The Final Destination


The Final Destination

Empat bulan sudah surat elektronik itu terkirim kepada seseorang. Itu sebelas hari sebelum kami berangkat meninggalkan Indonesia untuk menapaktilasi jejak-jejak ayahanda para nabi, Ibrahim AS. Sekadar penyesalan dan permintaan maaf atas sebuah tingkah laku. Agar tanpa beban kepergian kami itu dan musnahlah semua yang menjadi mimpi buruk saya selama bertahun-tahun ini. Tapi yang ada adalah senyap dari jawab. Tak ada balas. Persis akhir baratayudha di Kurusetra.

Di sana, di sebuah tempat yang tiada hijab antara diri, doa, dan Sang Penerima Harap, dengan membayangkan wajahnya saya tak henti-henti meminta agar ia di suatu saat dapat mengikhlaskan dan memaafkan atas segala salah. Dan…doa itu tergantung di langit. Enggan untuk turun ke bumi menuju the final destination. Atau sedang menunggu saat yang tepat? Persis Pasopati yang siap lepas dari busur Arjuna menuju tubuh Adipati Karna.

Empat bulan sudah berlalu, kemarin, balasan surat itu muncul. Sebuah kesyukuran yang tiada terkira, ia sudi memaafkan saya. Sebenarnya sudah dari dulu katanya, tapi tak pernah terucap dan tersampaikan. Atau saya yang sudah lupa? Persis Amangkurat I yang lupa sejarah kalau bapaknya—Sultan Agung—adalah musuh sejati VOC, sedangkan ia adalah karib dari kumpeni.

Memaafkan jelas dan yakin tak bisa direkayasa secara artifisial dengan sekadar kata-kata. Ia membutuhkan energi besar untuk melupakan sesuatu yang menyakitkan yang pernah terjadi. Dan Muhammad Sang Teladan adalah contoh mutlak dari sebuah sosok yang gemar untuk menaburkan ribuan butir-butir maaf kepada semua yang telah memberikan rasa sakit berpuncak dan derita berlipat-lipat kepada dirinya di suatu ketika, di masa lalu. Tanyakan kepada sejarah atas kesaksian Abu Sufyan dan Wahsyi.

Memaafkan adalah Shalahuddin yang membiarkan ribuan Kristen pergi dari benteng Yerusalem dengan tenang. Sedangkan 88 tahun sebelumnya, di kota tua itu, darah Muslim dan Yahudi bahkan Kristen menjadi banjir, amis, dan anyir. Dibuang percuma oleh kebiadaban yang dibawa dari Eropa.

clip_image001

Memaafkan adalah upaya keras membuang ke dasar laut motivasi dendam berkepanjangan. Asal ia keluar dari hati yang putih. Dan itu bukan laku sia-sia. Ia mendamaikan dan menyatukan dua pribadi atau bahkan dua bangsa. Kalau saja memaafkan menjadi pakaian kebesaran buat Kurawa bahkan buat Pandawa sekalipun, walau hanya topeng, maka perang besar itu tidak akan pernah terjadi.

Sungguh layaklah seorang sahabat Nabi saw mendapat sebuah predikat yang membuat sahabat yang lain menjadi bukan apa-apa dan siapa-siapa: Ahli Surga. Tiga hari penyelidikan seorang sahabat yang lain menegaskan sahabat berpredikat itu tak mempunyai amalan utama sedikitpun. Kerja akhirat yang ia lakukan adalah biasa dilakukan oleh kebanyakan orang. Tetapi ada satu yang menjadi pembeda. Dan pembeda itulah yang menentukan: ia memaafkan semua orang di saat malam telah larut, saat kantuk akan mendapatkan tempatnya.

Kemarin itu, seseorang telah menjadi Shalahuddin abad ini—bagi saya tentunya. Ia membiarkan kerak-kerak pekat pelan-pelan keluar tenang dari kota suci hati dan pikiran saya. Untuk jangan kembali. Agar bersih dengan tatanan dan era baru. Kibar panji terima kasih telah berdiri tegak di atas sudut-sudut benteng. Hilang sudah langit hitam. Akan selalu ada ketenangan setelah badai.

Terima kasih kepadanya. Semoga Allah membalas dengan surga. Setelahnya, kapan saya akan menjadi Shalahuddin? Atau kapan pula Anda semua menjadi Shalahuddin buat saya?

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

sepi menjadi pecundang

11.54 16 Februari 2012

Gambar diambil dari sini.

Advertisements

One thought on “The Final Destination

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.