Pajak untuk Orang Kena PHK


Ada yang bertanya tentang pajak untuk orang yang kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Ia menanyakan begini:

Saya di-PHK pada bulan Desember 2015. Perusahaan membayarkan pesangon sebesar Rp700.000.000,00. Pembayaran pesangon tersebut dilakukan secara bertahap. Dengan rincian sebagai berikut:

10 Januari 2016 Rp200.000.000,00
10 Juli 2016 Rp200.000.000,00
10 Januari 2017 Rp100.000.000,00
10 Juli 2017 Rp50.000.000,00
10 Januari 2018 Rp150.000.000,00

Bagaimana perhitungan pajak atas pesangon tersebut?

Jawab:

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi momok menakutkan buat pegawai, karyawan, atau buruh. Berdasarkan ketentuan tentang ketenagakerjaan, orang yang kena PHK akan mendapatkan pesangon. Tentu dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Lalu bagaimana pemberlakuan pajak atas pesangon yang diterima oleh orang kena PHK tersebut? Saya akan jelaskan secara ringkas disertai dengan perhitungan atas kasus tersebut di atas.

Bahwa atas pesangon yang diterima oleh orang yang kena PHK dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 yang bersifat final. Artinya pajak ini tidak bisa menjadi kredit pajak (dikurangkan) untuk PPh Tahunan.

Ini ditegaskan di dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 16/PMK.03/2010 tentang Tata Cara Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Berupa Uang Pesangon, Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua, dan Jaminan Hari Tua yang Dibayarkan Sekaligus.

Seperti kita ketahui bahwa tarif PPh Pasal 21 atas pesangon adalah sebagai berikut:

Tarif Pajak Pesangon (Rp)
0% 0 s.d. 50 Juta
5% Di atas 50 juta s.d. 100 juta
15% Di atas 100 juta s.d. 500 juta
25% Di atas 500 juta

 

Tarif pajak di atas diterapkan atas pesangon yang dibayarkan dalam kurun waktu selama dua tahun. Apabila ada bagian pesangon yang dibayarkan melebihi dua tahun, maka atas bagian itu diterapkan tarif PPh Pasal 17 Undang-undang PPh dan bersifat tidak final. Artinya bisa dikreditkan ke dalam PPh Tahunan.

Berapa tarif Pasal 17 Undang-undang Pajak Penghasilan?

Tarif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh Penghasilan (Rp)
5% 0 s.d. 50 Juta
15% Di atas 50 juta s.d. 250 juta
25% Di atas 250 juta s.d. 500 juta
35% Di atas 500 juta

 

Jadi dari kasus di atas, maka perhitungan PPh Pasal 21 atas pesangon tersebut adalah sebagai berikut:

  • Potongan PPh Pasal 21 pada 10 Januari 2016

Rp50.000.000,00 x 0% = Rp0,00
Rp50.000.000,00 x 5% = Rp2.500.000,00
Rp100.000.000,00 x 15% = Rp15.000.000,00
Total pajak yang dipotong sebesar Rp17.500.000,00
Ada yang dikenakan tarif 15% karena akumulasi penghasilan sudah melebihi Rp100.000.000,00.
Potongan pajak bersifat final.

 

  • Potongan PPh Pasal 21 pada 10 Juli 2016

Rp200.000.000,00 x 15% = Rp30.000.000,00
Dikenakan tarif 15% karena akumulasi penghasilan sudah melebihi Rp100.000.000,00.
Potongan pajak bersifat final.

 

  • Potongan PPh Pasal 21 pada 10 Januari 2017

Rp100.000.000,00 x 15% = Rp15.000.000,00
Dikenakan tarif 15% karena akumulasi penghasilan sudah melebihi Rp100.000.000,00.
Potongan pajak bersifat final.

 

  • Potongan PPh Pasal 21 pada 10 Juli 2017

Rp50.000.000,00 x 25% = Rp12.500.000,00
Dikenakan tarif 25% karena akumulasi penghasilan sudah melebihi Rp500.000.000,00.
Potongan pajak bersifat final.

 

  • Potongan PPh Pasal 21 pada 10 Januari 2018

Karena sudah melebihi dua tahun maka dikenakan tarif PPh Pasal 17 dan pajak ini bersifat tidak final.
Rp50.000.000,00 x 5% = Rp2.500.000,00
Rp100.000.000,00 x 15% =Rp15.000.000,00
Total pajak sebesar Rp17.500.000,00

Kalau dihitung-hitung maka total pajak pesangon adalah sebesar Rp92.500.000,00.

Demikian. Semoga bermanfaat.

 

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.