DIGITAX 2006


20.01.2006 – DIGITAX 2006 di Komputerisasi: Mari Berbagi…

Tak dinyana Forum Diskusi di Portal DJP tidak hanya menampilkan postingan tidak bermutu bahkan menjurus ekspolitasi pornografi. Tak disangka, di sana ada tempat untuk berbagi ilmu. Tentu bukan di kategori umum, tapi di komputerisasi.
Itu yang saya rasakan sejak beberapa hari ini mengikuti diskusi yang berkembang di sana. Mulai dari yang sekadar pertanyaan yang diulang-ulang, permintaan bantuan, juga sampai pada berbagi program berguna, tangguh, dan Free lagi. Apalagi dengan kerelaan dari sebagian ahli dalam pembuatan program, semisal DIGITAX.
Dulu saya memang mempunyai software database pajak. Tapi karena virus Brontok yang meng-KO-kan komputer saya sehingga terpaksa harus diintal ulang. Software peraturan pajak itu pun hilang jadinya dan saya tidak punya cd-instalasinya. Jadinya sudah beberapa minggu ini saya kerepotan dalam mencari peraturan-peraturan pajak. Tidak enak juga kalau numpang sama teman untuk melihat itu.
Syukurnya kahadiran DIGITAX ini menghilangkan kegalauan saya. Walaupun belum sempat dicoba seberapa canggihnya ia mampu untuk menampilkan peraturan-peraturan perpajakan yang diinginkan oleh user. Tapi yang pasti kehadirannya bagi saya–walaupun masih dalam versi beta–sudah cukup untuk menjadi solusi di tengah kebutuhan akan software bermutu dan gratis.
Tentunya, para user termasuk saya menginginkan, bahwa software ini harus dikembangkan lagi. Dengan update-update terbaru peraturan perpajakannya misalnya. Juga pengembangan softwarenya yang tidak sekadar berhenti pada versi beta-nya saja.
Kemudian diupayakan pula bagaimana cara instalasi yang gampang atau user friendly. Seperti kalau kita jalankan program-program yang branded itu loh. Tinggal pencet tombol next, next, next, and Finish.
Oh ya, satu lagi adalah perlunya lebih banyak lagi server mirror untuk memudahkan para newbie mengunduhnya.
Kepada programmer DIGITAX maafkan saya yang sudah diberi gratis masih saja menuntut terlalu banyak. Ini semua karena saya peduli dengan Digitax lho. Soalnya kalau sudah canggih kan, bisa saja menjadi pilot project bagi DJP dalam pengembangan software gratis buat Wajib Pajak. Daripada bayar mahal-mahal buat konsultan program, lebih baik honornya buat kesejahteraan pegawai DJP sendiri terutama programmernya. Betul begitu?
By The Way, salut buat Mas Fakhrurrozi karena telah sharing. Tentunya ini adalah ilmu yang bermanfaat. Tahu sendiri kan kalau ilmu bermanfaat itu pahalanya tiada akan putus-putus sampai di sana. Dan sungguh luar biasa besar sekali pahalanya.
Tentunya pula kepada yang lain, jangan lupa untuk selalu berbagi hal-hal yang bermutu dan bermanfaat. Sekali lagi sungguh, tiada ruginya menyebarkan kebaikan kepada orang lain. Itu saja.
Allohua’lam.
riza almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
http://10.9.4.215/blog/dedaunan
riza.almanfaluthi@pajak.go.id

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s