ILUSI KATA


ILUSI KATA

 

Ada dalam sejarah seorang perempuan yang jika ia berbicara tak pernah untuk tidak menggunakan bahasa Alqur’an. Misalnya jika dia ditanya apa yang sedang dia kerjakan dan kebetulan sedang membaca maka perempuan itu akan menjawabnya dengan mengutip surat Al-alaq ayat 1 dan seterusnya: Iqra’ bismirabbikal ladziikholaq. Semata-mata agar tidak ada yang keluar dari mulutnya itu sebuah kesia-siaan.

Kalau itu yang terjadi pada kita, luar biasa bukan? Memang butuh modal yang luar biasa juga. Hafal Alqur’an, dekat dengan Al-qur’an, selaras perkataan dan perbuatan dengan Alqur’an. Wadaw, kalau saya? Tepok jidat beneran. Malu saya.

Kalau di tanya, “Za, apa yang sedang kau lakukan sekarang?” Saya tentu tak akan menjawabnya dengan mengutip Yaasiin ayat 72 pada saat saya sedang makan, “Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.”

Pertama karena saya tak hafal ayat-ayat Alqur’an mana yang berbicara tentang makanan. Tahunya sapi betina doang (Al Baqarah) atau hidangan (al Maa’idah maksudnya). Kedua, otak kanan saya—untuk saat ini—hanya bisa menstimulasi bahasa Indonesia. Maafkan saya ya Rabb atas kelemahan ini.

Dengan kaitan itu, suatu saat saya menemukan banyak sekali status di facebook yang dibuat oleh teman-teman ABG saya yang sedang pada jatuh cinta. Biasanya kalau malam minggu dinding home facebook saya diramaikan oleh celotehan mereka. Sampai dini hari juga mereka always
stay tune.

Status mereka itu contohya seperti di bawah ini, dan biasanya ada teman—atau teman—mereka yang menanggapinya. Kalau saya yang ditanya itu maka saya akan menulis atau berkomentar atau menjawab dengan rasa bahasa yang lain.

A = Anak Baru Gede (ABG), B = Temannya ABG, Saya = Saya sendiri

Cinta

A     : Apakah kau mencintaiku?

B    : ya,aku mencintaimu

Saya    : Diam adalah cintaku yang tak terkatakan buatmu

Cemburu

A    : Cemburu ya…?

B    : ya,jelas    

Saya     : Kau tahu musim salju? Turunnya antara akhir November hingga akhir Februari. Setelahnya adalah musim semi. Dan aku adalah musim semi yang marah karena salju turun hingga Maret akan berakhir.

Rindu

A    : Merindukanku?

B    : Betul sekali

Saya    : Aku adalah tanah kerontang di penghujung musim kemarau.

 

Butuh

A    : I need you

B    : Sekali……….

Saya    : Aku adalah pelangi yang adanya ada jika hujan tiba sebelumnya. Hujan itu adalah kau.

 

Bahagia

A    : Hari ini aku bahagia sekali…

B    : Sama.

Saya    : kau bahagia? aku tujuh huruf itu untukmu.

 

Kantuk

A    : Nguantuuuuuk…

B    : Boboooooooo…

Saya    : Biarkan malam beristirahat sejenak dari celotehanmu. Masih ada hari esok.

 

Bunga

A    : Ada yang bisa berikan aku setangkai bunga?

B    : Nih, segepok.*(*%$(&(

Saya    : Mengapa kau meminta bunga? Bukankah kau adalah bunga itu sendiri?

 

Sakit

A    : Atit kepala… L

B    : Cepat sembuh yah…

Saya    : Jadikan aku paracetamolmu.

 

Dipuji

A    : Makasih ya, emang engkau yang terbaik?

B    : Iya dong.

Saya    : Aku mi’raj ke langit ketujuh.

 

Lapar

A    : Malam-malam lapar.

B    : Ayuk sini makan berdua.

Saya    : Aku potong bulan separuh, kutaruh di atas piring. Nih…

 

Lupa

A    : Forget me…

B:    : Tak bisa

Saya    : Aku tak bisa meminta matahari untuk terlambat terbit satu detikpun besok

 

Berbunga-bunga

A    : Kau membuatku berbunga-bunga

B    : J

Saya    : Tak hanya senyum, masih akan banyak bunga lagi

Dan sebagainya.

Dedy Corbuzier dan David Copperfield boleh dibilang ahli dalam ilusi optik. Saya bisanya cuma memulung, mengumpulkan, dan memilah kata-kata untuk dapat diilusikan. Hanya yang memfungsikan otak kanannya yang bisa menikmatinya. Dan hanya AlQur’an sebaik-baik perkataan. Penyair di zamannya pertama kali muncul sampai sekarang tak mampu untuk menandinginya. Di dalamnya tak ada ilusi. Yang ada hanya kebenaran sejati. Hanya satu itu.

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

20.58 26 Mei 2011

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s