SEMOGA GALAU ITU ADA PADA KAMU


SEMOGA GALAU ITU ADA PADA KAMU

Banyak banget yang mau ditulis sebenarnya atau sebenarnya memang tidak ada yang perlu ditulis sama sekali sampai lama tidak menulis yang perlu ditulis. Kini, sore ini, saya harus memaksakan diri untuk berpikir dan menulis apa saja. Satu hal yang menjadi pembelajaran dari tidak menulis dalam dua minggu ini adalah semuanya memang butuh kedisiplinan. Menulis juga butuh disiplin.

Forum Lingkar Pena Depok sudah punya cara agar para anggotanya bisa disiplin untuk menulis dengan tagline: Sehari, Satu Jam untuk Menulis. Satu jam saja. Just it. Tak perlu lama-lama. Jadi waktu bikin tulisan dan sudah mentok tak ada lagi yang bisa ditulis sampai satu jam itu lewat, ya sudah tinggalkan menulisnya. Atau walau ide banyak tetapi tulisan belum selesai maka cukup selesaikan apa adanya. Jangan diteruskan lagi. Semua itu agar terbentuk miliu menulis setiap saat. Semangatnya ada kapan saja. Tak perlu menunggu mood. Tak perlu menunggu soul. Terima kasih kepada kawan yang telah memberi saya terminologi tentang soul ini.

Disiplin itu untuk menumbuhkan semangat kontinyuitas dalam menulis. Dan sungguh, menyuburkan kontinyuitas itu yang sulit sebagaimana menyuburkan semangat untuk dhuha everyday, tahajud every night, baca qur’an everyday, dzikir matsurat every morning dan every evening. Menulis juga demikian. Kudunya sih writing is every time. Minimal satu jam itu adalah kerja minimalis kita untuk bisa menulis. Ingat, menulis itu mudah tetapi mendisiplinkan diri untuk menulis itu yang perlu kerja keras kita.

Tentang menulis itu mudah, sudah saya urai di Twitter. Nah twitter ini mungkin yang telah mengalihkan saya (semoga cuma sejenak) untuk bisa menulis setiap saat. Ah bisa saja untuk cari kambing hitamnya. Tetapi memang itu dunia baru buat saya. Jadi ingat gundah seorang blogger dulu tentang dunia facebook dan twitter yang membuat dunia blogging jadi mati suri.

Era ngeblog yang sempat menarik perhatian banyak orang sudah lewat.  Ngeblog yang juga identik dengan dunia tulis menulis terlewatkan oleh dua dunia itu yang memperkenankan orang untuk berpikir instan, seadanya, dan tak terlalu dalam. Dan itu sudah cukup membuat ratusan juta orang di muka bumi ini terperangah. Ya karena tak perlu berpikir rumit tapi cukup dengan spontanitas tentang sebuah situasi dan kondisi yang dialami pada saat itu lalu status sudah ter-update.

Tetapi bagi penulis sejati, facebook dan twitter bukan untuk meluluhlantakkan semangat dan ide untuk menulis. Bahkan menjadi pendorong tambahan untuk tetap menulis karena publisitas mereka tak sekadar blog yang paling banter dibaca oleh ratusan orang tetapi dibaca oleh ribuan teman atau temannya-teman ketika mereka, penulis sejati itu,  juga mempublikasikan tulisannya di facebook dan twitter. 

So, jangan menyalahkan dua social media itu. Salahkan saja diri sendiri yang enggak punya komitmen untuk menulis. Hingga tak ada karya satu biji pun dihasilkan. Facebook, facebook, menulis sih tetap. Twitter, twitter, menulis juga tetap. Sisihkan waktu kita untuk menulis, satu jam saja,  lalu disiplinkan diri. Insya Allah akan banyak karya yang dibuat. Kualitasnya bagaimana? Insya Allah ngikut.

Itu saja dulu. Sebenarnya ini cuma gundah saya. Gundah kenapa? Karena takut tak bisa menulis lagi. Tapi dengan gundah itu saja, sekarang saya sudah bisa menghasilkan tulisan 492 kata lebih. Maka betul, pelajaran yang sering saya bagi kepada teman-teman dalam sesi belajar menulis adalah gundahlah, galaulah, karena gundah dan galau pada diri dan sekitar itu adalah modal awal untuk menulis. Bagi penulis, kegalauan dalam dadanya harus segera dimusnahkan. Caranya? Dengan menuliskannya.

Semoga galau itu ada pada kamu.

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara 

besok, Insya Allah ke Pesantren Al-Kahfi

17.52           10 Maret 2012

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s