Hati-Hati Modus Penipuan Baru Bawa-Bawa Nama Polisi


att5a2e21

Siang ini saya hampir ketipu. Ceritanya begini.

Ada telepon masuk ke nomor Telkomsel saya jam 11 siang. Biasanya yang tahu nomor ini adalah rekan-rekan kerja atau kenalan saya di Aceh. Saya tidak mengenal suaranya. Tapi dia sok akrab dengan saya.

“Masak enggak kenal saya? Emang nomornya enggak disimpan?” katanya. “Ayo coba siapa?”

Karena perasaan bersalah enggak tahu dirinya, jadi saya asal sebut nama. Dia bilang bukan. Lalu saya sebut nama yang lain, nama teman grup lari Indorunners Aceh yang kerja di kantor di Banda Aceh dan sekarang sedang bertugas dinas luar di Tapaktuan.

“Ini Muldan?”

“Nah betul.”

Terus dia cerita kalau dirinya sedang kena razia. Jadi saya diminta bicara kepada polisinya untuk bantu bicara dengan polisinya, namanya Aiptu Iqbal. Muldan meminta saya untuk bilang kepada Aiptu Iqbal kalau saya adalah saudaranya.

Muldan lalu menyerahkan teleponnya kepada Aiptu Iqbal untuk berbicara dengan saya. Suaranya tegas dan lugas. Benar-benar aparat. Tapi anehnya kok logatnya bukan logat orang Aceh.

Aiptu Iqbal ini bertanya-tanya kepada saya apa hubungan saya dengan Muldan dan tinggal di mana. Saya bilang saja kalau saya tinggal di mes pajak depan gardu polisi.

Aiptu Iqbal dengan tegas dan lugas bilang kalau Muldan telah kena razia. Muldan tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraannya. Jadi kalau menurut undang-undang dia harus kena tilang. Dia percaya kepada saya sebagai penjamin Muldan bahwa surat-suratnya ketinggalan di rumah. Tapi tetap harus kena tilang. Aiptu Iqbal bilang kalau Muldan sudah menyerahkan uang sebesar Rp100.000,00. Masih kurang Rp600.000,00.

Telepon kemudian diserahkan kembali kepada Muldan.

“Muldan, kamu harus bayar denda. Polisinya tetap bilang begitu,” kata saya.

“Yah udahlah, saya mau. Tapi saya tidak boleh keluar ambil uang di ATM, karena khawatir saya melarikan diri. Soalnya pernah pengendara motor dikasih izin keluar malah melarikan diri karena ternyata motornya hasil curian,” terang Muldan.

Saya kemudian bicara sama Aiptu Iqbal lagi untuk mengizinkan Muldan keluar dari kantor Polres Aceh Selatan. Aiptu Iqbal bilang komandannya tidak memperbolehkan Muldan keluar. Padahal bisa saja saya bilang kepadanya kalau saya kenal dengan Kapolres Aceh, AKBP Achmadi SIK yang sama-sama berasal dari Cirebon. Tapi saya tidak melakukannya. Saya prosedural saja.

Saat saya bicara kembali dengan Muldan, ia bilang begini, “Ya udah saya dipinjemin uang dulu Rp600.000. Abang percaya kan sama saya?”

“Iyalah. Gampang masalah itu. Dan, saya pikir Aiptu Iqbal saklek banget sampai gak mau ngizinin kamu ambil duti ke ATM. Kalau dari logatnya dia bukan orang Aceh. Dia orang Sunda. Kamu kan dari Bogor, ngomong Sundalah sama dia. Tapi intinya saya gak masalah. Saya akan ke sana atau utus orang ke kantor Polres Aceh Selatan buat kasih duit tilang,” kata saya. Jarak Polres dengan Kantor Pajak 3,5 kilometer. Jadi tidak jauh.

“Jangan, saya khawatir Abang akan ditanyain lagi surat-suratnya di sini, jadi biar kita transfer pulsa aja ke nomornya Aiptu Iqbal. Soalnya ada ibu-ibu istri tentara juga dibebaskan sama Aiptu Iqbal dengan kirim pulsa ke nomor Aiptu Iqbal,” terang Muldan. Aneh nih…tapi saya masih belum ngeh.

Muldan kemudian menyerahkan teleponnya kepada Aiptu Iqbal. Saya bilang kepadanya kalau Muldan meminta saya untuk transfer pulsa ke nomor telepon Aiptu Iqbal yang dikasih sebelumnya.

“Eeh…gimana yah. Ini seharusnya enggak bisa. Tapi enggak apa-apalah. Apalagi ini mau salat Jumat,” kata Aiptu Iqbal.

Zrtt….zrrrt….zrtt….tiba-tiba seperti petir menyambar di kepala saya dengan cahaya yang menyilaukan hingga mampu menyadarkan saya, membuat terang dan jelas. Tanpa sadar saya mengucap dengan pelan.

“Ini tipu…ini benar-benar penipuan,” ucap saya pelan tapi ini terdengar oleh suara yang di seberang sana.

“Bangs*t, Anj**g…!” lalu telepon pun mati. Saya telepon balik nomor itu sudah tidak bisa dihubungi.

Benar-benar dah yah. Hampir-hampir saya kena tipu. Tapi aktingnya luar biasa. Mereka menggiring pemikiran saya kalau saya sebenar-benarnya sedang berbicara dengan polisi, teman saya yang bernama Muldan dan lokasinya berada di Aceh Selatan. Padahal mereka yang menelepon ini mengetahui nama Muldan dan alamat saya dari saya sendiri.

Sebenarnya mereka ini tidak tahu saya berada di Aceh Selatan. Mereka tidak tahu saya punya teman bernama Muldan. Tapi mereka mampu mengondisikan pemikiran saya. Barangkali, sebabnya mereka sudah mampu menguasai pikiran saya dengan “ngemob”duluan bahwa saya seolah-olah bicara dengan polisi beneran yang mampu bicara dengan lugas dan menerangkan tentang undang-undang lalu lintas. Dia aparat, kita sipil biasa. Jadi sudah dibawa takluk duluan. Saya enggak mau berpikiran ini main-main dulu. Soalnya khawatir polisi betulan.

Saya dikondisikan kalau saya dipastikan tidak bisa bantu dia secara langsung dengan datang ke kantor polisi. Padahal kalau di Tapaktuan yang kota kecil ini seberapa sih jauhnya. Apalagi dikondisikan pada jam-jam sibuk dan pas mau salat Jumat. Mereka tidak tahu kalau Tapaktuan waktu salat Jumatnya masih lama.

Saya sudah lugu dan polos duluan. Hampir-hampir kena tipu.

Saya jadi membayangkan modus penipuan lain seperti ditelpon karena ada saudara kandung yang mengalami kecelakaan dan butuh uang untuk masuk rumah sakit. Dan banyak ketipu karena panik. Hebat! Hebat! Mereka layak dapat Oscar karena aktingnya.

Jadi kalau teman-teman ditelepon orang terkait masalah tilang dan diminta untuk transfer uang, hati-hati saja. Kalau perlu minta alamat jelas lokasinya, betulkah di sana. Semoga tidak ada yang menjadi korban. Semoga bermanfaat.

***

Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara

19 Februari 2016

Update: Nomor telepon penipu ini 081314479367, sampai tanggal 8 Juni 2016 ini masih aktif. Pokoknya kalau ada yang menghubungi dia, dia akan memanfaatkan untuk kepentingan dirinya denganc ara menipu. Permintaan isi pulsa atau dengan modus kena tilang polisi.

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s