Abang Jampang


09.12.2005 – POEM: Abang Jampang, di antara Batavia dan Jakarta

Nih, puisi ane buat untuk menyambut kabar gembira si Jampang nyang mo’ nikah tanggal 17 Desember 2005:
setiap kakek datang
yang ada hanya kegembiraan
bagi Haqi tersayang
bahkan untuk Ayyasy
bersama-sama bernyanyi
dari dua generasi yang berbeda
tak peduli sumbang
tak peduli lirih
tak peduli tak sempurnanya kata
kau mau tahu apa yang mereka nyanyikan?
Abang Jampang lawan centeng
centeng ditenteng
hup hah… hup hah…
lemparin
nyangsang di genteng
husyah…husyah…husyah…
lalu bersama lagi:
cimpompak cimbomber
cimpompak cimbomber
duhai kakek cucu
jika kalian menyanyikan itu
bagaimana aku tidak kembali ke masa lalu
melihat sejarah betawi
dengan golok-golok putih mengilat
kumis panjang melintang
sarung terikat di pinggang
baju dan celana hitam
selampe penutup kepala
dengan ciliwung masih bening
mengundang hasrat mereguknya
atawa passerbaru dengan kerling si mata sipit
bahkan si keling merekejenehe
ah…
sst… itu jadi kuno
itu masa lalu
tapi jangan kau lupakan
karena Jakarta pernah jadi Batavia
maka menarilah bersama dua generasi itu
bernyanyilah lagi:
abang jampang lawan centeng
centeng di tenteng
hup hah… hup hah…
lemparin
nyangsang di genteng
husyah…husyah…husyah…
###
dedaunan di ranting cemara
08.08 09 Desember 2005

http://10.9.4.215/blog/dedaunan

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s