EKSPRESI MANA YANG AKAN IA PILIH?


EKSPRESI MANA YANG AKAN IA PILIH?

 

Tengah malam ini saya kembali terbangun. Setelah rehat sejenak seperti kucing yang sedang menyembuhkan dirinya karena terlindas motor, saya keluar kamar dan seperti biasa memandang buku-buku di lemari. Tanpa berpikir panjang bukunya ‘Aidh Al-Qarni sudah berada di tangan. Don’t be Sad.

Sudah berulang kali saya baca buku ini. Sudah banyak pula lipatan yang membekas pada lembaran-lembarannya untuk menandai kalimat-kalimat bermutu yang bertaburan di sana. Salah satu lipatannya adalah menunjuk pada bab tersenyumlah yang membicarakan bagaimana tertawa itu adalah kenikmatan surga. Ya betul, bagaimana mungkin penghuni neraka akan tertawa selagi tubuh-tubuh mereka disiksa dengan siksaan yang teramat pedih. Tertawa adalah hanya milik penghuni surga.

Mengingat tertawa saya jadi teringat dengan cara-cara tertawa yang digunakan teman-teman untuk mengungkapkan ekspresi kegembiraannya di dunia maya. Di dunia itu yang ada simbol-simbol belaka– bisa juga disebut dengan smiley emoticon—atau gabungan dari beberapa karakter.

Ekspresi ini adalah tanda agar orang tahu perasaan apa yang kita alami pada saat kita ngobrol dengannya. Pun supaya tidak terjadi salah persepsi. Tak ada suara tawa yang terdengar seperti di dunia sesungguhnya. Terkecuali kalau memang webcam sudah terpasang di computer, masing-masing simbol-simbol itu tak diperlukan lagi.

Maka bagi saya macam-macam ekspresi tertawa itu punya sentuhannya sendiri-sendiri. Saya menggunakannya pun sesuai dengan perasaan saya. Berikut rasa yang saya tangkap dari simbol-simbol atau karakter-karakter itu:

Lol = Laugh out Loud = Tertawa terbahak-bahak. Bagi saya walaupun terbahak-bahak seperti itu tetapi tetap tidak seekspresif Ha ha ha ha. Orang barat biasa memakai ini.

Ha ha ha ha. Yang tertawa demikian orangnya terbuka, tak punya malu-malu, ekspresif, dan jujur, tidak jaim. Turunan dari tertawa seperti ini adalah wakakakak atau wkwkwkwkwk. Woteperlah.

He he he he, ini cengengesan namanya. Tapi tepat kalau mengungkapkannya di saat malu. Tidak seterbuka ha ha ha ha di atas. Turunannya adalah ke ke ke ke.

Hi hi hi hi, kayaknya aneh aja kalau cowok pakai tertawa yang seperti ini. Feminin banget. Ketiadaan maskulinitas. Saya jarang memakainya. Rasanya gimana gitu.

Qi qi qi qi, tertawa cekikikan. Cewek dan cowok sering tertawa seperti itu. Saya juga memakainya. Model ini seperti tertawanya tokoh kartun Jepang. Tertawanya sampai tidak terlihat bola mata dengan kedua tangan tertangkup di dagu. Lucu.

Xi xi xi xi, saya tak mengerti tertawa macam mana pula ini? Kayaknya mirip orang Cina yang lagi mengucapkan terima kasih.

^_^ membuat saya nyaman.

🙂 ini jaim. Tapi berpahala karena ini adalah sedekah.

Itu saja setahu saya. Ada lagi yang mau menambahkan?

Saya baca lagi kalimat di buku itu: “Orang yang tertawa adalah orang yang memiliki karakter baik, watak mulia, serta pemikiran yang jernih. Sebaliknya memiliki air muka yang muram dan bermuka masam adalah ciri-ciri karakter yang rendah, terganggu jiwa, dan berwatak keras.” Dan Islam mengajarkan semuanya pada titik pertengahan. Tidak berlebihan.

Malam ini saya berterima kasih kepada buku itu karena telah memberikan saya arti tertawa dan menjadi sahabat baik saya. Buku memang tepat menjadi teman. Pantas Al-Jahizh—penulis Arab abad silam—yang dikutip ‘Aidh AlQarni sampai berkata: “Buku adalah teman yang tidak suka memujimu dan tidak menyeretmu kepada kejahatan. Ia adalah sahabat yang tidak membuatmu bosan, dan ia adalah tetangga yang tidak mengancam keselamatanmu. Ia adalah sahabat yang tidak berniat untuk memeras kebaikan darimu dengan rayuan, dan ia tidak akan menipumu dengan kepalsuan dan dusta.”

Dan malam ini—di waktu tersisa—saya ingin bermimpi menjadi buku buat sahabat saya yang esoknya akan bilang: “biarkan waktu yang menjawabnya.” Saya ingin melihat dia tertawa. Entah ekspresi apa yang akan ia pilih.

 

***

 

 

 

Riza Almanfaluthi

masih mencoba untuk menata hati

dedaunan di ranting cemara

02.24 08 Februari 2011

Advertisements

3 thoughts on “EKSPRESI MANA YANG AKAN IA PILIH?

  1. Banyak, pak…
    😀 –> orang Jawa bilang ini namanya ndrenges. Senyum sampe keliatan semua giginya. bisa berarti lagi iseng.
    :)p –> menjulurkan lidah, mengejek. Sambil mngucapkan “weeeeeeeeek”. (Hehe)
    d(^_^)b –> artinya two thumbs up… mengekspresikan, suka dengan kalimat yang bapak tulis…

    Itu saja dulu…

    Saya sering menggunakannya…

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s