RIP
*

pak tua,
akhirnya kau meninggalkan kami
ada sedih yang menumpuk di ribuan mata
satunya adalah milikku
pak tua,
aku tahu, kau bukan siapanya aku
tapi ada buhul yang membelenggu
antara kau dan aku
:buhul iman
pak tua,
aku tahu, 2,68 milyar detik lebih
telah kau tempuh perjalanan hidup
sebagiannya kau panggul beban
perjuangan kejayaan islam
di penjara,
di parlemen,
di antara teriakan para penggugat
di kancah melawan musuh bersama kita:
zionisme
pak tua.
malaikat akhirnya masih peduli pada kau
mengangkatmu pada kehidupan yang lain
yang aku yakin lebih baik daripada di sini
pak tua,
aku sedih kau meninggalkan aku
tapi kau mewariskan kepadaku
warisan yang tiada tara nilainya:
semangat perjuangan tanpa henti
pak tua
aku malu padamu
kau hanya berpikir dan beramal besar
aku di sini sebaliknya
aku malu…
pak tua
necmettin erbakan
beristirahatlah dalam damai
huzur içinde yatsın
***
riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
berita yang mengejutkan dan teramat menyedihkan
20.24 02 Maret 2011
Turut berduka cita. Aku jadi ingat tulisan berikut:
“Prof ‘Umar Ibrahim Vadillo, pengagas dan pimpinan WITO,pernah menyajikan dinar-dirham ke hadapan Dr. Necmettin Erbakan yang menduduki kursi perdana menteri setelah Partai Refah menang Desember 1995. Dr. Erbakan lalu menyatakan akan menjadikan dinar emas sebagai mata uang nasional. Dalam sebuah Konferensi Islam di mana Istanbul dan Gubernurnya, Recep Tayyib Erdogan, menjadi tuan rumah, Dr. Erbakan meminta Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi naik ke atas panggung dan mengacungkan dinar ke hadapan warga Istanbul. Aula konferensi serentak menjadi semarak dengan tepukan membahana dan seruan takbir. Sayang, momen itu tak berlangsung lama. Juni 1997, Dr Erbakan jatuh lewat sebuah kudeta yang digalang militer, dan partai Refah dibubarkan Mahkamah Tinggi Konstitusional, Januari 1998.”
Semoga Alloh berikan balasan kebaikan kepadanya. Amin
LikeLike