Pertama Kali Pegang Tiket Pesawat


12.12.2005 – Pertama Kali Pegang Tiket Pesawat (Norak Banget sih elo)

Hari ini saya mendapatkan tiket pesawat terbang ke Palangkaraya, setelah hari jum’at kemarin booking tiket di salah satu maskapai penerbangan Indonesia. Semula dengan harga normal tapi dengan trik yang jitu dari bagian marketing maskapai itu saya boleh dapat harga murah dengan syarat saya membayarnya hari itu juga. Selisihnya cuma empat puluh ribuan.
Setelah utang kesana-kemari, maklum SPPD belum juga turun, saya mendapatkan tiket murah yang bisa diambil pada hari Senin ini. Sekarang tiket ini ada di tangan saya. Ceritanya pertama kali nih saya berangkat bepergian dengan pesawat terbang, berarti pertama kali pula saya pegang tiket pesawat. Tidak ada bedanya dengan tiket bus eksekutif, tapi memang beda dengan tiket kereta api. Nggak ada keanehan apapun yang terjadi (emang apaan sampai nanyain yang kayak ginian?).
Saya memperhatikan dengan seksama apa yang ada dalam tiket itu. Tulisannya, gambarnya, pesan-pesannya, jadwal penerbangannya, dan peraturannya yang njlimet itu. Pakai bahasa Inggris lagi, eh nggak ding ada terjemahannya juga. Selain tiket itu ada juga invoice dari maskapainya entah gunanya apa saat di penerbangan nanti. Hehehehe…norak banget sih lo.
“Please, don’t laugh me. It’s my first experience,” gue yang ada di sono ngomong kayak gini.
“Ya, tapi jangan norak kayak gitu dong, malu-maluin gue aja lo sampe diliatin kayak gitu. Sekalian aja elo kekepin,” gue yang lain ngomong juga.
“Nggak kayak gitu-gitu amat lah” jawab gue lagi.
***
Seumur hidup, saya hanya bisa bermimpi untuk melakukan perjalanan dengan pesawat terbang. Tapi kali ini Allah memberikan kesempatan emas kepada saya. Ditambah dengan regulasi penerbangan membuat harga tiket antarmaskapai penerbangan menjadi bersaing dan bisa terjangkau oleh semua kalangan. Sehingga ada salah satu maskapai penerbangan dengan harga tiket murahnya mempunyai motto “we make people fly”. Wow…
Dan walaupun masih ada tanda tanya tentang angkutan menuju bandara apa yang pas buat saya , juga dengan situasi di bandara Soekarno Hatta yang tidak saya ketahui, ditambah dengan suasana bandara di Palangkaraya, saya cuma bisa berdoa saja semoga Allah memberikan keselamatan atas perjalanan saya yang pertama kali begitu jauhnya ini.
Suatu saat saya akan menceritakan kepada Anda semua, betapa noraknya saya menginjakkan kaki pertama kali di Bandara Soekarno Hatta dan Palangkaraya. Tunggu saja kenorakan saya ini.
dedaunan di ranting cemara
norce
17:25 12 Desember 2005

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s