Di Sepanjang Pantura



Ada empat hal yang saya lakukan di atas kereta api ekonomi yang saya naiki kali ini. Menekuri aplikasi percakapan, membanting pandangan ke luar jendela, membaca buku, dan tidur. Dua hal pertama sangat mendominasi betul.

Abaikan upaya bercakap-cakap dengan kawan duduk di sebelah seperti yang biasa saya lakukan. Kali ini di samping saya adalah seorang perempuan generasi milenial yang baru naik dari Stasiun Cirebon menuju Jakarta.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Satu Keluarga Dominasi Podium Lari Spectaxcular 2018


Satu keluarga pegawai Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mendominasi podium Running Tax 5K Spectaxcular 2018 yang diselenggarakan Ditjen Pajak di Car Free Day, Jakarta (Minggu, 18/03).

Mochamad Soleh yang merupakan pelaksana Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bogor menduduki podium tiga pada kategori pria. Di kategori perempuan, anak pertama Soleh, Fauziyyah Khansa menduduki podium pertama, sedangkan istrinya, Evi Erawati menduduki podium kedua. Selain mendapat tropi, mereka memperoleh hadiah uang dengan total nilai Rp6,6 juta.

Baca Lebih Lanjut.

Cinta yang Marah: Kerumitan yang Seharusnya Usai


Jpeg

HARI INI***aku yang tanpa nama berjalan terkatung-katung di antara jutaan aku lain yang juga tanpa nama membawa cinta yang marah dan pisau ke mana-mana.
Halaman 86

Kali ini, buku puisi yang saya selesaikan. Sebuah buku yang ditulis Aan Mansur. Saya beli di Yogyakarta. Kebetulan waktu itu penginapan saya bersebelahan dengan sebuah toko buku ternama di kota itu.

Sambil menunggu Magrib yang akan segera bertamu, saya melihat-lihat banyak buku di sana. Lalu mata saya terpaku pada sebuah buku warna merah ini: Cinta yang Marah.
Baca Lebih Lanjut.

Petitih Aki


Cu, kuberitahu engkau
cara terbaik mematikan rindu:
tidak minum kopi, tidurlah,
dan matikan semua lagu.

Cu, kuberitahu engkau
cara terburuk membenamkan rindu:
berguru pada penyair, bikin puisi,
dan sembunyikan semua bunyi.

Cu, kuberitahu engkau
kalau aku murid gagal,
dari seorang penyair gagal,
gagal membinasakan rindu.

Cu, malam ini aku ingin bersyair.

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
16 Februari 2018 ​

Satu Alinea di Pinggir Danau Bohinj


Kepada Air

Aku pernah tersesat di sebuah hutan kelabu tempat engkau mendiami dan mendiangi segala. Engkau yang pernah selalu menyebut huruf-huruf namaku yang telah menghunjam dan merobek jantungmu di setiap waktu. Waktu yang telah berubah menjadi detak-detak jarum jam dinding yang dua-duanya mati menunjuk angka tiga. Mereka dikuburkan di sebuah pusara. Di pinggir danau Bohinj. Di suatu sore, wanginya menyeruak, menari-menari, membaca obituari, untuk mengucapkan sesuatu: Aku mencintaimu seperti aku menyesatkan diriku sendiri.

Tertanda:
Batu

 

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
28 Februari 2018

Photo by @veraveraonthewall ​

Tak Ingat Jalan Pulang


Kita menempuhi jarak yang panjang
sembari lupa uluk salam
kepada bibir-bibir peri yang periang
lupa pula pada pemilik kalam.

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
25 Februari 2018

Bangun Inklusi Kesadaran Pajak, Ditjen Pajak Didik Fasilitator


Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mengadakan Training of Trainer (ToT) Inklusi Kesadaran Pajak pada Perguruan Tinggi di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta, Yogyakarta mulai Senin sampai Rabu (26-27 Februari 2018).

“Kami berpendapat Training of Trainer ini adalah sekadar judul. Sebenarnya amanah yang disandang sekarang adalah sebagai fasilitator,” kata Kepala Subdirektorat Penyuluhan Perpajakan, Direktorat Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Perpajakan Ditjen Pajak Aan Almaidah Anwar saat melaporkan kegiatan.

Baca Lebih Lanjut.