SAMBALADO



colak-colek sambalado,

ala mak oi,

dicolek sedikit,

cuma sedikit,

tapi menggigit.

Lagunya Ayu Ting Ting ini menggema dari speaker besar organ tunggal yang lagi main di sebelah mes kami. Persis benar. Barangkali teman-teman dari perumahan dinas Kejaksaan Negeri Tapaktuan ini sedang merayakan ulang tahun anak pegawainya, salah satu personelnya atau siapalah. Tapi ini sampai malam. Tak ada Wilayatul Hisbah (Satpol PP Syariah) yang akan membubarkannya. Loh kenapa dibubarkan memangnya? Emang berani? Hehehe.


Jam 23.30 masih terus. Saya berusaha tidur walau bersisian dengan speaker itu. Lagu jadul dari Exist Mencari Alasan juga ada yang menyanyikannya. Saya berusaha memejamkan mata dengan sekuat tenaga. Saya harus tidur segera karena saya punya misi besok pagi. Alhamdulillaah berhasil tidur.


Bangun pagi seperti biasa. Persiapan lari. Pemanasan dulu. Karena ini sudah minggu kedelapan Freeletics pakai Coach jadi saya pemanasan Warming Dynamic Pro yang beda dengan pemanasan biasa Freeletics.


Oh ya, tadi malam sudah carbo loading, pakai singkong dan telur rebus. Apalagi sorenya sudah minum air tebu, my favorite energy booster. Tentu juga memperbanyak minum air putih. Sudah itu saja.


Habis pemanasan langsung lari. Niat pengen sehat, tiada yang lain. Sekitar jam setengah tujuh pagi. Sudah ada semburat merah di horizon sebelah timur. Terakhir lari 10K adalah sepuluh hari yang lalu waktu di Situ Gunung. Sekarang mau mencoba lari jauh lagi.


Entah kenapa saya sudah berniat untuk menjaga pace di bawah 6 menit/km. Dan syukurnya bisa. Terus saya perhatikan Garmin setiap satu kilometer penuh. Masih di bawah 6. Jam senantiasa menunjukan angka 5:37-an menit/km. Awalnya tidak punya tujuan untuk membuat New Personal Best (PB), karena saya tak tahu atau tepatnya lupa di menit berapa tepatnya rekor 10K saya. Seingat saya 55 menitan.


Matahari sudah mulai bersinar dengan terang. Cahayanya menerpa semua. Langit jadi kuning, pantai jadi kuning, bukit jadi kuning, orang jadi kuning, apalagi ikan-ikan segar yang dijejer di pinggir jalan itu juga jadi kuning. Indah memang tapi sedang tidak saya nikmati. Saya lagi fokus mengukur meter demi meter aspal Tapaktuan.

Menjaga pace di bawah 6 menit/km itu terasa sekali lelahnya. Baru di kilometer 3 saja godaan mau menyerah sudah ada. Apalagi di kilometer 5 dan 6 yang naik tinggi karena ada tanjakan.

Godaan demi godaan untuk berhenti mampir terus. Ayo berhenti. Berhenti. Buat apa sih lari? Tapi anehnya saya terus lari. Tak mau berhenti.


Ketika sudah menginjak 7,5 kilometer saya masih punya 20 menit lagi dari batas psikologis 1 jam. Di situlah saya merasa kalau saya bisa memperbaiki PB saya.


Jalan Merdeka masih sepi. Yang sudah buka sih warung-warung kopi. Di sana sudah banyak orang nongkrong. Bahkan main catur. Ini di kilometer ke-9. Saya melewati warung kopi Nusa Indah, yang jual mi lotek, gado-gado, mi kocok dan es kacang enak. Pemiliknya orang keturunan Tionghoa. Orangnya senyum terus dan tahu kewajiban perpajakannya. Tadi dia menyapa saya yang lagi lari.


Di kilometer terakhir sudah benar-benar lelah, tapi saya dorong untuk lari sekuat tenaga di 100 meter terakhir. Oksigen yang mengalir ke kepala sudah hampir habis. Dan…done! What…?! 55:22 menit dengan pace 5:32 menit/km. Lebih cepat 17 detik dari PB lama. Terakhir bisa cetak rekor empat bulan lalu dengan waktu 55:39 menit dengan pace 5:34 menit/km. Pantas saja tadi lari “engap” banget yak.


Akhirnya, saya masih bisa finis strong, sebentar kemudian nafas sudah teratur kembali. Lalu diakhiri dengan Static Stretching Pro Freeletics. Olah raga hari ini cukup itu saja.


Sekarang sarapan sambil menulis ini. Sarapannya cukup: jagung rebus setengah, tauge rebus, kacang merah rebus, telor rebus. Sudah itu saja. Maaf saya belum bisa masak. Jadi direbus aja deh.


Supaya ada sedap-sedapnya saya kasih kecap dan saus. Saus sambal. Tapi bukan sambalado. Cuma sedikit. Enggak menggigit, ujung-ujungnya tak bikin sakit hati kayak sambalado…ah, ah, sambalado!

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Determination meets Freedom

21 Februari 2016


Picture via triradar.com


Advertisements

2 thoughts on “SAMBALADO

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s