Merasa Sedikit Lebih Pulang


Setelah melepas Bu Hanna, saya segera berganti pakaian. Sebentar lagi masuk waktu salat Jumat. Saya tidak perlu jauh-jauh mencari masjid karena ada masjid di belakang kantor. Namanya Masjid Shalahuddin. Masjid ini dibangun di masa kepemimpinan kepala kantor sebelumnya, yaitu Pak Haris FM.

Dari cerita teman-teman di sini, pendirian masjid dilatarbelakangi adanya pegawai yang sewaktu mau salat Subuh di luar sempat mengalami pemukulan. Akhirnya daripada keluar jauh-jauh cari masjid, Pak Haris FM berinisiatif mendirikan masjid di dalam kompleks perkantoran KPP Pratama Jayapura.

Continue reading Merasa Sedikit Lebih Pulang

Tifa di Hari Pertama


Lampu di ujung pesawat saat meninggalkan Jakarta.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya pernah meminta kepada pramugara Batik Air itu untuk membangunkan saya di waktu sahur, tetapi justru saya terbangun oleh suara samar-samar pengumuman. Saya beruntung bisa terbangun.

Pengumuman itu menginformasikan kalau waktu Subuh akan segera tiba 20 menit lagi. Jam ponsel menunjukkan pukul 03.10. Masih dalam mode Waktu Indonesia Barat. Saya segera menyantap roti yang disiapkan sebelum berangkat. Bismillaah, saya iringi pula dengan niat berpuasa Ramadan. Di luar jendela belum terlihat apa-apa selain gelap dan kelap-kelip lampu di ujung sayap pesawat.

Continue reading Tifa di Hari Pertama

Panggilan yang Datang Terlalu Cepat


Selesai dilantik pada Selasa (10 Maret 2026) itu, pertanyaan berikutnya adalah mulai kapan saya akan bertugas di sana? Saya belum memedulikan itu, saya masih berfokus pada penyelesaian pekerjaan di Coretax dan meneliti berkas-berkas.

Ketika saya sampai di rumah pukul 17:00, Ummi Kinan sedang duduk di teras rumah.

”Loh kok belum masuk?” tanya saya.

“Kinan tidur, dibangunkan susah. Kunci masih menggantung di pintu,” katanya.

Continue reading Panggilan yang Datang Terlalu Cepat

Teknologi Berubah, Wajah Mereka Tetap Sama


Hujan begitu deras siang itu. Diiringi angin kencang dan suara jendela yang menutup dengan keras. Brak!!

Saya melihatnya dari ruang kelas yang sudah sepi. Di lantai 2 Gedung N PKN STAN. Beberapa menit lalu saya menutup kelas. Seperti kebiasaan saya selama ini, saya paling terakhir meninggalkan ruangan. Membereskan administrasi perkuliahan, menaruh materi ke dalam folder, dan menutup kelas secara daring. Semuanya serba tanpa kertas.

Continue reading Teknologi Berubah, Wajah Mereka Tetap Sama

Ketika Amigdala Tidak Memberi Alarm, Terlalu Baik Juga Berbahaya


Alex Honnold berhasil menaklukkan gedung pencakar langit Taipei 101 setinggi 508 meter dengan mendakinya tanpa tali pengaman pada Ahad, 25 Januari 2026. Pendaki asal Amerika Serikat itu menuntaskannya selama 90 menit dan Netflix menyiarkan peristiwa tersebut secara langsung.

Honnold berdiri di puncak dan berswafoto di sana tanpa rasa takut. Potongan video pendakiannya berseliweran di media sosial. Honnold yang mendaki, warganet yang merasa kakinya gemetar. Saya yang turut melihat video tersebut juga merasakan hal yang sama, seolah saya berada di ketinggian tersebut.

Continue reading Ketika Amigdala Tidak Memberi Alarm, Terlalu Baik Juga Berbahaya

Bertahan Hidup dengan Memakan Krupuk dan Gorengan Tetangga


Jalan nasional Banda Aceh-Lhokseumawe yang terendam banjir.

Hujan terus-menerus selama sepekan di Lhokseumawe menjadi tanda kedatangan Siklon Senyar. Fenomena cuaca yang jarang terjadi di daerah khatulistiwa.

Pada Selasa malam, 25 November 2025, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Lhokseumawe Firman Tatariyanto sudah mewanti-wanti seluruh pegawai KPP untuk bersiap siaga. Puncaknya pada keesokan hari. Banjir besar melanda kota terbesar kedua di Aceh. Jalan nasional Lhokseumawe—Bireuen lumpuh. Lhokseumawe pelan-pelan terendam, listrik padam, dan jaringan telekomunikasi lumpuh.

Continue reading Bertahan Hidup dengan Memakan Krupuk dan Gorengan Tetangga

Kalau Kamu Bicara, Kamu Bisa Menulis


Suatu malam, ketika saya berada di atas motor ojek daring dalam perjalanan ke rumah, di jembatan layang di atas Pasar Loak Kebayoran, saya mendapatkan panggilan telepon yang tak bisa ditampik. “Saya kirim rekaman saya. Coba cek,” katanya.

Tiga puluh menit kemudian, setibanya di rumah, saya langsung membuka laptop, membuka Web WhatsApp, dan mengunduh fail rekaman itu. Saya mendengarkannya sampai selesai.

Continue reading Kalau Kamu Bicara, Kamu Bisa Menulis

Di Bawah Bayang-Bayang Witte Huis


Dua hari sebelumnya saya sudah bangun pada pukul tiga pagi untuk berkumpul di Gedung Juanda I, Kementerian Keuangan. Kami akan menghadiri Pidato Kenegaraan Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Gedung MPR DPR RI pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Kali ini, pada 17 Agustus 2025, saya juga harus bangun lebih dini karena saya diundang untuk mengikuti upacara 17 Agustus di Kementerian Keuangan. Upacara itu akan dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Indrawati.

Continue reading Di Bawah Bayang-Bayang Witte Huis

Internet Do Magic: Kali Ini Bukan Tipu-Tipu


Suatu ketika ada pesan masuk di DM Instagram saya.

“Maaf, Pak. Saya mau bertanya apakah Bapak tahu dengan Ibu Ayu Endah Damastuti? Beliau tertinggal dompetnya, Pak. Saya lihat biodatanya yang muncul berfoto dengan Bapak,” tulis laki-laki itu dalam pesan tersebut.

Baca Lebih Lanjut

Prakata Buku Di Depan Ka’bah Kutemukan Jawaban


Pada suatu dini hari saya terbangun dan menuliskan prakata ini. Hari sebelumnya saya menuntaskan buku ini persis dalam waktu tiga bulan sejak saya mulai menulis. Termasuk di dalamnya adalah 10 hari terakhir buat menyunting mandiri.

Alhamdulillah, Allah Swt. masih memberikan saya kekuatan untuk menulis dan menyelesaikan buku yang berisi kisah perjalanan umrah saya pada Februari 2025 lalu. Di dalamnya terselip pula kisah perjalanan haji di tahun 2011. Dengan demikian, pembaca pun akan diajak kembali ke masa lalu ketika saya menceritakan rihlah umrah ini.

Baca Lebih Lanjut