agar tak ada namanya


agar tak ada namanya

*

 

Rabb, beri aku sejenak

agar tak ada namanya

yang tersebut dalam setiap igauan

 

Rabb, beri aku sebentar

agar tak ada namanya

yang terdengar dalam setiap bisikan

 

Rabb, beri aku sekejap

agar tak ada namanya

yang terlihat dalam setiap mimpi

 

Rabb, beri aku selintas

agar tak ada sungkawa

yang terbangun dalam setiap kesadaran

 

jika tidak, kapan lagi aku akan bisa

mengingatMu?

 

 

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

citayam setengah mendung

13.57 26 Februari 2011

Menunggu


Menunggu

 

ada secawan pagi datang terhuyung-huyung

menyeret matahari di belakangnya

menepuk embun menawarkan

tampuk kesegaran pada sekitar

tak luput untuk kereta yang lari

tak sempat perlahan

tak sempat berhenti

dengan pria yang asyik mematut-matut diri

pada cermin jendela

bertanya:

kemana sapa yang biasa dihela?

pria yang tak sempat

bermonolog hanya karena

gagu mencium dirinya

tapi tak pernah berhenti asa

untuk cat warna jingga itu

menyapu bidang putih kanvas hatinya

sampai?

jawaban tidak sebelum titik.

 

 

***

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

di atas KRL Pakuan

06.05 24 Februari 2011

 

kerontang


kerontang

***

 

setiap huruf yang tertulisnya

adalah mata air inspirasi

mengalir tiada henti

menjejali ladang-ladang bawah

mengapa kini kerontang

dihajar kemarau

setelah 3 musim berlalu

siang tadi

 

 

***

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

03.13 24 Februari 2011

QL


QL

 

selamat dini hari, hujan

aku koyak senyapmu

tanpa sepotong bulan

mengimla

99 nama-Nya

di atas sajadah mahar

untuknya

***

 

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

02.57 24 Februari 2011

paradok


paradok

*

 

ia tiba,

seperti hujan salju di gurun gobi,

aku kedinginan

 

 

***

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

masih di lantai 19 dengan laporan sidang

09.04 23 Februari 2011

matematikanya


matematikanya

Jika kau rapuh, aku akan menggenapkan diriku menjadi 1

Jika kau kuat, aku akan menjelma menjadi 0

Jika kau di antaranya, aku akan menjadi setengahnya saja

agar semua itu sederhana:

tetap 1

***

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Gatot Subroto Lantai 19

07.42 22 Februari 2011

 

dia di sana


dia di sana

aku segera membuka layar putih

menghela tali pelana kuda kata-kata

untuk pergi ke savana puisi.

 

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Gatot Subroto Lantai 19

07.42 22 Februari 2011

dzikir


dzikir

dengan tasbih dedaunan yang jatuh ke tanah satu-satu,

dengan tahmid awan yang masih menggantung berjalan lamat-lamat,

dengan tahlil hujan yang rintiknya menjadi mahkota pelan-pelan

 

 

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Gatot Subroto Lantai 19

07.42 22 Februari 2011

PADAKU


padaku

***

 

padaku tak henti-hentinya kau bilang

aku adalah darah yang sama

padaku tak sungkan-sungkannya kau berkata

mengintip dari atap kamarku

memperhatikan setiap huruf yang dilukisku

membaca setiap kata yang tercipta dari tanganku

aku apanya engkau

aku siapanya engkau

aku adalah tiga kata yang tersembunyi

untuk punya makna

 

 

***

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

lewat tengah malam

00.17 22 Februari 2011

MARAH


marah

***

siang tadi

ada cahaya mencemburui

mata dan senyummu

kok lalu

angin marah menjadi taufan

laut marah menjadi tsunami

tanah marah menjadi lindu

:

mereka mencemburuimu juga

 

 

***

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

23.55 21 Februari 2011