tebal


tebal

 

jika semua kata yang pernah terucap

di muka bumi adalah engkau

maka aku ingin menjadi kamus

dan thesaurusnya

tidak lain dan tidak bukan

***

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

dini hari

01.00 03.03.2011

RIP


RIP

*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

pak tua,

akhirnya kau meninggalkan kami

ada sedih yang menumpuk di ribuan mata

satunya adalah milikku

pak tua,

aku tahu, kau bukan siapanya aku

tapi ada buhul yang membelenggu

antara kau dan aku

:buhul iman

pak tua,

aku tahu, 2,68 milyar detik lebih

telah kau tempuh perjalanan hidup

sebagiannya kau panggul beban

perjuangan kejayaan islam

di penjara,

di parlemen,

di antara teriakan para penggugat

di kancah melawan musuh bersama kita:

zionisme

pak tua.

malaikat akhirnya masih peduli pada kau

mengangkatmu pada kehidupan yang lain

yang aku yakin lebih baik daripada di sini

pak tua,

aku sedih kau meninggalkan aku

tapi kau mewariskan kepadaku

warisan yang tiada tara nilainya:

semangat perjuangan tanpa henti

pak tua

aku malu padamu

kau hanya berpikir dan beramal besar

aku di sini sebaliknya

aku malu…

pak tua

necmettin erbakan

beristirahatlah dalam damai

huzur içinde yatsın

***

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

berita yang mengejutkan dan teramat menyedihkan

20.24 02 Maret 2011

laut dan samudra


laut dan samudra

 
 

 
 

matamu adalah laut mati

yang aku ingin merenanginya tak pernah tenggelam

matamu adalah laut merah

yang aku ingin menjadi saksi atas terbelah dirinya menyambut musa

matamu adalah samudra pasifik

yang aku ingin menjadi satu dari ribuan bangkai pesawat sisa-sisa Perang Dunia II

terkubur di dalamnya

matamu adalah samudra hindia

yang aku ingin menjadi biru untuk bersamamu

kapan?

 
 

 
 

 
 

***

 
 

 
 

riza almanfaluthi

gedung micrografik pancoran lantai 1

dedaunan di ranting cemara

11.45 01 Maret 2011

agar tak ada namanya


agar tak ada namanya

*

 

Rabb, beri aku sejenak

agar tak ada namanya

yang tersebut dalam setiap igauan

 

Rabb, beri aku sebentar

agar tak ada namanya

yang terdengar dalam setiap bisikan

 

Rabb, beri aku sekejap

agar tak ada namanya

yang terlihat dalam setiap mimpi

 

Rabb, beri aku selintas

agar tak ada sungkawa

yang terbangun dalam setiap kesadaran

 

jika tidak, kapan lagi aku akan bisa

mengingatMu?

 

 

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

citayam setengah mendung

13.57 26 Februari 2011

Menunggu


Menunggu

 

ada secawan pagi datang terhuyung-huyung

menyeret matahari di belakangnya

menepuk embun menawarkan

tampuk kesegaran pada sekitar

tak luput untuk kereta yang lari

tak sempat perlahan

tak sempat berhenti

dengan pria yang asyik mematut-matut diri

pada cermin jendela

bertanya:

kemana sapa yang biasa dihela?

pria yang tak sempat

bermonolog hanya karena

gagu mencium dirinya

tapi tak pernah berhenti asa

untuk cat warna jingga itu

menyapu bidang putih kanvas hatinya

sampai?

jawaban tidak sebelum titik.

 

 

***

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

di atas KRL Pakuan

06.05 24 Februari 2011

 

kerontang


kerontang

***

 

setiap huruf yang tertulisnya

adalah mata air inspirasi

mengalir tiada henti

menjejali ladang-ladang bawah

mengapa kini kerontang

dihajar kemarau

setelah 3 musim berlalu

siang tadi

 

 

***

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

03.13 24 Februari 2011

QL


QL

 

selamat dini hari, hujan

aku koyak senyapmu

tanpa sepotong bulan

mengimla

99 nama-Nya

di atas sajadah mahar

untuknya

***

 

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

02.57 24 Februari 2011

paradok


paradok

*

 

ia tiba,

seperti hujan salju di gurun gobi,

aku kedinginan

 

 

***

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

masih di lantai 19 dengan laporan sidang

09.04 23 Februari 2011

matematikanya


matematikanya

Jika kau rapuh, aku akan menggenapkan diriku menjadi 1

Jika kau kuat, aku akan menjelma menjadi 0

Jika kau di antaranya, aku akan menjadi setengahnya saja

agar semua itu sederhana:

tetap 1

***

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Gatot Subroto Lantai 19

07.42 22 Februari 2011

 

dia di sana


dia di sana

aku segera membuka layar putih

menghela tali pelana kuda kata-kata

untuk pergi ke savana puisi.

 

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Gatot Subroto Lantai 19

07.42 22 Februari 2011