Mencari Kawan Lama


Pagi ini setelah tiba di kantor saya langsung membuka Ciblog, lalu login dan saya mengklik tombol Add New Entry. Bukannya langsung menuliskan apa yang ingin ditulis, saya cuma memandang layar komputer dengan lama. Bingung apa yang mau ditulis.

Karena lama tidak mendapatkan ide maka saya melakukan kegiatan lain yaitu membuka-buka email di inbox pajak. Membaca beberapa email dan pada saat saya membaca salah satu email itu mata saya tertumpu pada sebuah nama penerima email dari sekian banyak penerima email forward-an itu: Sulis. Saya tidak mengenalnya, tapi saya jadi teringat seorang teman saya yang juga ada nama-nama sulisnya. Tapi saya lupa nama lengkapnya.

Untuk itu saya membuka homepage browser saya: situs kepegawaian. Lalu mengetik nama sulis di kolom pencarian data kepegawaian. Byarrr…dari result-nya bisa banyak juga nama yang mengandung kata sulis didalamnya. Dan saya melihatnya satu persatu fotonya yang sudah lama tidak saya lihat. Yup, akhirnya ketemu juga. Foto itu dari zaman dulu belum diganti pula, masih dengan jilbab birunya.

Akhirnya saya ingin menghubunginya, dengan niat menjalin silaturahim yang sudah lama terputus. Dulu saya punya nomor telepon genggamnya, tapi hilang saat telepon genggam saya lenyap entah kemana. Setelah itu hubungan kami terputus begitu saja. Entah sudah berapa tahun yah…Kalau tidak salah dua tahun lebih kali.

Untuk memulai usaha saya menghubunginya itu, saya telepon kantor pelayanan pajak (KPP) tempat di mana ia bekerja sebagaimana tercantum dalam data kepegawaian tersebut. Tapi sebelumnya karena saya tidak punya nomor telepon KPP itu maka saya coba mencari alamat dan nomor teleponnya di portaldjp. Dan saya menemukannya. Lalu saya langsung menghubungi nomor telepon itu. Nomor pertama tidak ada yang mengangkat. Saya beralih ke nomor telepon yang kedua. Alhamdulillah ada yang mengangkat.

“Selamat Pagi Bu,” sapa saya.
“Pagi,” jawab suara perempuan di seberang sana.
“Bu saya mau tanya, apa Ibu Sri Sulityaningsih, korlak PPN, ada di sini?”
“Sri Sulistyaningsih…Sri Sulistyaningsih…. Kayaknya enggak ada deh. Sudah pindah kali.”
“Oh ya Bu, sebenarnya KPP Jakarta Cilandak ini sudah jadi KPP moderen belum sih Bu?”tanya saya lagi.
“Oh sudah…sudah…”jawabnya.

Saya mengakhiri pembicaraan dengannya setelah sebelumnya mengucapkan terimakasih banyak atas informasi yang diberikannya kepada saya. Akhirnya saya berkesimpulan bahwa data di kepegawaian belum ter-update. Iya soalnya mana ada korlak PPN Perdagangan di KPP moderen.

Ya, sampai saat ini saya belum mengetahui keberadaan kawan lama saya ini. Jadi dimohon kepada para blogger yang mengetahui keberadaannya, dimohon untuk memberitahu saya melalui email di riza.almanfaluthi@pajak.go.id atau pesawat telepon saya di 0817 79 5050. Loh…loh…loh…kok kayak iklan mencari orang hilang di televisi, radio, dan koran saja sih. Namanya juga usaha.

Ngomong-ngomong tentang dia, saya mengenalnya dulu sekali di tahun 2003 saat heboh-hebohnya chating mirc ditrikpa di channel #pajak dan #halaqoh. Bersama dengan yang punya nickname Dandelion, Atik, Ananda, Wongkito dan nama-nama lainnya yang sudah tidak dapat saya ingat lagi. Mbak Sulis ini dulu punya nickname eyes.

Walaupun kami saat itu intens sekali mengelola #halaqoh, kami tidak pernah bertemu muka dan mengenal wajahnya sama sekali, terkecuali dandelion yang memang satu komplek perkantoran dengan saya. Atik, yang saat itu masih jejaka–dan ternyata kenal dengan sahabat karib saya waktu di SMP, karena temannya saya itu adalah teman SD-nya yang pindah ke daerah saya–pun sama, belum pernah bertatap muka dengan saya. Apalagi Mbak Sulis ini yang kantornya juga jauh dari kantor saya walaupun sama-sama di Jakarta, saya belum pernah ketemu dengannya. Saya cuma tahu wajahnya dari foto kepegawaian itu. An sich.

Mbak Sulis kesukaannya–kalau tidak salah–baca novel. Dan pada saat itu yang lagi marak novelnya Dewi Lestari–personel RSD yang berkarier solo di dunia kepenulisan–yang berjudul, kalau tidak salah, supernova.. Gara-gara dia suka baca novel dan menghebohkan bagusnya novel itu di #halaqoh, membuat saya ikut-ikutan tertarik untuk membelinya.

Mbak Sulis ini juga sering memosting hal-hal yang berbau tasawuf, sampai-sampai pada saat itu saya hapal betul kalimat-kalimat andalannya. Pula–kalau tidak salah–Mbak Sulis ini suka puisi. Punya kesukaan yang sama dengan saya. Makanya sering kali kami berbalas puisi di forum itu.

Ya itulah sedikit tentang Mbak Sulis ini. Tapi terus terang saja, saya terbata-bata mengingat semuanya itu. Ingatan di atas pun saya dapatkan dengan mengais-ngais memori lama itu. Maaf Mbak, bukannya saya mau melupakan Anda dan memutuskan silaturahim itu. Tapi semata-mata karena memori saya ini memang pendek sekali. Tidak hanya Mbak, tapi banyak kawan saya di #halaqoh. Insya Allah saya berusaha menyambung silaturahim ini. Tidak ada kata terlambat di dalamnya.

Mungkin saya cukupkan di sini saja semuanya.
Allohua’lam bishshowab.

riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
09:03 WIB 02 Nopember 2007

Advertisements

One thought on “Mencari Kawan Lama

  1. Subhanallah, Tadi malam Allah telah memepertemukan saya dengan orang yang aku ingin meminta keiikhlasan dan maafnya, setelah 20 tahunan lebih menanti. secara tidak disengaja aku meras dibimbing Allah untuk memasuki rumahnya. Tertarik membaca kisah ini, kirim email ke humamtambak@yahoo.com (saat ini memang belum saya tulis kisah itu, tapi memang anda orangnya lah yang pertama saya beri tahu — kalo saya tdk lupa–)

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s