, pemuda Prancis ini ditolak untuk mengikuti ekspedisi berbahaya ke Samudra Pasifik. Kegagalan yang mesti ia terima namun patut disyukuri. Kegagalan yang memengaruhi jalannya sejarah dunia dan Indonesia tak terkecuali.

 Pagi menjelang siang tadi ada jadwal uji coba perkuliahan jarak jauh (PJJ) untuk mahasiswa PKN STAN yang saya ampu. Ini sekaligus menguji saya dalam menggunakan aplikasi PJJ yang disediakan pihak akademik.

Baca Lebih Lanjut